HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

WISUDA STKIP, WELBERTUS UCAPKAN SELAMAT

By On March 31, 2019






||www.beritakapuas.com||STKIP Persada Khatulistiwa Sintang menggelar wisuda angkatan ke IX Tahun Akademik 2018/2019 pada hari Sabtu, 30 Maret 2019. Wisuda ini untuk lima Program Studi (Prodi), yaitu Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Studi Ekonomi, Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program Studi Pendidikan Biologi.

Rafael Suban Beding, M.Si, Ketua STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, berpesan agar para wisudawan/wisudawati harus menguasai empat kompetensi yaitu kompetensi kepribadian, pedagogik, sosial dan profesional untuk dapat segera turun kelapangan menerapkan ilmu yang telah dimiliki masing-masing, menjadi ujung tombak di dunia pendidikan dan untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia di wilayah timur Kalbar yang merupakan cikal bakal pembentukan Propinsi Kapuas Raya.

Anggota DPRD Sintang, Welbertus, S.Sos, mengucapkan selamat dan sukses kepada 297 wisudawan/wisudawati STKIP Persada Khatulistiwa Sintang tersebut. Welbertus juga berpesan kepada para wisudawan/wisusdawati agar dapat menjadi sarjana yang memiliki kualitas, integritas, dan kemampuan akademik yang tinggi, serta dapat menerapkan ilmunya dengan baik dan maksimal demi mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah timur Kalimantan Barat.

Kegiatan belajar mengajar di kampus bukanlah hanya mencari kuantitas semata, namun lebih penting mengutamakan kualitas. Karena generasi millenial di era saat ini dituntut kualitas dirinya untuk mampu berkompetensi dalam menjalani kehidupan. Sebab para pesaing bukan hanya di dalam negeri, tetapi kita juga menghadapi para pesaing dari luar negeri. Oleh sebab itu maka di era persaingan ini kita harus hidup dengan kualitas yang tinggi.

Dalam dua tahun ke depan Kampus STKIP juga akan menghasilkan sarjana pendidikan dini yaitu guru TK maupun PAUD, dan akan menambah bidang studi antara lain program studi Bahasa Inggris dan program studi pendidikan komputer atau Ahli ITE. Ketua Yayasan STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Dr. Drs. YAT Lukman Riberu, M.Si juga berharap Kampus STKIP Persada Khatulistiwa Sintang dapat berubah dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas.  ( Rz )

SYAHRONI, HOAX ITU INFO KOSONG

By On March 31, 2019






||www.beritakapuas.com||Ikatan Jurnalis Sintang (IJS), mengadakan kegiatan Pendidikan Deteksi Hoax dan Kampanye Publik Anti Hoax di Aula Diskominfo Kabupaten Sintang, Sabtu (30/3/19) pagi. Acara ini menghadirkan narasumber dari Hoax Crisis Center (HCC) Kalbar, yakni Oscya Ade Cp dan Ramses Tobing, serta dihadiri Kasdim 1205/Sintang Mayor Inf. Supriyono, Kabag Ops Polres Sintang Kompol Koster Pasaribu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sintang Syahroni dan Jaksa Fungsional pada Bidang Datun Kejari Sintang M. Fauzi Rahmat.

Kurniawan,S.Sos.M.Si, Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang yang mewakili Bupati Sintang membuka kegiatan ini mengatakan : “ Hoax itu berasal dari kata hocus yang artinya menipu secara etimologi, tindakan-tindakan orang yang ingin menipu itu di namakan hoax, tapi secara terminology hoax itu adalah memanipulasi kognisi seseorang atau sekelompok orang, agar orang tergiring untuk menerima sebuah data dan informasi sehingga informasi itu di telan mentah-mentah tanpa adanya klarifikasi. Kata kunci dari kegiatan ini adalah deteksi yakni menemukan dan mengenali, artinya di forum ini kita akan tau apa karakter hoax, apa ciri-cirinya, seperti apa berita dianggap hoax. Maka pendidikan hari ini sangat impratif, positif dan konstruktif ”.

Menurut pendapat anggota DPRD Sintang, Syahroni, hoax ini seharusnya ada semacam klasifikasi, semacam penggolongan. Bolehlah diartikan hoax itu informasi kosong yang menimbulkan dampak  yang tidak baik. Jika dahulu hoax ini sering kita dengar banyak terjadi di kalangan artis dan disebutnya gosip, maka sekarang seiring perkembangan jaman hal itu disebut hoax. Syahroni berharap rekan-rekan di kalangan politik tidak bermain-main dengan hoax, karena berpolitik yang dewasa itu lebih baik.

Herry Lingga, ketua Ikatan Jurnalis Sintang (IJS), selaku penyelenggara kegiatan berharap dengan pendidikan ini masyarakat lebih mengetahui seperti apa hoax, baik itu bagaimana hoax di buat, ciri-ciri hoax seperti apa dan bagaimana hoax itu disebarkan. “ Ini merupakan langkah awal kita untuk mendeteksi hoax yang sangat berbahaya sekarang ini, terlebih menjelang pemilu, sehingga para peserta yang ikut ini bisa menjadi agen anti hoax baik bagi dirinya sendiri dan masyarakat, karena yang hadir ini ada dari pelajar,mahasiswa, LSM dan unsur TNI/Polri ”, ujarnya.  ( Rz )

JEFFRAY HARAP MUSDAT LEBANG NADO JADI MOMENTUM KEBERLANGSUNGAN ADAT UNTUK GENERASI MASA DEPAN

By On March 31, 2019






||www.beritakapuas.com||Musyawarah Adat Dayak Lebang Nado  kembali diselenggarakan setelah 8 tahun belum pernah terlaksana rutin. Kegiatan berlangsung di halaman Rumah Betang Dayak Lebang Nado, Desa Kumpang, Kec.Dedai, Minggu (31/3/19) siang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M.Med,PH, Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang yang juga Ketua DPRD Kabupaten Sintang Jeffray Edward, SE.M.Si, Camat Dedai, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang, masyarakat Desa Kumpang dan tamu undangan lainnya.

“ Berdasarkan AD/ART, untuk Suku Lebang sudah 8 tahun tidak di laksanakan Musdat, oleh sebab itu kami memandang perlu untuk melakukan suatu penyegaran kemudian juga menyesuaikan perkembangan yang ada, sehingga Musdat ini mutlak harus dilaksanakan ”, kata Yohanes Jau, Ketua Panitia.

Saat membuka Musdat tersebut, Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med,PH bercerita saat dirinya hadir dalam acara Gawai Dayak Lebang Nado di Kota Sintang, para sesepuh suku Dayak Lebang Nado mengeluhkan bahwa sejak Indonesia merdeka, suku Dayak Lebang Nado kurang mendapatkan perhatian, padahal suku Dayak Lebang Nado terhitung komunitas masyarakat adat yang terdapat di 93 kampung. Adapun keluhan mereka saat itu yakni kondisi jalan yang jelek, fasilitas sekolah dan kesehatan yang kurang memadai. Karena hal tersebut Jarot mengatakan pemerintah pelan-pelan membuat jalan ke Ipoh, jalan Tuguk ke Linggam, ke Bayur, terus jalan tembus ke Empaci. Dengan demikian maka pembangunan masyarakat Lebang diusahakan sama rata dengan pembangunan terhadap masyarakat adat lainnya.

Di tempat yang sama ketua Dewan Adat Dayak Kabuputen Sintang yang juga Ketua DPRD Kabupaten Sintang Jeffray Edward memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musdat Dayak Lebang Nado ini, kerena menurutnya ini sangatlah penting untuk merumuskan adat istiadat dan budaya yang ada dan hal lainnya demi keberlangsungan adat itu sendiri terutama bagi generasi kedepannya.

