HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

REVOLUSI INDUSTRI 4.0, MODEL PEMBELAJARAN HARUS SESUAI KEBUTUHAN JAMAN

By On April 30, 2019




||www.beritakapuas.com||Menghadapi revolusi industri 4.0 tentu bukan perkara mudah. Sederet hal perlu dipersiapkan, misalnya saja dengan merubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada saat ini. Demikian disampaikan Tuah Mangasih, anggota DPRD Kabupaten Sintang beberapa saat yang lalu.

" Negara perlu merubah tiga hal dari sisi edukasi. Yang paling fundamental adalah mengubah sifat dan pola pikir anak anak zaman sekarang. Selanjutnya, sekolah harus bisa mengasah dan mengembangkan bakat seorang anak. Terakhir, institusi pendidikan tinggi seharusnya mampu mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman , " ujar Tuah Mangasih, anggota DPRD Sintang periode 2014 - 2019 dari Komisi C.

Untuk maju, sebuah negara tentu harus melakukan perubahan di berbagai bidang. Apalagi saat ini, ketika Indonesia tengah menghadapi era revolusi industri 4.0 di mana persaingan kian ketat. Salah satu perubahan itu bisa terbentuk dengan perbaikan sumber daya manusia. Pemerintah perlu memberikan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan anak anak, misalnya dengan menyediakan teknologi yang mumpuni. 

" Diperlukan perpindahan makna KKN menjadi Komunikasi, Kolaborasi, dan Networking untuk membangun generasi muda Indonesia yang lebih baik. Jadi bukan KKN paradigma lama yakni Korupsi, Kolusi dan Nepotisme , " kata Tuah.

Dengan menyediakan berbagai fasilitas yang sesuai kebutuhan dan tuntutan zaman, diharapkan anak anak muda Indonesia dapat mengantongi bekal yang cukup dalam menghadapi berbagai tantangan di era revolusi industri 4.0 ini. Mengingat kondisi teknologi yang selalu berubah, diperlukan kemampuan adaptasi yang tinggi agar tidak ketinggalan zaman. Anak anak muda Indonesia khususnya di Kabupaten Sintang juga diharapkan mampu bersaing dan memiliki nilai nilainya sendiri.

" Perkembangan teknologi itukan dinamis. Teknologi berkembang tak mengenal ruang dan waktu ataupun kondisi suatu wilayah. Teknologi tetap akan memasuki kehidupan, meskipun misalnya wilayah Sintang yang banyak memerlukan perhatian dari sisi infrastruktur. Jadi bagaimana kita yang ada ini siap untuk menerimanya, itulah tantangannya , " jelas Tuah Mangasih.

Pendidikan 4.0 merupakan istilah umum yang dipakai oleh para ahli teori pendidikan untuk menggambarkan beragam cara dalam mengintegrasikan teknologi cyber, baik secara fisik maupun tidak, ke dalam dunia pembelajaran. Konsep ini juga merupakan lompatan dari Pendidikan 3.0 yang lebih mencakup pertemuan ilmu saraf, psikolofi kognitif, dan teknologi pendidikan menggunakan teknologi digital dan mobile berbasis web.

Dalam hal ini, pendidikan 4.0 berada jauh di atas hal tersebut. Bahkan dalam beberapa hal, pendidikan 4.0 merupakan fenomena yang timbul sebagai respon terhadap kebutuhan revolusi industri 4.0, di mana manusia dan mesin diselaraskan untuk memperoleh solusi, memecahkan berbagai masalah yang dihadapi, serta menemukan berbagai kemungkinan inovasi baru yang dapat dimanfaatkan bagi perbaikan kehidupan manusia modern.

Untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, diperlukan pendidikan yang dapat membentuk generasi kreatif, inovatif, serta kompetitif. Hal tersebut salah satunya dapat dicapai dengan cara mengoptimalisasi penggunaan teknologi sebagai alat bantu pendidikan yang diharapkan mampu menghasilkan output yang dapat mengikuti atau mengubah zaman menjadi lebih baik. Indonesia pun perlu meningkatkan kualitas lulusan sesuai dunia kerja dan tuntutan teknologi digital.

