MASIH DATANGKAN KOMODITI DARI LUAR, DEWAN INGIN MASYARAKAT LIRIK PELUANG

 on Sunday, March 24, 2019  




||www.beritakapuas.com||Kebutuhan komoditi peternakan di Sintang, sebagian besar masih dipasok dari luar kabupaten. Hal ini disebabkan karena produktifitas lokal yang belum mampu memenuhi kebutuhan Kabupaten Sintang secara penuh. Padahal kebutuhan Kabupaten Sintang mulai dari komoditi daging sapi, ayam, serta telur, bisa dibilang sangat banyak.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Wiryono, mengatakan bahwa untuk kebutuhan sapi, dalam sehari dibutuhkan 6 sampai 8 ekor. Kebutuhan ini akan melejit saat hari hari besar, seperti Idul Fitri maupuan Idul Adha. Wiryono mengatakan, 80 persen pasokan sapi di Sintang berasal dari luar Kabupaten Sintang, selebihnya produksi lokal.

“ Hampir semua komoditi ternak didatangkan dari luar Sintang, baik itu sapi, kambing, ayam, dan telur. Ada yang mengambil dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Pengusaha bilang kalau ambil dari sana biayanya lebih murah , ” ungkap Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Wiryono.

Meski produksi sapi lokal belum mampu mencukupi kebutuhan di daerah sendiri, namun pihaknya berupaya agar kebutuhan daging sapi di masyarakat tetap terpenuhi. Monitoring serta koordinasi intens dengan pengusaha terus dilakukan agar ketersediaan daging sapi terpenuhi.

Sementara untuk kebutuhan telur, lanjut Wiryono, juga masih didominasi dari luar daerah. Hampir 100 persen kebutuhan telur dipasok dari Singkawang. Padahal dalam sehari, kebutuhan telur di Sintang mencapai 15 sampai 20 ton.

“ Kebutuhan itu akan melonjak saat hari hari besar. Sementara produksi lokal hanya mampu memasok kurang lebih 200 kg per hari , ” terang Wiryono lagi.

Berbeda dengan sapi dan telur, pasokan ayam dan kambing lebih banyak berasal dari produksi lokal. Untuk kebutuhan ayam, menurut Wiryono, Sintang telah membangun kemitraan yang melibatkan inti dan plasma. Hasilnya, 80 persen kebutuhan ayam di Sintang berasal dari lokal, sementara 20 persen di antaranya dipasok dari luar daerah. Untuk per harinya, kebutuhan ayam di Sintang mencapai 5 ribu sampai 6 ribu ekor.

Sementara itu, anggota DPRD Sintang, Tuah Mangasih mengatakan, komoditi pasar seperti telur, ayam, sapi dan lain lain merupakan kebutuhan utama masyarakat. Diakuinya memang, sehari hari untuk kebutuhan di Sintang masih banyak yg didatangkan dari luar, bahkan beberapa jenis sayur mayur juga ada yang dari luar.

“ Peluang ini sebenarnya harus dilirik oleh masyarakat sebagai peluang usaha keluarga, untuk menambah income ekonomi masyarakat , ” ujar Tuah Mangasih.

Menurut Tuah Mangasih, masyarakat bisa ambil skala rumah tangga dulu, sambil belajar. Pemerintah juga harus hadir dengan memberikan pembinaan dan penyuluhan. Tapi entah kenapa, dikatakannya banyak yang belum tertarik. Maka dari itu peran Pemkab melalui dinas terkait, bagaimana solusinya agar bisa memotivasi masyarakat untuk mengambil peluang itu, dan bertindak sebagai pelaku bisnis.

“ Pilihlah bidang yang pas, misalnya menjadi peternak ayam petelur maupun peternak ayam pedaging. Tenaga penyuluhkan sudah ada, bahkan cukup banyak di Sintang ini, manfaatkan itu , ” kata Tuah Mangasih kembali.

Ia juga berharap, masyarakat ulet dan aktif, dan tentunya pemerintah juga harus terus mendorong tumbuhnya industry industri kecil ( home industry ).

“ Bila ini berjalan dengan baik, tentu ke depannya Kabupaten Sintang tidak perlu datangkan komoditi dari daerah lain lagi untuk kebutuhan komoditi pasar , ” pungkas Tuah Mangasih.

Apabila Kabupaten Sintang telah mampu mencukup kebutuhan komoditi ternaknya sendiri, maka diyakini harga harga komoditi komoditi tersebut akan jauh lebih murah. Dengan demikian masyarakat Sintang dapat lebih mudah mendapatkannya. Sehingga, untuk memperoleh hidup sehat dan gizi seimbang tidak perlu mengeluarkan biaya mahal.
( Rz )
MASIH DATANGKAN KOMODITI DARI LUAR, DEWAN INGIN MASYARAKAT LIRIK PELUANG 4.5 5 Rizky Sunday, March 24, 2019 ||www.beritakapuas.com|| Kebutuhan komoditi peternakan di Sintang, sebagian besar masih dipasok dari luar kabupaten. Hal ini diseba...


Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Contributors

Sports

Media

Contact Form

Name

Email *

Message *