“ Penting sekali bagaimana kita membenahi adat kita, terlebih perkembangan jaman saat ini juga harus diikuti, sehingga kita terpaku terhadap diri kita sendiri, sebagai contoh hukum-hukum adat harus di perbaharui, kalau memang ada yang kurang sesuai perkembangan jaman jadi harus di tambah dan inilah kesempatan suku Dayak Lebang di sini membicarakannya ”, kata Jeffray.

Adapun kegiatan Musdat ini akan dilaksanakan selama tiga hari, di mana hari pertama pembukaan oleh Bupati, hari kedua perumusan adat dan hari ketiga kegiatan penutup.  ( Rz )

AKTA KEMATIAN TERNYATA PENTING MINIMALKAN MASALAH

By On March 29, 2019






||www.beritakapuas.com||Anggota Komisi A DPRD Sintang, yang juga wakil rakyat dari daerah Kayan Hilir, Hardoyo, menilai bahwa kesadaran masyarakat untuk mengurus akta kematian anggota keluarganya masih rendah. Padahal, kata dia, akta kematian tidak hanya diperlukan untuk mengurus uang pensiun, melainkan berguna untuk persyaratan pengurusan akta warisan, asuransi, hingga mengurus kepentingan perbankan. Selain berguna untuk syarat-syarat mengurus suatu keperluan, ia mengatakan akta kematian juga berguna sebagai validasi data kependudukan.

" Salah satunya untuk kepentingan data pemilih pemilu maupun pilkada. Ketika ada laporan atas meninggalnya penduduk, Disdukcapil pasti akan menerbitkan akta kematian dan menghapus data warga yang meninggal tersebut dari database kependudukan. Makanya, sering ada temuan penduduk sudah meninggal, tetapi tetap dimasukkan dalam data pemilih, karena memang tidak ada laporan mengenai meninggalnya penduduk bersangkutan ", katanya.

Menurut dia, masyarakat yang sadar mengurus Akta Kematian selama ini biasanya dari kalangan keluarga pegawai negeri sipil (PNS) karena diperlukan sebagai syarat untuk mengurus uang pensiun.

" Berbeda dengan Akta Kelahiran, masyarakat banyak yang mengurusnya. Namun, tidak banyak yang sadar mengurus Akta Kematian ", tambahnya.

Dirinya juga mengingatkan kepada masyarakat, bahwa permintaan akta kematian untuk peristiwa kematian yang telah lama terjadi atau lebih dari 10 tahun, maka prosesnya harus melalui penetapan pengadilan dulu, seperti tertuang dalam Surat Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Tanggal 17 Januari Tahun 2018 Nomor 472.12/932/DUKCAPIL.

Hardoyo mengharapkan para ketua RT serta kelurahan-kelurahan juga harus proaktif dalam pengurusan akta kematian, yakni segera melapor kepada Disdukcapil jika ada warganya meninggal untuk dibuatkan akta kematian.

" Ujung tombak-nya-kan RT yang paham dengan warganya ", pungkas Hardoyo. 
( Rz )

DEWAN APRESIASI LANGKAH CEPAT DINAS PENDIDIKAN

By On March 28, 2019






||www.beritakapuas.com||Sebanyak 87 Kepala Sekolah baru yang dilantik oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar, terdiri dari 76 Kepala Sekolah untuk jenjang pendidikan dasar (SD) dan 11 adalah SMP. Mereka yang dilantik ini untuk mengisi sekolah-sekolah yang kosong Kepala Sekolahnya dikarenakan ada yang pensiun, meninggal dunia dan mengundurkan diri, setelah sebelumnya ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt ) di sekolahnya masing-masing. 

Pada saat pelantikan dan pengambilan sumpah/janji yang bertempat di Gedung PGRI Sintang, Kamis (28/3/19) pagi tersebut, Lindra Azmar meminta para Kepala Sekolah baru ini agar melaksanakan tugas pokok Kepala Sekolah sebagai tugas bantu yakni sebagai manajerial, kewirausahaan dan supervisi kepada guru-guru di sekolah yang di pimpin.

Wakil Rakyat Sintang, Welbertus, mendukung langkah yang dilakukan  Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang yang telah bertindak cepat untuk mengangkat dan melantik Kepala Sekolah bagi sekolah yang kosong atau memiliki Kepala Sekolah definitif. Menurutnya, dengan telah dilantiknya Kepala Sekolah SD dan SMP ini akan memperlancar jalannya sekolah terlebih dalam mempersiapkan ujian nasional yang segera menjelang.

" Pelantikan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian guna peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Apalagi anak didik akan segera melaksanakan ujian “, ujarnya. Dirinya berharap, usai dilantik, para Kepala Sekolah untuk segera melaksanakan tugasnya, mempersiapkan para anak didik guna menghadapi ujian nasional, juga meningkatkan kualitas SDM melalui peningkatan mutu pendidikan.  ( Rz )

PEMEGANG BEASISWA PEMKAB WAJIB JADI DOKTER PROFESIONAL

By On March 27, 2019






||www.beritakapuas.com||Sebanyak 70 pelajar jurusan IPA calon mahasiswa kedokteran jalur beasiswa Pemkab Sintang mengikuti seleksi di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Sintang pada hari Selasa, 26 Maret 2019. Seleksi ini terbagi dalam dua tahap, tahap pertama akan menyaring 10 orang yang kemudian akan diikutkan dalam seleksi tahap dua di Pontianak untuk mendapatkan 5 orang. Dari 5 orang ini kemudian akan dipilih 3 orang lagi untuk menerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Sintang Tahun 2019.

Terkait dengan proses seleksi, anggota Komisi A DPRD Sintang, Markus Jembari mengharapkan dapat dilaksanakan dengan transparan, jujur dan tidak ada istilah jatah ataupun titipan. Dirinya sangat mengapresiasi seleksi tersebut dengan harapan menjadi daya saing yang baik bagi pelajar yang berminat untuk menjadi dokter untuk dapat mengoptimalkan akses dan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin optimal.

" Kita sangat mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Sintang dalam berupaya untuk memberikan akses kesehatan kepada masyarakat melalui program penambahan SDM untuk tenaga kesehatan. Kabupaten Sintang masih memerlukan tenaga kesehatan terlebih bagi daerah-daerah pelosok yang memerlukan perhatian serius dibidang kesehatan ", ujarnya.

Markus Jembari juga mengharapkan, lulusan dari jalur beasiswa Pemkab Sintang ini dapat menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional dan bertanggungjawab penuh pada profesinya serta bersedia melayani masyarakat dimana nanti dirinya ditugaskan. Ditambahkannya, pelayanan kesehatan yang prima di Kabupaten Sintang masih menjadi salah satu tantangan terberat dihadapi oleh pemerintah daerah.

" Harus diakui, derajat dan status kesehatan masyarakat kita masih perlu untuk diperbaiki dan ditingkatkan. Apalagi perkembangan berbagai penyakit terus berkembang di tengah masyarakat. Pola hidup sehat juga masih belum optimal dilakukan masyarakat dalam hidup sehari-hari ", kata Markus Jembari menambahkan.  ( Rz )

PERTAMA KALI, GEMPA SINTANG TERDETEKSI

By On March 27, 2019






||www.beritakapuas.com||Pada tanggal 27 Maret 2019 terdeteksi gempa bumi di wilayah Kabupaten Sintang. Gempa terjadi sekitar pukul 05.40 WIB dengan kekuatan 3,1 magnitudo pada kedalaman 5 km. Pusat gempa berada di darat, 48,63 km timur laut Kecamatan Sintang, atau tepatnya di 0,08 derajat LU dan 111,92 derajat BT. Gempa tersebut dirasakan oleh banyak warga di kawasan Bukit kelam.