" Sudah saatnya kita meninggalkan proses pembelajaran yang cenderung mengutamakan hapalan atau sekadar menemukan satu jawaban benar dari soal. Metode pembelajaran pendidikan harus mulai beralih menjadi proses proses pemikiran yang visioner, termasuk mengasah kemampuan cara berpikir kreatif dan inovatif. Hal ini diperlukan untuk menghadapi berbagai perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan , " tegas Tuah Mangasih.
( Rz )

DEWAN ANJURKAN GEMAR MEMBACA DIMULAI DARI LINGKUP KELUARGA

By On April 30, 2019




||www.beritakapuas.com||Secara umum, kondisi minat baca bangsa Indonesia memang cukup memprihatinkan. Berdasarkan studi " Most Littered Nation In the World " yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat membaca.

" Harus dimulai dari rumah. Mungkin mereka yang baru berkeluarga sudah mulai menanamkan budaya itu. Pergunakan waktu berkumpul untuk membaca paling lama 1 jam, dan mungkin bisa melakukan diskusi setelahnya. Memang sulit, tapi kalau dicoba saya pikir bukan suatu kesulitan , " demikian anjuran Jeffray Edward, Ketua DPRD Kabupaten Sintang Jeffray Edward, Senin ( 29 / 04 /19 ).

Jeffray mengakui jika membaca belum jadi budaya di Indonesia. Namun hal tersebut bukanlah halangan untuk memasyarakatkannya sejak usia dini. Dirinya sangat terobsesi dengan budaya orang Jepang yang menempatkan membaca sebagai bagian dari budaya.

" Jadi saya sangat terobsesi budaya itu. Kalo di Indonesia budaya adalah hal hal yang turun temurun dari nenek moyang. Tapi kalau Jepang memasukkan membaca sebagai budaya turun temurun , " ungkap Jeffray.

Pembudayaan kegemaran membaca harus ditanamkan dan dilatih pada anak anak sejak dini serta berkelanjutan dalam kondisi yang kondusif, harmonis dan komunikatif. Bahkah kemampuan berkomunikasi pada siapapun harus diawali dengan kegemaran membaca.

" Ditambah lagi dengan era digital di mana kita bisa mencari bahan bacaan apa saja, namun membaca buku akan lebih baik lagi karena tak akan terhalang apapun , “ ujar Jeffray.

Minat baca Indonesia persis berada di bawah Thailand ( 59 ) dan di atas Bostwana ( 61 ). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca peringkat Indonesia berada di atas Negara negara Eropa.

" Tapi seiring berjalannya waktu, minat baca masyarakat semakin meningkat , “ harap Jeffray.

Meski tidak signifikan, tapi pada tahun 2017 persentasenya mencapai 37 persen. Sedangkan di tahun 2018, kenaikan yang siginifikan terjadi di tengah masyarakat Indonesia yang terus sadar akan pentingnya membaca.

“ Faktornya itu karena masyarakat semakin membutuhkan informasi yang lebih luas , " ujar Jeffray.

Selain itu, kita juga punya Perda tentang perpustakaan yang tentunya semakin banyak wadah bagi masyarakat untuk membaca. Jeffray berharap, melalui dinas terkait bisa dilakukan cara untuk menumbuhkan minat baca, misalnya dengan mewajibkan 1 jam di sekolah untuk membaca. Namun itu sebaiknya dilakukan di tingkat dasar.
( Rz )

MELKIANUS HARAP KIAT GURU TINGKATKAN KINERJA PENDIDIK

By On April 29, 2019




||www.beritakapuas.com||Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Melkianus, menyampaikan bahwa permasalahan pendidikan di Sintang hingga saat ini masih menjadi permasalahan serius, yang harus ditangani oleh pemerintah daerah sesegera mungkin.

Untuk itu dirinya mengharapkan, kegiatan Program Kinerja dan Akuntabilitas Guru ( KIAT Guru ) ke depannya akan meningkatkan  meningkatkan  kinerja para guru dan pendidik di Kabupaten Sintang, sehingga  secara bertahap akan dapat  meningkatkan  nilai  Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ) Kabupaten Sintang hingga tahun 2021 mendatang.

Melkianus menambahkan, secara umum Pendidikan di Indonesia belum merata. Kesenjangan kualitas pendidikan antara di kota dengan di daerah terpencil masih tinggi. Masih banyak sekolah sekolah di daerah terpencil yang masih belum mendapat  perhatian serius. Permasalahan yang utama adalah sarana dan prasarana yang rusak berat serta masih rendahnya kualitas guru.

" Ini adalah masalah secara nasional, tak terkecuali di Kabupaten Sintang ini. Terutama masalah sarana prasarana pendidikan, masih banyaknya ruang kelas dalam kondisi rusak  sedang dan rusak berat serta aksebilitas yang masih rendah yang diakibatkan infrastruktur jalan  yang belum memadai , serta masih rendahnya kualitas tenaga guru dan tenaga pendidikan , " ungkap Melkianus.

Selain masih terbatasnya kemampuan pemerintah daerah dalam pengalokasian dana anggaran di bidang pendidikan, penyebaran tenaga guru yang belum merata di seluruh wilayah kecamatan dan desa khususnya  di daerah daerah terpencil dan tertinggal masih jadi kendala.

" Harus pula diakui, bahwa ini menjadi masalah karena alokasi anggaran yang masih kurang termasuk penyebaran guru , " kata Melkianus lagi.

Selain itu, Melkianus juga mengungkapkan persoalan IPM Sintang yang masih rendah, di bawah IPM propinsi dan nasional termasuk juga angka kemiskinan juga menjadi masalah.

“ Kita juga masih berjuang untuk dapat meningkatkan angka IPM yang hingga saat ini masih rendah, nilai Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ) Kabupaten Sintang tahun 2017 ada di angka 65, 16 masih rendah di bawah nilai IPM Propinsi Kalbar yang sudah mencapai  66,26 dan IPM Nasional 70, 81 , “ ujar Melkianus.
( Rz )

UCAPKAN DUKACITA, JEFFRAY HARAP PEMILU KE DEPAN TIDAK ADA LAGI YANG MENINGGAL

By On April 28, 2019




||www.beritakapuas.com||Menurut Jeffray Edward, ketua DPRD Kabupaten Sintang, yang juga caleg incumbent ini, Pemilu 2019 merupakan pemilu serentak pertama yang dilaksanakan dalam sejarah Indonesia bahkan dalam pelaksanaan pemilu yang demokratis di dunia. Bahkan beberapa petugas penyelenggara Pemilu Serentak 2019 ini juga ada yang meninggal, termasuk di wilayah Kabupaten Sintang.

" Harus diakui, ini adalah pemilu yang sangat berat yang pernah dilaksanakan dalam sejarah pemilu di Indonesia, bahkan dunia karena menggabungkan dua pemilihan dalam sekali pelaksanaan , " jelas Jefrray.

Dalam hal ini, Jeffray Edward menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya 5 Petugas Penyelenggara Pemilu 2019, baik KPPS, PPS, PPK dan Linmas yang ada di Kabupaten Sintang. Ia berharap peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam penyelenggaraan Pemilu mendatang.

" Selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Sintang,  saya dan atas nama seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sintang, termasuk juga selaku Ketua DPC PDI Perjuangan dan seluruh anggota, menyatakan duka cita yang mendalam atas wafatnya para penyelenggara pemilu ad hock di bawah KPU , " ungkap Jeffray pada Sabtu, ( 27 / 04 / 19 ).

Secara nasional, jumlah petugas yang meninggal dalam melaksanakan tugas sudah hampir mendekati 300 orang yang rata rata meninggal dikarenakan beban psikis serta kelelahan yang luar biasa.

" Saya di sela kegiatan sebagai caleg petahana yang juga saat ini mengikuti jalannya rekapitulasi juga tak luput mengikuti perkembangan berita terkait banyaknya petugas yang wafat, termasuk yang ada di Kabupaten Sintang. Terakhir saya baca di media online sudah mendekati 300 orang atau tepatnya rilis yang dikeluarkan KPU Pusat sebanyak 272 yang meninggal, dan itu belum termasuk mereka yang dirawat intensif , " ungkap Jeffray.

Jeffray bahkan menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi dalam sejarah pelaksanaan Pemilu yang menimpa para petugas penyelenggara di tingkat bawah. Dirinya berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pembelajaran terbesar dalam proses pelaksanaan pemilu ke depannya.

" Ya, ini bisa disebut tragedi nasional lah, karena merata di setiap provinsi di Indonesia. Saya berharap ini jadi pembelajaran yang sangat berharga untuk pelaksanaan pemilu berikutnya , " kata Jeffray.

Tentang apakah pemilu selanjutnya perlu dilakukan perubahan pola dengan tidak menggabungkan pemilu lainnya, Jeffray meyakini jika KPU dengan peristiwa ini sudah dapat menyimpulkan apa yang terbaik untuk pemilu ke depannya sehingga tidak ada lagi pengulangan peristiwa.

" Saya meyakini, KPU dan Pemerintah dengan adanya peristiwa ini sudah dapat menarik kesimpulan apa yang akan diperbuat untuk pemilu selanjutnya. Kalau bicara pribadi, ya saya minta pemilu serentak ini harus ditinjau ulang , " tegas Jeffray.