Kepala Desa Kelam Sejahtera, Hermanus Tuguk membenarkan bahwa terjadi gempa di wilayah yang dipimpinnya. Hanya saja, getaran yang ditimbulkan tidak begitu kuat dan getarannya hanya 5 detik. Kondisi masyarakat juga tidak dalam kondisi panik sebab gempa yang ditimbulkan tidak terasa. Tapi masyarakat sudah diimbau untuk tetap waspada dengan segala kemungkinan yang bakal terjadi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward mengaku kaget mendengar kabar terjadinya gempa bumi berkekuatan 3,1 SR ini. Pasalnya Sintang  belum pernah mengalami bencana alam berupa gempa, apalagi di kawasan Bukit Kelam.

“ Kalau ini benar, maka ini pertama kalinya terjadi. Sebelumnya hanya longsor. Segala kemungkinan yang terjadi harus diinformasikan, sehingga masyarakat dapat mengambil langkah-langkah dini, terutama untuk menyelamatkan diri “, ungkap Jeffray Edward.

Untuk itu, Jeffray berharap masyarakat setempat agar selalu hati-hati dan waspada. Terutama yang tinggal di kawasan kaki Bukit Kelam. Begitu juga dengan intansi terkait seperti BKSDA dan lainnya, seharusnya sudah dapat memastikan kepada penduduk setempat terkait aman atau tidaknya kondisi saat ini.  ( Rz )

HUT SINTANG KESEMPATAN PROMOSI WISATA

By On March 27, 2019






||www.beritakapuas.com||Hari Jadi Kota Sintang yang diperingati tepat tanggal 10 Mei pada tiap tahunnya diharapkan dapat dijadikan momentum bagi Pemerintah Kabupaten Sintang untuk juga dijadikan sebagai tahun kunjungan wisata. Terutama pada HUT ke- 657 tahun 2019 ini yang akan sangat disayangkan jika momentum ini hanya dirasakan bagi masyarakat Sintang saja, sementara begitu banyak tempat wisata yang sudah ada maupun yang belum tergarap menanti.

Untuk itu Pemkab melalui Dinas Pariwisata dapat membangun komunikasi yang intens terhadap para pelaku usaha pariwisata, seperti PHRI, Asita dan organisasi pegiat kuliner agar terwujud inovasi untuk perkembangan pariwisata Kabupaten Sintang.

" Saya pikir Pemerintah Kabupaten Sintang melalui instansi terkait harus dapat menggunakan momentum ini guna menarik kunjungan wisata, minimal adalah wisatawan domestik “, demikian penyampaian anggota DPRD Sintang, Heri Maturida.

Menurutnya, meskipun peringatan hari jadi Kota Sintang baru beberapa tahun ini dilaksanakan, namun jika dilihat, animo keterlibatan dari masyarakat yang cukup tinggi, dan itu merupakan bukti dukungan masyarakat.

" Nah, sayang jika tidak dipergunakan sebagai penarik minat wisatawan untuk datang berkunjung ke Sintang. Sudah saatnya Kabupaten Sintang melirik hal tersebut sebagai bagian dukungan kepada pemerintah untuk menghasilkan devisa dari sektor pariwisata. Untuk kita tentunya akan meningkatkan PAD, sekaligus mendorong pelaku usaha sektor pariwisata menjadi pilihan bagi masyarakat. Ini seperti simbiosis mutualisme antara Pemkab dengan pelaku usaha pariwisata “, pungkasnya. ( Rz )

WAKIL RAKYAT SIAP KAWAL USULAN MASYARAKAT PADA MUSRENBANG 2019

By On March 26, 2019






||www.beritakapuas.com||MusRenBang Kabupaten Sintang tahun 2019 berlangsung di Gedung Pancasila pada hari Selasa, 26 Maret 2019. Kegiatan ini turut diwarnai kunjungan kerja resmi yang kedua dari Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, MM,MH. Adapun agenda acara saat itu adalah penyusunan Rencana Kerja  Pemerintah  Daerah ( RKPD ) Kabupaten Sintang tahun 2020.

Menurut Bupati  Sintang dr. Jarot Winarno, M.Med,PH, fokus pembangunan akan diprioritaskan untuk pembangunan Pos Lintas Batas Negara ( PLBN ) Sungai Kelik, pembangunan ruas-ruas jalan propinsi menuju Serawai  dan Ketungau, pembangunan SMA/SMKU, penyempurnaan Bandara Tebelian Air Port, dan penyelesaian Rumah Sakit Rujukan.

Dalam kata sambutannya  Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan,  bahwa dalam  kegiatan Musrenbang ini diharapkan dapat menyepakati  dan menyetujui  sasaran  pembangunan Kabupaten Sintang untuk Tahun 2020 bersama pemangku kepentingan  yang ada di Kabupaten Sintang mulai dari Pemerintah  Kabupaten Sintang, DPRD Kabupaten Sintang dan perwakilan masyarakat  baik itu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat  dan Akademisi lainnya.

Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward mengatakan, pihaknya akan terus mengawal dan memperjuangkan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten ini. “ DPRD senantiasa akan mengawal dan memperjuangkannya. Fungsi DPRD merupakan representasi masyarakat ini dipandang strategis tentang bagaimana keberpihakan DPRD untuk mengawal dan memperjuangkannya dan mengetahui apa yang menjadi keinginan masyarakat dalam pembangunan yang nantinya dikomunikasikan dengan pemerintah daerah ”, tuturnya.

Jeffray mengatakan bahwa Musrenbang merupakan tahapan penting sebagai rencana awal penjaringan aspirasi melalui masyarakat secara langsung yang akan menjadi masukan bagi pemerintah dalam melakukan pembangunan daerah. Namun, Jeffray mengingatkan agar para perangkat desa maupun SKPD dapat mengutamakan usulan-usulan yang sejalan dengan visi misi pembangunan dari Pemerintah Daerah.

“ Harus dipadukan dengan visi misi Pemerintah Daerah dalam konteks kerangka perencanaannya. Sehingga visi misi tersebut juga tercapai ”, tegasnya.  ( Rz )

PENUTUPAN TURNAMEN GANDIS, SYAHRONI HARAP DEDAI PERTAHANKAN BUPATI CUP

By On March 25, 2019




||www.beritakapuas.com||Turnamen sepak bola Pemuda Cup III yang berlangsung di Desa Gandis Hulu Kecamatan Dedai telah berakhir. Pada pertandingan final yang mempertemukan kesebelasan dari Desa Sungai Mali melawan tuan rumah turnamen yaitu kesebelasan Desa Gandis Hulu berakhir dengan kemenangan kesebelasan Desa Sungai Mali dengan skor tipis 1 – 0 . Pertandingan final pada hari Minggu, tanggal 24 Maret 2019 tersebut juga turut disaksikan oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno, dan anggota DPRD Kabupaten Sintang, Syahroni.

Ketua Komisi A DPRD Sintang, Syahroni mengucapkan selamat pada tuan rumah yang telah sukses menggelar turnamen rutin tersebut. Meski turnamen sudah berakhir, anggota dewan kabupaten ini berharap pembinaan di bidang olahraga tetap dilakukan. Mengingat, kegiatan olahraga selain bagus untuk menumbuh kembangkan semangat positif para pemuda, juga menjadi media untuk mencetak atlet atlet berbakat yang diharapkan bisa mengharumkan nama Bumi Senentang dalam berbagai event.