Hingga saat ini, KPU mencatat jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS ) yang meninggal dunia sebanyak 272 orang. Sedangkan 1.878 orang sakit. Berdasarkan data tersebut, total petugas KPPS yang meninggal dunia dan sakit berjumlah 2.150 orang. Data diambil Sabtu ( 27 / 04 / 19 ) pukul 18.00 WIB.
( Rz )

AIR KOTOR DAN SERING MENYENDAT, PDAM DIMINTA TINJAU ULANG SARANA PRASARANA AIR BERSIH

By On April 28, 2019




||www.beritakapuas.com||Adanya pengaduan masyarakat bahwa air bersih yang didistribusikan oleh Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) masih jauh dari kata layak konsumsi. Air yang disalurkan ke rumah pelanggan hanya bisa digunakan untuk keperluan mencuci lantaran keruh. Selain kualitas, warga juga mengeluhkan pendistribusian air bersih sering tersendat. 

Masalah air bersih ini menjadi perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Sintang. Ketua Komisi B DPRD Sintang, Florensius Roni, meminta kepada pemerintah daerah supaya segera mengatasi persoalan air bersih tersebut. Solusi jangka pendek perlu dilakukan, karena air bersih merupakan kebutuhan dasar warga yang harus dipenuhi. 

“ Perlu adanya solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi persoalan air bersih tersebut. Banyak warga yang mengeluhkan kondisi air bersih itu , ” ucap Roni, Sabtu ( 27 / 04 / 19 ).

Roni menuturkan, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi terkait sistem dan sarana dan prasarana pengelolaan air bersih milik PDAM. 

“ Sarana dan prasarana pengeloaan air bersih itu perlu ditinjau ulang , ” tutur Roni.

 Ketua Komisi B juga mengingatkan kembali agar PDAM Tirta Senentang dapat segera menjangkau pelanggan yang hingga saat ini masih menggunakan sumur bor ataupun mensuplai langsung dari sungai.

" Itu harus segera dilakukan, mengingat keperluan akan air yang layak pakai sudah menjadi kebutuhan, meskipun itu hanya untuk cuci dan mandi. Berapa jumlah pelanggan saat ini juga kita harus ketahui, sehingga jika ada kendala akan dapat menjadi usulan kita ke pemerintah daerah , " ujar Roni.

Menurut Floresnsius Roni, dirinya masih ingat akan permintaan dari Bupati Sintang Jarot Winarno, sebelum dilakukan pergantian Dirut PDAM agar PDAM Tirta Senentang dapat menjangkau 10 ribu pelanggan dari 6 ribu pelanggan saat itu. 

" Bahkan Bupati sampai mengingatkan agar ke depannya PDAM memperoleh keuntungan sebab tidak sedikit APBD yang digelontorkan ke perusahaan plat merah itu , " ujar Roni lagi.

Bahkan, lanjutnya menceritakan, Bupati Sintang menginginkan agar PDAM Tirta Senentang dapat membuat produk diversifikasi usaha yaitu dengan memproduksi air minum dalam kemasan.

" Bupati berharap PDAM Sintang dapat berkembang menjadi Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) yang besar,  yang bisa mengawinkan antara fungsi sosial, pelayanan dan ada kesinambungan bisnis , " kata Florensius Roni.

Seperti diketahui, PDAM Sintang merupakan Perusahaan Daerah Air Minum satu satunya milik Pemda Sintang  yang bergerak di bidang jasa dan pelayanan distribusi air bersih utk masyarakat di Kabupaten Sintang. PDAM Sintang ini awalnya dibangun pada tahun 1975 dan mulai beroperasi pada tahun 1979 dengan saat itu jumlah debit air yang dialiri sebesar 20 liter perdetik.

Kemudian pembangunan saat itu dibantu oleh  Badan Pengolahan Air Minum dan kemudian pada tanggal 15 Desember 1988 proyek ini merupakan proyek dari Menteri Pekerjaan Umum di mana mulai diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang dan sejak itulah PDAM terbentuk. Kemudian pada tanggal 2 Januari 1989, Bupati  Sintang saat itu, Daniel Toding meresmikan operasional PDAM.
( Rz )

PROGRAMA PENYULUH 2020, DEWAN KATAKAN WAJIB SESUAI IPW

By On April 27, 2019




||www.beritakapuas.com||Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang , pada hari Jumat, ( 26 / 4 / 2019 ), menggelar Penyusunan Programa Penyuluh Pertanian tahun 2020 , yang dilaksanakan di ruang pertemuan Botani.

Kegiatan ini dihadiri 45 orang , yang berasal dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan , Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi UKM , Perguruan Tinggi , Perbankan , Credit Union , Kontak Tani Nelayan Andalan ( KTNA ) , HKTI , Koordinator BPP , Petugas POPT Kabupaten , Anggota Kelompok Tani , dan Gabungan Kelompok Tani se Kabupaten Sintang.

Ketua Komisi B DPRD Sintang, Florensius Roni, mengatakan bahwa Penyuluh Pertanian PNS maupun THL dalam bekerja harus mengacu pada Programa Penyuluhan Pertanian sebagaimana diatur pada Permentan No 25 tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian.

" Artinya, dalam bekerja Penyuluh Pertanian PNS dan THL harus mengacu pada Programa Penyuluhan Pertanian yang dibuat oleh petani dan difasilitasi oleh Penyuluh Pertanian , " ujar Roni.

Menurut Roni, Programa Penyuluhan Pertanian disusun secara berjenjang. Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian dimulai dari tingkat desa/kelurahan sampai di tingkat nasional sebagaimana tuntutan Undang Undang No 16 Tahun 2006 SP3K. Data dasar penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian berasal dari data data hasil penggalian IPW ( Identifikasi Potensi Wilayah ). 

" Kegiatan IPW dilaksanakan di desa/kelurahan oleh petani dan difasilitasi Penyuluh Pertanian yang dilakukan sebelum penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian , " kata Roni.

Data data IPW, berupa data data yang disampaikan dalam bentuk profil desa dan data data agro ekosistem pendukung pengelolaan usaha tani meliputi penggalian data data monografi desa/kelurahan, pemanfaatan lahan pertanian terkait dengan luas areal dan komoditi usaha tani yang ditekuni oleh petani, kelembagaan petani/ Gapoktan, kelembagaan  agribisnis, penerapan teknologi pada pengeloaan usaha tani dan permasalahan permasalahan yang dihadapi petani. 

" Hasil IPW merupakan acuan dasar penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian untuk menentukan kegiatan penyuluhan , " pungkas Roni.

Sementara itu , Bupati Sintang , Jarot Winarno mengatakan , bahwa di Kabupaten Sintang ada masalah terhadap program pertanian yang belum terintegrasi.

“ Satu yang kita temukan , yaitu belum terintegrasikannya program LSM , Pemerintah dan berbagai sektor , yang dikeluhkan oleh para petani itu , pembangunan tidak sesuai dengan kebutuhan , jadi program kita banyak belum terintegrasi dengan baik , sehingga di tingkat bawah juga akan mengikutinya ” , kata Jarot Winarno.
( Rz )

SUDAH ADA PERDA, SAATNYA TINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT

By On April 24, 2019




||www.beritakapuas.com||Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Sintang, Anton Isdianto mengapresiasi adanya kegiatan sosialisasi Perda mengenai perpustakaan.

“ Salah satu hal penting adalah membaca dan kita akan memperoleh ilmu di dalamnya. Salah satu tugas dari perpustakaan itu sendiri adalah bagaimana minat membaca di kalangan generasi muda dapat meningkat , ” harap Anton.

Ia berharap, dengan adanya perda ini dapat membuat seluruh kini masyarakat menggunakan perpustakaan sebagaimana mestinya.

“ Ini adalah hal yang sangat bagus mengingat dari banyaknya kabupaten / kota yang ada di Kalimantan Barat, baru Sintang lah yang memiliki perda tersebut , ” tutur Anton.

Perpustakaan mempunyai peran penting sebagai sumber informasi. Untuk itu, keberadaan perpustakaan perlu didorong dengan baik salah satunya adalah dengan memberikan payung hukum.

“ Payung hukum sangat penting diberikan agar dalam operasional perpustakaan semakin bagus, baik dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kerja , ” ujar Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Bidang Administrasi Umum, Marchues Agen ketika membuka acara sosialisasi Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Perpustakaan, di Aula Kantor CU Keling Kumang Sintang, Selasa ( 23 / 04 / 19 ).

Senada, menurut Afen, pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan diarahkan pada upaya untuk meningkatkan kegemaran membaca di kalangan masyarakat.

“ Selain sumber informasi, perpustakaan juga merupakan institusi yang mengelola koleksi data yang sangat luas dan lengkap. Dengan demikian, melalui pengelolaan dan penyelenggaraan perpustakaan sebagai sarana pembelajaran kita mau mewujudkan masyarakat yang cerdas , ” ucap Afen.