“ Selamat juga pada para pemenang. Yakni Sungai Mali sebagai Juara I, tuan rumah Desa Gandis Hulu sebagai juara II, PS Gandis HIlir sebagai juara III dan Desa Penyak Lalang sebagai juara IV. Saya juga mengapresiasi tim-tim yang sudah berpartisipasi dalam acara ini , ” ucap Syahroni.

Syahroni mengatakan, saat ini Kecamatan Dedai merupakan pemegang supremasi sepakbola tingkat Kabupaten Sintang yaitu Juara Bupati Cup. Dengan adanya turnamen tingkat desa di Desa Gandis Hulu ini, tentu akan mengasah kemampuan atlet atlet Kecamatan Dedai yang diharapkan mampu mempertahankan prestasi yang sudah diraih.

“ Kegiatan olahraga seperti ini tentu sangat positif. Harapannya, anak anak muda tidak hanya bersatu dalam bidang olahraga. Tetapi bisa menularkan semangat persatuan dalam pembangunan. Makanya, pembinaan melalui turnamen sepakbola tingkat desa juga harus digalakkan. Harapan kita, melalui turnamen tersebut melahirkan pemain pemain atau bibit bibit lokal yang mampu mengangkat nama Kabupaten Sintang ke kancah yang lebih tinggi , ” kata Syahroni.

Untuk mencapai prestasi maksimal diakui Syahroni tidaklah mudah. Oleh karena itu ia berpesan pada para atlet atau pemain bekerja keras dan disiplin.

“ Yang tak kalah penting adalah pembinaan yang dilakukan pemerintah, hendaknya dimulai dari tingkat paling bawah contohnya melalui turnamen tingkat desa seperti sekarang ini , ” ujar Syahroni kembali.

Sementara itu Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam pidatonya saat penutupan turnamen Pemuda Cup Desa Gandis Hulu turut berpesan agar tim kalah tidak putus asa.

“ Bagi yang kalah jangan putus asa. Selamat bagi yang juara. Jangan cepat puas karena masih banyak turnamen lain. Teruslah berlatih. Yang penting masyarakat Dedai bersatu , ” ujar Jarot.

Jarot Winarno juga mengatakan, bahwa olahraga tidak hanya sekedar mewujudkan masyarakat Sintang yang sehat. Tapi keberadaan sarana olahraga juga menjadi tempat untuk berkumpul dan hiburan. Selain itu juga akan menumbuhkan perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar.
( Rz )

HERI JAMBERI UNGKAP 3 HAL YANG PENGARUHI KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

By On March 25, 2019





||www.beritakapuas.com||Terkait dengan monitoring dan evaluasi ( MonEv ) yang dilakukan Sekda Sintang pada beberapa OPD layanan publik, anggota komisi A DPRD Sintang Heri Jamberi mengatakan bahwa kualitas layanan publik dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor  tersebut antara lain struktur organisasi, aparat yang merupakan pelayan publik, serta sistem dari pelayanan publik itu sendiri.

Faktor struktur organisasi menurut Heri Jamberi bergantung pada komponen – komponen pembentuknya, yaitu kompleksitas, formalisasi, dan sentralisasi. " Dari sinilah terbentuk mekanisme koordinasi formal serta pola interaksi dalam sebuah organisasi. Kompleksitas berarti struktur organisasi tersebut menerapkan tingkat pembagian kerja dan tingkat jabatan. Komponen formalisasi berkaitan dengan standard operating procedure (SOP). Terakhir, sentralisasi berkaitan dengan kewenangan pengambilan keputusan ", jelasnya.

" Apabila pemerintahan memiliki pembagian kerja yang sesuai kebutuhan, memiliki SOP yang jelas untuk tiap jenis pelayanannya, serta penerapan desentralisasi yang bertanggungjawab sehingga pengambilan keputusan dapat lebih cepat dan fleksibel, tentu akan dapat menunjang kualitas pelayanan publik ", tambah Heri Jamberi.

Dari sisi aparat atau pelayan publik itu sendiri, kemampuan aparatur pemerintah yang bersangkutan turut pula berperan penting dalam menentukan tingkat kualitas pelayanan publik pemerintah. “ Tentunya pemerintah akan mengelola dan membekali aparatnya sebagai sumber daya manusia yang dimiliki sehingga pemerintahan dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat ", katanya.

Selain itu Heri Jamberi menambahkan bahwa untuk memberikan pelayanan publik yang baik bagi masyarakat maka dibutuhkan sistem yang tertata rapi. " Selain berimbas pada kecepatan pelayanan, sistem pelayanan publik yang baik dapat menekan pungli dan tindak korupsi. Syarat pelayanan yang jelas, batas waktu, prosedur, serta tarif pelayanan yang transparan dapat mendorong tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah ", jelasnya.

" Beberapa kota di Indonesia mulai memanfaatkan sistem informasi manajemen perizinan terpadu guna mendukung pelayanan satu pintu. Sistem informasi yang lebih dikenal dengan e-government ini dapat mendukung penyelenggaraan layanan menjadi lebih jelas, mudah, dan transparan. Proses yang biasanya berbelit dan lama menjadi lebih efisien. Dari sisi pemerintah, data yang masuk terdokumentasi dengan baik sehingga dapat menjadi rujukan di kemudian hari. Penerapan teknologi dapat menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik “, ungkap Heri Jamberi.

Kondisi ketiga hal pokok inilah yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik pemerintah. Heri Jamberi mengingatkan, bahwa ketika pemerintah menerapkan pelayanan publik yang baik, maka tidak hanya masyarakat yang merasa terbantu, namun juga kinerja pemerintah akan semakin efektif dan efisien.  ( Rz )

RONI HIMBAU MANFAATKAN LISTRIK ALTERNATIF

By On March 24, 2019






||www.beritakapuas.com||Ketua Komisi B yang salah satunya membidangi bagian energi dan sumber daya alam, Florensius Roni, menyarankan supaya masyarakat Kabupaten Sintang jangan ragu memanfaatkan sumber daya alam di tempat masing-masing dapat dimanfaatkan sebagai penghasil listrik. Seperti misalnya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro ( PLTMH ) yang menggunakan air, ataupun sinar matahari sebagai salah satu alternatif lain jika PLTMH tidak dapat dibuat disatu wilayah. Letak wilayah Sintang yang berada di garis khatulistiwa memang menguntungkan juga untuk listrik tenaga surya.

Masyarakat pedalaman Kabupaten Sintang saat ini memang cukup banyak yang memakai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Ini merupakan pembangkit listrik alternatif yang menggunakan air yang berasal dari irigasi atau sungai sebagai penggeraknya, sangat berguna bagi masyarakat pedalaman yang dekat aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan energinya sendiri dan mengantisipasi kesulitan jaringan listrik nasional untuk menjangkaunya. Daya listrik yang dihasilkan PLMTH bisa mencapai  antara 5 kW - 100 kW.

" Tantangan yang akan dihadapi ketika membangun PLTMH di daerah pedalaman adalah akses yang sulit sehingga dibutuhkan biaya investasi yang besar. Memang pemerintah tentunya tidak akan mampu untuk mengalokasikan sepenuhnya anggaran, mengingat banyak hal lain yang perlu juga diperhatikan. Tentunya perlu dukungan pihak lain seperti swasta, aspirasi dari wakil rakyat dan juga swadaya masyarakat setempat ", tambah Roni.