Sementara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang, Iwan Setiadi, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan gemar membaca khususnya di kalangan generasi muda.

“ Payung hukum ini nantinya akan membantu masyarakat dalam menggunakan keberadaan perpustakaan. Intinya, kami terus berupaya agar gemar membaca semakin marak terutama di kalangan generasi mileneal , ” ucap Iwan.
( Rz )

PERDA PERPUSTAKAAN, SINTANG ADALAH PELOPOR UNTUK KALBAR

By On April 24, 2019




||www.beritakapuas.com||Menurut Jeffray Edward, ketua DPRD Kabupaten Sintang, perpustakaan berperan sangat penting sebagai sumber informasi. Hal ini karena, perpustakaan juga merupakan institusi yang mengelola koleksi data yang sangat luas dan lengkap. Disanalah gudang segala informasi yang dibutuhkan oleh siapapun, terkhusus pelajar dan mahasiswa.

Karena itulah Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Perpustakaan disahkan. Perda tersebut disosialisasikan oleh Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum, Marchues Afen, di Aula Kantor CU Keling Kumang Sintang, Selasa ( 23 / 04 / 19 ).

Ketua DPRD Kabupaten Sintang mengatakan jika Kabupaten Sintang adalah satu satunya kabupaten / kota di Kalimantan Barat yang memiliki Peraturan Daerah tentang perpustakaan.

" Memang hanya Kabupaten Sintang yang punya payung hukum tentang perpustakaan yang baru kita sahkan , " ungkapnya.

Jeffray sendiri menceritakan, dalam tahapan pembentukan perda, terdapat beberapa aspirasi dari masyarakat dalam upaya pembuatan regulasi daerah terkait tentang perpustakaan daerah. 

"Antara lain adalah hubungan antara perpustakaan propinsi dengan perpustakaan kabupaten / kota, serta mengatur pendanaan terkait penyelenggaraan perpustakaan dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya melakukan gerakan gemar membaca di lingkungan masyarakat Sintang , " ujar Jeffray.

Dalam pembukaan Undang Undang Dasar RI mengamanatkan bahwa salah satu tujuan negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan, memiliki peranan penting untuk mendorong dan memfasilitasi pengetahuan di samping sebagai pelestari nilai sosial.

"Salah satu upaya yang sangat strategis demi mewujudkan tujuan tersebut adalah melalui pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat , " ungkap Jeffray.

Perda penyelenggaraan perpustakaan menurut Jeffray dapat menjadi panduan bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) terkait dalam mengembangkan inovasi model model perpustakaan dalam menunjang pembangunan daerah di sektor pendidikan.

“ Perda penyelenggaraan perpustakaan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kecerdasan anak bangsa, dibarengi dengan peningkatan mutu sumber daya manusia ( SDM ) dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Sintang. Perda ini harus menjadi pedoman bagi seluruh Badan Perpustakaan dalam melaksanakan fungsi tugasnya untuk mencerdaskan masyarakat Sintang , ” kata Jeffray.

Dengan adanya perda perpustakaan ini, selain sebagai pedoman juga sebagai landasan bagi institusi serta dunia pendidikan dan masyarakat kabupaten Sintang untuk memasyarakatkan budaya membaca dengan memanfaatkan Perpustakaan di setiap lini.
( Rz )

LISTRIK PADAM, DEWAN SAYANGKAN UNBK JADI TERTUNDA

By On April 24, 2019




||www.beritakapuas.com||Meski secara umum lancar, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK ) sempat terkendala. Di beberapa wilayah terjadi pemadaman listrik, yaitu di daerah Baning, Kecamatan Kelam, dan Kecamatan Kayan Hilir.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Sintang, Welbertus, sangat menyayangkan adanya kendala seperti ini yang terjadi pada saat pelaksanaan UNBK.

“ Tentu ini akan memberikan pengaruh pada mental siswa meskipun dengan persentase tidak terlalu banyak. Saya harap, pelaksanaan UNBK hingga selesai tak lagi ada kendala berarti , ” tutur Welbertus.

Welbertus juga berharap pelaksanaan UN ke depannya dapat dipersiapkan sebaik mungkin sehingga tidak ada kendala serupa yang dapat mengganggu pelaksanaan UN khususnya UNBK.

“ Ke depannya, kita berharap kendala teknis seperti ini dapat diantisipasi dari awal dengan menyiapkan plan A dan plan B sehingga hal serupa tak terjadi lagi. Tentu saja ini merupakan tanggung jawab seluruh lini, artinya bukan cuma pemerintah saja, masyarakat juga harus turut serta dalam menyukseskan UN , ” tukas Welbertus.