Menurut Roni, semakin banyak PLTMH, maka akan semakin banyak desa-desa di pelosok Sintang yang belum terjangkau listrik negara, akan menjadi desa yang terang. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat untuk menjadikan Indonesia Terang. Seperti diketahui, jumlah PLTMH yang sudah di bangun di Kabupaten Sintang sebanyak 41 lokasi untuk Kecamatan Sepauk dan Tempunak, dan dua lokasi yang ada di Kecamatan Serawai dan Kecamatan Ambalau, dengan penerima manfaat sebanyak 876 rumah dan 2.610 orang. Total kapasitas PLTMH yang ada di Kabupaten Sintang saat ini adalah 700 kilowatt atau hampir mendekati 1 megawatt, yang mana pembangunan PLTMH di Sintang mulai tahun 1997. ( Rz )

PUSTU UNTUK GANDIS HULU

By On March 24, 2019





||www.beritakapuas.com||Anggota DPRD Sintang, Syahroni, turut mendampingi Bupati Sintang Jarot Winarno saat meresmikan Pustu di Desa Gandis Hulu, Minggu 24 Maret 2019. Turut ikut dalam rombongan kegiatan hari itu adalah Kepala Dinas Kesehatan, dr. Harsinto Linoh dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar. Selain itu tampak pula Camat Dedai, Subendi dan beberapa tokoh masyarakat.  

Jarot Winarno mengatakan bahwa pembangunan pustu ini sangat bermanfaat buat masyarakat, karena dengan demikian pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih dekat . Hal ini sesuai dengan indeks pembangunan desa dalam bidang kesehatan, dimana dalam waktu kurang dari 30 menit masyarakat desa harus sudah bisa menemukan fasilitas kesehatan.  Jarot juga berjanji akan minta kerjasama pihak DPRD untuk melengkapi beberapa fasilitas yang belum lengkap, seperti listrik, air dan beberapa furnitur penunjang.

Syahroni berharap dengan adanya Pustu ini, pelayanan kesehatan kepada masyarakat Desa Gandis Hulu dapat berjalan dengan lebih baik. Dirinya juga meminta supaya masyarakat dapat memelihara dan menjaga bangunan Pustu tersebut supaya dapat terus bermanfaat bagi masyarakat. Dimana pembangunan Pustu ini sendiri juga merupakan aspirasi masyarakat Desa Gandis Hulu sendiri yang disampaikan melalui Musrenbang.

“ Pengadaan Pustu memang kebutuhan mendasar jugalah fasilitas kesehatan ini di masyarakat. Kondisi di Desa Gandis Hulu ini belum ada fasilitas kesehatan yang dekat dengan mereka, akses jalan mereka ke ibukota kecamatan juga kadang kurang baik, pas banjir jalan mereka tergenang. Sehingga pada penganggaran tahun 2018 kemarin kita di DPRD mengalokasikan dana untuk membangun Pustu ini. Kita bekerja sama dengan dinas terkaitlah ya ”, papar Syahroni.

Kepala Desa Gandis Hulu, Hizra Firmasyah atas nama masyarakatnya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten atas bantuan fasilitas kesehatan tersebut. Ia berharap akan  ada perbaikan kesehatan bagi 700 lebih masyarakat yang dipimpinnya itu. “ Kami berharap kepada Kepala Dinas dan Kepala Puskesmas agar petugas yang ditempatkan di pustu ini dapat melayani dan berkomitmen dengan masyarakat di Gandis Hulu ini. Kepada masyarakat, mohon untuk bekerja sama dengan petugas yang nantinya akan bekerja di sini. Selain itu kita bersama menjaga bangunan pustu ini, ini milik kita bersama, agar pelayanan kesehatan ditempat kita dapat berjalan dengan baik dan lancar “, ucap Firmasyah.  ( Rz )

MENATA WISATA KELAM DEMI PAD

By On March 23, 2019






||www.beritakapuas.com||Anggota DPRD, Welbertus, mengaku turut menyayangkan potensi wisata alam Bukit Kelam di Kabupaten Sintang yang saat ini nampak terbengkalai.  Hal ini terlihat dari bangunan kios-kios yang ada di komplek Wisata Alam Bukit Kelam tersebut ternyata banyak yang kosong. Beberapa infrastruktur penunjang di kawasan tersebut kurang terawat, kumuh, bahkan banyak yang rusak. Sedangkan pembangunannya menelan biaya yang tidak sedikit. Padahal Bukit Kelam sebagai ikon dari Kabupaten Sintang diharapkan dapat menjadi penyumbang PAD dari sektor pariwisata.

Terkait dengan pengelolaan kawasan wisata alam Bukit Kelam tersebut, dirinya berharap agar dapat dilakukan dengan profesional dan manajemen yang jelas. “ Kalau dilakukan dengan manajemen yang profesional saya rasa kawasan tersebut akan menjadi primadona tidak saja oleh masyarakat lokal namun juga domestik bahkan mancanegara “, katanya.

Yang dimaksud Welbertus adalah bahwa bisa saja ada pihak kedua yang ditunjuk sebagai user untuk mengelola kawasan tersebut, sehingga dapat tertata dengan baik dan profesional, yang nantinya dapat menyumbangkan PAD bagi daerah dari sektor pariwisata. Sebagai mitra kerja Dinas Pariwisata, beliau berjanji akan memberikan masukan terkait langkah-langkah agar kawasan tersebut dapat dikelola maksimal dan optimal.

Memang menurut seorang pedagang makanan dan minuman di tempat tersebut, kawasan wisata ini sepi pengunjung pada hari-hari biasa. Pengunjung hanya ramai saat hari Minggu atau hari libur nasional seperti Natal, Lebaran dan Tahun Baru saja. Sedangkan fasilitas di kawasan wisata Bukit Kelam ini belum ada perubahan dari awal hingga kini. ( Rz )

PERUBAHAN MINAT BISNIS PROPERTI, TUAH : EKONOMI MASYARAKAT MEMBAIK

By On March 23, 2019




||www.beritakapuas.com||Akhir akhir ini perkembangan bisnis properti di Kabupaten Sintang mulai mengalami peralihan. Hal ini ditandai dengan jika sebelumnya konsumen cenderung mencari kavlingan tanah, kini mereka lebih berminat untuk mencari hunian berharga murah. Akibatnya penjualan kavlingan tanah pun mengalami penurunan, berbanding terbalik, permintaan akan hunian rumah pun semakin tinggi.

Seperti yang diungkapkan oleh beberapa pengembang atau developer di Kabupaten Sintang, antara lain dari Sintang Real Estate, yakni Eko Joko Susilo, bahwa kerap kali dia menemui konsumen yang justru bukan untuk membeli tanah kosong, tetapi justru mencari rumah siap huni. Para pencari rumah hunian siap pakai ini kebanyakan adalah pendatang baru yang bekerja di Kota Sintang, sehingga dapat dipastikan mereka membutuhkan rumah tinggal.

“ Secara umum, bisnis properti di Sintang saya amati ada penurunan pada minat beli masyarakat terhadap kavling tanah. Kerap kali konsumen justru mencari perumahan. Kebanyakan mereka adalah pendatang baru, yang bekerja di kota. Mereka pasti mencari rumah tinggal, terutama perumahan yang murah , “ ungkap Eko Joko Susilo, dari Sintang Real Estate, salah satu pengembang di Kota Sintang.