Menurut Ketua Panitia UN Kabupaten Sintang, Ernawati , hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK ) tingkat SMP/MTs di beberapa daerah di Kabupaten Sintang sempat mengalami kendala pemadaman listrik. Akibat kendala tersebut, pelaksanaan UNBK di tempat terjadinya pemadaman listrik harus tertunda.

“ Pelaksanaan berjalan baik hanya saja di beberapa daerah sempat terjadi kendala yaitu pemadaman listrik seperti di daerah Baning, Kecamatan Kelam dan Kecamatan Kayan Hilir. Untuk daerah Baning, pelaksanaan UNBK sesi ketiga tertunda sekitar tiga puluh menit, namun untuk wilayah Kelam dan Kayan Hilir sesi tiga tertunda hingga satu jam , ” ucapnya Ernawati, Selasa ( 22 / 04 / 19).
 
Senada, Ernawati yang juga sebagai Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang menjelaskan meskipun mendapatkan tambahan waktu, keterlambatan pelaksanaan UNBK yang dikarenakan kendala ini dapat mempengaruhi mental dari siswa yang menandai peserta UNBK tersebut.

“ Jika kendala begini, akan ada tambahan waktu sesuai dengan waktu yang tertunda. Jika kendalanya belum dapat diselesaikan maka akan diberlakukan ujian susulan, ini tentunya akan mempengaruhi mental anak dalam mengerjakan UN , ” tutur Ernawati.

Untuk itu, Ernawati berharap pelaksanaan UNBK maupun UNKP ( Ujian Nasional Kertas Pensil ) di hari berikutnya dapat berjalan aman dan lancar.

“ Kita sudah berupaya untuk berkoordinasi baik dengan pihak PLN maupun Telkom, tentu kita berharap kendala demikian tak lagi terjadi, kecuali dikarenakan faktor alam , ” lanjut Ernawati.

Smentara itu, Manager PLN Rayon Sintang, Djuanda Afief Nugroho mengungkapkan bahwa kendala yang terjadi dikarenakan kendala temporer.

“ Untuk daerah Baning, ada gangguan temporer jadi hanya sesaat saja dan tidak dalam waktu yang lama. Untuk daerah lain, akan kita usahakan sebaik mungkin tidak mengalami kendala lagi , ” kata Nugroho.
( Rz )

BELUM SEMUA UNBK, DEWAN HIMBAU DIKNAS AJUKAN ANGGARAN

By On April 24, 2019




||www.beritakapuas.com||Jika UN tingkat SMA/sederajat wajib menerapkan metode Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), namun untuk tingkat SMP/sederajat masih menerapkan dua metode. Selain menerapkan metode UNBK, SMP/sederajat juga masih ada menerapkan metode Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP), termasuk di Kota Sintang. Hal ini tak lain karena masih minimnya sarana komputer yang dimiliki sekolah.

" Kita harapkan Dinas Pendidikan terus mengajukan anggaran bagi sekolah sekolah yang belum memiliki laboratorium komputer. Karena selain bisa digunakan untuk UNBK, sarana komputer itu juga bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar anak anak sehari hari , " kata Anggota Komisi C DPRD Sintang, Welbertus, Selasa ( 23 / 04 / 19 ).

Siswa kelas IX di semua SMP/sederajat, mengikuti Ujian Nasional ( UN ) yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada 23 - 26 April 2018. Untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer, Askiman, Wakil Bupati Sintang turut menjelaskan kendalanya ada pada jaringan internet yang belum sampai ke pedalaman.

“ Ya, jaringan internet kita belum sampai ke desa desa di Kabupaten Sintang, dengan demikian kita berharap agar Pemerintah Pusat berkehendak secara total agar ke depannya sistem jaringan internet harus bisa sampai ke pelosok negeri, jika ingin menggunakan ujian nasional berbasis komputer, kalau itu lancar, tentunya akan bagus dan luar biasa pelaksanaan UNBK nya ” , harap Askiman.

Lebih lanjut, Welbertus, anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan itu berpesan kepada peserta didik SMP sederajat yang mengikuti UN tahun ini agar tidak melakukan coret coret baju seragam usai mengikuti seluruh rangkaian UN.