Melihat bisnis perumahan yang kian menggeliat, anggota DPRD Sintang, Tuah Mangasih menilai, hal tersebut membuktikan bahwa daya beli masyarakat Sintang sudah semakin tinggi. Itu juga menandakan bahwa ekonomi masyarakat juga sudah semakin membaik.

“ Di Sintang akhir akhir ini banyak pengembang yang membangun rumah siap pakai dengan model yang sangat kekinian. Sebagai wakil rakyat, tentu saya menyambut gembira geliat ekonomi yang semakin baik ini, dan salah satu imbasnya adalah meningkatkan daya beli masyarakat , ” ucap Tuah Mangasih.

Kebutuhan akan rumah tinggal yang layak, menurut Tuah Mangasih, merupakan kebutuhan utama manusia. Baginya, rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal, berteduh dari panas dan hujan, namun juga menjadi tempat rekreasi keluarga. Hal itu pun, kata dia, bisa dilihat dari bentuk rumah sekarang saat ini yang minimalis namun sangat menarik.

Oleh sebab itu, Tuah Mangasih juga meminta kepada para pengembang atau pihak developer perumahan agar membangun rumah dengan kualitas yang baik, supaya masyarakat tidak dirugikan dan merasa senang. Begitu pula kepada Pemda atau pemerintah kabupaten, untuk dapat hadir dalam bidang bisnis perumahan siap huni tersebut. Dengan demikian semua pihak semuanya dapat diuntungkan, baik itu pihak konsumen atau pembeli rumah tersebut, maupun pihak pengembang atau pihak developer perumahan.
( Rz )

MASIH DATANGKAN KOMODITI DARI LUAR, DEWAN INGIN MASYARAKAT LIRIK PELUANG

By On March 23, 2019




||www.beritakapuas.com||Kebutuhan komoditi peternakan di Sintang, sebagian besar masih dipasok dari luar kabupaten. Hal ini disebabkan karena produktifitas lokal yang belum mampu memenuhi kebutuhan Kabupaten Sintang secara penuh. Padahal kebutuhan Kabupaten Sintang mulai dari komoditi daging sapi, ayam, serta telur, bisa dibilang sangat banyak.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Wiryono, mengatakan bahwa untuk kebutuhan sapi, dalam sehari dibutuhkan 6 sampai 8 ekor. Kebutuhan ini akan melejit saat hari hari besar, seperti Idul Fitri maupuan Idul Adha. Wiryono mengatakan, 80 persen pasokan sapi di Sintang berasal dari luar Kabupaten Sintang, selebihnya produksi lokal.

“ Hampir semua komoditi ternak didatangkan dari luar Sintang, baik itu sapi, kambing, ayam, dan telur. Ada yang mengambil dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Pengusaha bilang kalau ambil dari sana biayanya lebih murah , ” ungkap Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Wiryono.

Meski produksi sapi lokal belum mampu mencukupi kebutuhan di daerah sendiri, namun pihaknya berupaya agar kebutuhan daging sapi di masyarakat tetap terpenuhi. Monitoring serta koordinasi intens dengan pengusaha terus dilakukan agar ketersediaan daging sapi terpenuhi.

Sementara untuk kebutuhan telur, lanjut Wiryono, juga masih didominasi dari luar daerah. Hampir 100 persen kebutuhan telur dipasok dari Singkawang. Padahal dalam sehari, kebutuhan telur di Sintang mencapai 15 sampai 20 ton.

“ Kebutuhan itu akan melonjak saat hari hari besar. Sementara produksi lokal hanya mampu memasok kurang lebih 200 kg per hari , ” terang Wiryono lagi.

Berbeda dengan sapi dan telur, pasokan ayam dan kambing lebih banyak berasal dari produksi lokal. Untuk kebutuhan ayam, menurut Wiryono, Sintang telah membangun kemitraan yang melibatkan inti dan plasma. Hasilnya, 80 persen kebutuhan ayam di Sintang berasal dari lokal, sementara 20 persen di antaranya dipasok dari luar daerah. Untuk per harinya, kebutuhan ayam di Sintang mencapai 5 ribu sampai 6 ribu ekor.

Sementara itu, anggota DPRD Sintang, Tuah Mangasih mengatakan, komoditi pasar seperti telur, ayam, sapi dan lain lain merupakan kebutuhan utama masyarakat. Diakuinya memang, sehari hari untuk kebutuhan di Sintang masih banyak yg didatangkan dari luar, bahkan beberapa jenis sayur mayur juga ada yang dari luar.

“ Peluang ini sebenarnya harus dilirik oleh masyarakat sebagai peluang usaha keluarga, untuk menambah income ekonomi masyarakat , ” ujar Tuah Mangasih.

Menurut Tuah Mangasih, masyarakat bisa ambil skala rumah tangga dulu, sambil belajar. Pemerintah juga harus hadir dengan memberikan pembinaan dan penyuluhan. Tapi entah kenapa, dikatakannya banyak yang belum tertarik. Maka dari itu peran Pemkab melalui dinas terkait, bagaimana solusinya agar bisa memotivasi masyarakat untuk mengambil peluang itu, dan bertindak sebagai pelaku bisnis.

“ Pilihlah bidang yang pas, misalnya menjadi peternak ayam petelur maupun peternak ayam pedaging. Tenaga penyuluhkan sudah ada, bahkan cukup banyak di Sintang ini, manfaatkan itu , ” kata Tuah Mangasih kembali.

Ia juga berharap, masyarakat ulet dan aktif, dan tentunya pemerintah juga harus terus mendorong tumbuhnya industry industri kecil ( home industry ).

“ Bila ini berjalan dengan baik, tentu ke depannya Kabupaten Sintang tidak perlu datangkan komoditi dari daerah lain lagi untuk kebutuhan komoditi pasar , ” pungkas Tuah Mangasih.

Apabila Kabupaten Sintang telah mampu mencukup kebutuhan komoditi ternaknya sendiri, maka diyakini harga harga komoditi komoditi tersebut akan jauh lebih murah. Dengan demikian masyarakat Sintang dapat lebih mudah mendapatkannya. Sehingga, untuk memperoleh hidup sehat dan gizi seimbang tidak perlu mengeluarkan biaya mahal.
( Rz )

DEWAN INGINKAN PARTISIPASI AKTIF MASYARAKAT SUKSESKAN PEMILU

By On March 23, 2019




||www.beritakapuas.com||Sebagaimana yang telah diketahui kita semua, Pemilu Serentak 2019, merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Sintang. Dimana dalam pemilu serentak kali ini akan ada lima surat suara yang akan dicoblos oleh masyarakat. Diantaranya surat suara untuk Pemilihan Presiden ( Pilpres ), pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR RI ), pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ), pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Propinsi, dan pemilihan untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten atau Kota.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Hardoyo, berharap seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat di Kabupaten Sintang, untuk dapat bersinergi menyukseskan pemilu serentak pada 17 April 2019 mendatang tersebut.

Berbagai cara menurut Hardoyo dapat dilakukan untuk turut menyukseskan pesta demokrasi tersebut. Salah satunya dengan berperan aktif dalam proses pemilu tersebut, dengan cara memberikan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“ Kalau sudah begitu, tentu masyarakat turut andil ikut sukseskan pemilu. Penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Sintang pun berjalan secara taat azas dan taat aturan , ” ujar Hardoyo.

Salah satu indikator sukses sebuah pesta demokrasi itu adalah partisipasi masyarakat yang mampu mencapai 78 %. Sementara di Kabupaten Sintang, tingkat partisipasi masyarakat saat pemilihan Gubernur Kalimantan Barat yang lalu baru mencapai angka partisipasi 77 %. Memang hanya kurang sedikit lagi. Dalam Pemilu Serentak 17 April nanti diharapkan tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Sintang dapat mencapai 78 %.

Selain itu, Hardoyo juga berharap, peningkatan kualitas pemilu pada demokrasi harus didukung oleh semua stakeholder pembangunan. Tentu semua ini demi kemajuan daerah dan bangsa ke arah yang lebih baik ke depannya. Hardoyo juga memberikan apresiasi kepada aparat keamanan, baik itu TNI maupun Polri, sebab hingga saat ini tahapan demokrasi berlangsung dengan aman, damai, dan sejuk.

“ Kebersamaan kita pada momen ini merupakan perwujudan komitmen untuk memberikan dukungan terhadap proses pembangunan demokrasi dengan penuh tanggung jawab. Kita harap kondisi Kamtibmas yang aman, damai, dan sejuk ini selalu terjaga hingga 17 April nanti , ” pungkas Hardoyo.
( Rz )

DEWAN TERUS DORONG REALISASI PEMBANGUNAN PLBN SUNGAI KELIK

By On March 22, 2019





||www.beritakapuas.com||Pemerintah Republik Indonesia merencanakan akan membangun beberapa Pos Lintas Batas Negara (PLBN) baru di tahun 2019 ini. Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, yang mengatakan bahwa pemerintah akan membangun 11 buah lagi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) pada 2019 ini. Berdasarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 PLBN, termasuk salah satunya PLBN Sungai Kelik, maka dari itu, tahun 2019 ini, Pempus telah mengalokasikan anggaran Rp 129 miliar. Tak hanya dari Pempus, Pemerintah Propinsi Kalbar juga tak tinggal diam, dimana telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk membangun ruas jalan yang dimulai dari Sintang.

Anggota DPRD Sintang, Julian Sahri, berharap PLBN Sungai Kelik ini bisa menjadi prioritas utama Pemda Sintang untuk dapat diwujudkan. Karena menurutnya, PLBN ini akan sangat membantu sekali untuk mendongkrak berbagai sektor yang dapat menguntungkan, baik untuk pemerintah maupun masyarakat, terutama di sektor ekonomi.

Julian meminta Pemda Sintang untuk tetap proaktif, agar PLBN ini benar-benar dapat terwujud sesuai dengan yang diinginkan bersama, mengingat wacana PLBN Sungai Kelik ini sudah lama digaungkan. Dirinya mengatakan bahwa DPRD Sintang dari beberapa tahun yang lalu sudah mendorong agar pemerintah tetap terus melakukan berbagai upaya, supaya ini PLBN ini dapat segera terwujud.

Julian juga mengakui, bahwa selama ini peran Pemda Sintang memang juga sudah sangat luar biasa sekali untuk mewujudkan PLBN Sungai Kelik ini. “ Upaya yang dilakukan Pemda sudah terlihat, dengan sudah didapatkan titik terang untuk pembangunannya, karena sudah diakomodir oleh Pemerintah Pusat. Namun perjuangan mesti terus ditingkatkan lagi, agar segera terealisasi ”, pungkasnya.  ( Rz )

DEWAN DUKUNG ADANYA SENTRA OLEH-OLEH KHAS SINTANG

By On March 22, 2019






||www.beritakapuas.com||Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ( HIPMI ) Sintang bekerjasama dengan Tempat Aksi Kreatif Sintang (Takin), membuat suatu program yang dinamakan Lapak Sintang. Dimana tujuannya untuk mewadahi produk atau jasa para pelaku ekonomi kreatif/UKM yang nantinya akan jadi pusat oleh-oleh Kabupaten Sintang. Ketua Hipmi Sintang, Mardiyansyah, mengatakan bahwa dalam Lapak Sintang ini pihaknya mengandeng pelaku UKM dan pelaku ekonomi kreatif, baik kuliner, fashion, photografer, seni pertunjukan musik, kriya dan lain sebagainya. Dimana mereka semua nanti akan berkumpul di Lapak Sintang untuk memasarkan produknya.

Ide ini memang harus dibangun segera, mengingat sudah sangat lama dicanangkan. Ditambah lagi, di Sintang ke depannya ada banyak event besar yang akan mendatangkan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. “ Dengan begini, kita harapkan, saat orang berkunjung ke Sintang, tidak kebingungan lagi untuk mencari oleh-oleh. Karena sudah kita sediakan di Lapak Sintang, untuk opening Insya Allah kita targetkan April ini sudah terbentuk. Tentu dengan event ke depan yang akan ada di Sintang, kita dapat mengenalkan, ini loh oleh-oleh khas Sintang ”, terang Mardiansyah.

Program Lapak Sintang ini ternyata disambut baik anggota DPRD Sintang, Herimaturida. Menurutnya, selama ini memang belum ada ciri khas oleh-oleh dari Bumi Senentang, padahal banyak sekali produk-produk unggulan khas Sintang yang dapat dijadikan oleh-oleh. Baik itu berupa makanan, kerajinan tangan, kesenian budaya dan lain-lain. Melalui Lapak Sintang inilah, pelaku ekonomi kreatif diberikan wadah, agar produk-produk khas Kabupaten Sintang yang dibuat dapat dikenalkan oleh khalayak ramai, sehingga dapat dijadikan oleh-oleh khas Bumi Senentang. Karena selama ini, wisatawan kebingungan untuk mencari oleh-oleh khas Sintang apabila berkunjung ke sini, sebab belum ada suatu wadah untuk mengenalkan produk-produk khas Sintang tersebut.

“ Dengan adanya Lapak Sintang ini juga, wisatawan baik lokal maupun mancanegara tak kebingungan lagi untuk mencari oleh-oleh bila berkunjung ke sini, tentu dengan adanya Lapak Sintang ini, juga akan mengangkat perekonomian masyarakat, khususnya pelaku ekonomi kreatif. Kita harapkanlah program Lapak Sintang ini benar-benar bisa terwujud. Yang pasti kita sangat mendukung sekali dengan adanya program tersebut ”, pungkasnya. ( Rz )

WELBERTUS SUKAI SEMANGAT PENDIRIAN PERGURUAN TINGGI PKR

By On March 22, 2019




||www.beritakapuas.com||Anggota dewan daerah Kabupaten Sintang, Welbertus, menyatakan sangat mendukung dan menyukai semangat kawan-kawan ICMI OrDa Sintang yang telah merekomendasikan pendirian perguruan tinggi negeri di wilayah bakal Propinsi Kapuas Raya. Sebab PTN di wilayah bakal PKR tentu berimbas positif bagi masyarakat banyak yang ada di wilayah tersebut. Apalagi jika pendirian PTN ini bisa membantu mempercepat proses pendirian propinsi baru ini yang sudah lama dinantikan banyak pihak.

Beliau yakin bahwa PTN ini jika sudah berdiri akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Kalbar terutama masyarakat kawasan timur. Apalagi jika dikaitkan dengan peningkatan Angka Partisipasi Kasar ( APK ) pendidikan tinggi di Kalbar yang hanya 20,98 % , lebih rendah daripada Kaltara yang notabene adalah propinsi baru yang APK-nya sudah mencapai 24,35 %. PTN di wilayah bakal PKR juga berguna untuk mengurangi urbanisasi pendidikan tinggi, dimana PTN ini dapat menyediakan pilihan baru bagi orang tua dan calon mahasiswa untuk masuk PTN tanpa harus jauh dari daerah asal.

Berdasarkan kajian dari ICMI OrDa Kabupaten Sintang, yang prosesnya berlangsung sekitar 6 minggu, potensi calon mahasiswa di bakal wilayah PKR sangat besar, mencapai 36 ribu orang. Selain itu dengan adanya PTN ini, APK yang semula hanya 20% berpotensi meningkat ke angka 30-40%. Melalui ketua-nya, Kurniawan, ICMI bahkan sudah memikirkan berbagai alternatif nama PTN tersebut, yakni, Universitas Teknologi Sintang, atau Universitas Teknologi Sultan Nata, ataupun Universitas Teknologi Bumi Senentang. Sedangkan luas lahan yang dibutuhkan minimal 30 hektar. 

“ ICMI OrDa Kabupaten Sintang siap berkomunikasi dengan berbagai organisasi cendikiawan lainnya, seperti misalnya ISKA dan PIKI, dalam menindaklanjuti hasil kajian ini “, kata Kurniawan. 

Senada dengan Kurniawan, Welbertus menyarankan, dalam proses pendirian PTN ini harus mempertimbangkan berbagai hal, termasuk merangkul semua unsur-unsur yang ada untuk bekerjasama. Yang terutama tentu melibatkan pemerintah daerah dalam prosesnya. Jangan lupa juga mengenai tenaga pengajar-nya yang harus dicermati secara serius, juga wilayah / tanah tempat pendiriannya. Jangan sampai persoalan lahan menjadi polemik dan di kemudian hari ada sengketa lahan, seperti yang banyak terjadi di berbagai tempat. 

“Intinya, harus berkeadilan “, pungkas Welbertus. ( Rz )

HERI JAMBERI SAMBUT GEMBIRA PEMBANGUNAN PLBN

By On March 21, 2019





||www.beritakapuas.com||Pemerintah Republik Indonesia merencanakan akan membangun beberapa Pos Lintas Batas Negara (PLBN) baru di tahun 2019 ini. Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, yang mengatakan bahwa pemerintah akan membangun 11 buah lagi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) pada 2019 ini. Salah satu PLBN tersebut terdapat di Kabupaten Sintang tepatnya di Sungai Kelik.

Anggota DPRD Sintang, Heri Jamberi, menyambut baik rencana pemerintah yang akan segera membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kabupaten Sintang ini, mengingat Sintang merupakan daerah perbatasan yang masih mengalami keterbelakangan dalam pembangunan infrastruktur. Heri Jamberi mengatakan bahwa beranda negara ini harus ada di wilayah Ketungau Hulu Kabupaten Sintang, mengingat saat ini ada sekitar 60 jalan tikus di kawasan Ketungau Hulu yang menjadi sarana masyarakat perbatasan ke luar negeri.

Warga Indonesia khususnya masyarakat perbatasan memiliki kepentingan cukup besar dengan adanya PLBN yang direncanakan  akan di bangun di Sungai Kelik Ketungau Hulu ini. “ Setidaknya masyarakat perbatasan dapat keluar masuk perbatasan secara legal dan masyarakat tidak was-was,  selain itu juga dapat menjaga masuknya barang- barang illegal ke wilayah perbatasan “, ungkap Heri Jamberi.

Adapun kesebelas PLBN yang akan dibangun pada tahun 2019 ini yaitu :

     1.       PLBN Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau;
     2.       PLBN Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat;
     3.       PLBN Sei Kelik, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat;
     4.       PLBN Long Nawang, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara;
     5.       PLBN Labang, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara;
     6.       PLBN Sei Nyamuk, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara;
     7.       PLBN Oepoli, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
     8.       PLBN Napan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
     9.       PLBN Yetetkun, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua;
     10.   PLBN Sota, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua;
     11.   PLBN Long Midang Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimatan Utara.

( Rz )

PAK TUAH SAMBUT BAIK PTN BAKAL PKR

By On March 20, 2019

Kurniawan paparkan kajian ICMI OrDa Kabupaten Sintang


||www.beritakapuas.com||Anggota Komisi C DPRD Sintang, Tuah Mangasih menyambut baik jika ada wacana atau keinginan untuk mendirikan Perguruan Tinggi Negeri di wilayah calon Propinsi Kapuas Raya nantinya. Menurut politikus PDI Perjuangan ini, dengan adanya Perguruan Tinggi negeri ini nanti, akan dapat membantu membuktikan kesiapan dari pembentukan PKR. Hal tersebut disampaikan Tuah Mangasih terkait dengan rilisnya hasil kajian dari ICMI OrDa Kabupaten Sintang untuk pendirian Perguruan Tinggi Negeri.

Adapun sebelumnya ICMI OrDa Kabupaten Sintang melalui ketuanya, Kurniawan, mempublikasikan hasil kajian tersebut pada hari Rabu, 20 Maret 2019, mengambil tempat di sekretariat mereka di Jl. M.T Haryono, Kapuas Kanan Hulu, Sintang.

Kajian ICMI OrDa Kabupaten Sintang secara singkat menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : 


1. PTN di cakupan wilayah bakal PKR sudah sangat layak dilihat dari aspek input & output;
2. Opsi pendirian PTN baru paling menguntungkan daripada merubah status PTS menjadi PTN;
3. Jenis PTN nya lebih kepada Universitas Teknologi yang menerapkan konsep Entrepreneurship University;
4. Fakultas & Program Studi yang tepat adalah Fakultas Ekonomi & Bisnis, Teknik Pertambangan, Pertanian & Kehutanan, FKIP, MIPA, Bahasa dan Ilmu Kesehatan. 

“ Wilayah Kapuas Raya itu sangat luas, SDA nya sangat banyak, semua potensi ini harus dikelola oleh SDM yang kreatif, inovatif, dan profesional. Dan itu harus diperoleh dari jebolan-jebolan PTN di wilayah PKR. Selain itu kita sedang menyongsong bonus demografi yang akan dimulai tahun 2020 dan puncaknya pada tahun 2030. Bonus demografi itu adalah struktur penduduk yang usia produktifnya lebih besar dibandingkan usia nonproduktifnya “, Kurniawan menjelaskan.

“ Hal yang mendasari ICMI melakukan kajian ini adalah karena ternyata semua propinsi di Republik Indonesia ini mempunyai PTN, terutama universitas. Jika PKR terbentuk, maka harus juga ada perguruan tingginya, terutama berupa perguruan tinggi negeri “, kata ketua ICMI OrDa Kabupaten Sintang itu lagi.

Pak Tuah mengatakan : “ Saya pikir memang suatu keharusan sebagai bagian dari bentuk infrastruktur calon PKR yang saat ini kembali diperjuangkan. Artinya PKR memang layak ada, dan adanya PTN ini nantinya juga untuk memperpendek rentang bagi dunia pendidikan tinggi di wilayah PKR. Jadi saya pribadi sangat mendukung tujuan itu. DPRD Sintang juga pasti sama “.

Tuah Mangasih juga mengingatkan, untuk saat ini terhitung per-Januari 2017 pemerintah memberlakukan moratorium sementara izin untuk mendirikan perguruan tinggi, dan akan fokus pada upaya mendorong perguruan tinggi yang sudah ada semakin banyak mendapat akreditasi A. Namun untuk di calon PKR mungkin ada pengecualian karena masuk 3T yakni terluar, terdepan dan tertinggal.

" Saya dengar ada surat edaran tentang moratorium itu. Pemerintah melalui Kemendikti, saat ini fokus untuk melakukan akreditasi. Tapi mungkin ada celah lain karena 3 wilayah di calon PKR berbatasan dengan negara tetangga yang dianggap beranda terdepan negara Indonesia ",ujar Tuah Mangasih. ( Rz )



Contact Form

Name

Email *

Message *