" Diimbau kepada siswa setelah ujian jangan lakukan coret coret, jangan melakukan konvoi atau merusak fasilitas umum. Sebagai anak harapan bangsa bersikaplah terpuji. Dan kalau bisa baju seragam yang sudah tidak dipakai lagi dapat diberikan kepada adik adik kelasnya yang membutuhkan , " himbau Welbertus.
( Rz )

WELBERTUS PUJI PELAKSANAAN UN DI KABUPATEN SINTANG

By On April 23, 2019




||www.beritakapuas.com||Welbertus, Politisi PDI Perjuangan mengatakan, pihaknya sangat mendukung pelaksanaan ujian nasional. Anggota DPRD Sintang dari Komisi C tersebut, mengatakan bahwa pelaksanaan ujian nasional berlangsung lancar dan aman baik SD maupun SMP. Secara umum, ujian nasional se Kabupaten Sintang tidak ditemukan adanya kendala. Lantaran persiapan yang dilakukan telah matang.

" Ya, tadi kita sudah lihat sama sama pelaksanaan UN SD dan SMP yang dilaksanakan pada tahun ini sungguh luar biasa, begitu aman, lancar dan tertib, tidak ada dapat keluhan masalah peralatan yang tersedia, semuanya berjalan dengan baik,mulai dari sesi pertama sesi kedua dan sesi ketiga untuk UNBK nya ” , kata Welbertus.

Dirinya berkata akan berusaha menganggarkan kepada Pemerintah Daerah guna memenuhi kebutuhan berupa komputer guna pelaksanaan ujian nasional kedepannya.

“ Dari Pemerintah sendiri ada memberikan bantuan berupa komputer untuk menunjang pelaksanaan ujian nasional. Karena memang ini program yang baru dan kita memang harus menjangkaunya, tetapi, semua komponen, mulai dari komite sekolah juga memberikan dukungan, namun belum sepenuhnya sekolah menggunakan berbasis komputer, kita terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan kewajiban seperti ini. Dewan tentunya akan berusaha menambahkan anggaran untuk itu , " tambah Welbertus.

Dari informasi yang dirinya terima, pelaksanaan Ujian Nasional yang Berbasis Komputer di Kabupaten Sintang tahun ini baru diikuti sebanyak 37 sekolah baik SMP maupun Madrasah Tsanawiyah.

" Untuk di Kabupaten Sintang tingkat SMP yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer itu ada 37 Sekolah, dengan klasifikasi 24 SMP dan 13 Madrasah Tsanawiyah , " ungkap Welbertus lagi.

Sedangkan sekolah yang tidak menyelenggaran UN berbasis komputer, ungkapnya lagi totalnya mencapai 93 sekolah. Dirinya menambahkan, adapun peserta didik yang mengikuti ujian nasional se Kabupaten Sintang adalah 7.559 orang.

" Untuk peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer sebanyak 2.893 peserta, dan untuk peserta Ujian Nasional berbasis Kertas dan Pensil sebanyak 4.666 peserta , " tambah Welbertus.

Khusus untuk Sekolah Dasar, pelaksanaan ujian nasional masih menggunakan cara lama, yakni kertas dan pensil yang jumlahnya 432.

" Jadi dari 432 SD tersebut dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu Sekolah Penyelenggara sebanyak 184 SD dan Sekolah yang Menggabung sebanyak 248 SD, sehingga totalnya sebanyak 432 SD dengan diikuti sebanyak 8.621 peserta Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar ” , Welbertus menjelaskan.
( Rz )

UNBK, INGATKAN KITA AKAN PENTINGNYA INFRASTRUKTUR INTERNET DAN LISTRIK

By On April 23, 2019




||www.beritakapuas.com||Anggota Dewan Sintang, Kusnadi berharap pelaksanaan UNBK dan UNKP tahun 2019 dapat berjalan aman dan lancar. Meskipun masih ditemukan kendala utama, khususnya di wilayah pedalaman Sintang. Secara umum, di Sintang, Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK ) tingkat SMP/MTS dan juga Ujian Nasional Kertas Pensil ( UNKP ) se Kabupaten Sintang tidak ditemukannya kendala. Lantaran persiapan yang dilakukan telah matang. Hanya saja, keterbatasan persoalan jaringan internet, juga listrik, khususnya di wilayah pedalaman Sintang masih dialami.

Mengenai persoalan jaringan internet di wilayah pedalaman, menurut Kusnadi, selalu dialami Sintang dari tahun ke tahun dan belum mendapatkan solusi riil.

“ Kita harap ini menjadi perhatian bersama baik Pemkab Sintang, Propinsi, dan Pempus. Infrastruktur jaringan internet saat ini sangat penting, apalagi saat melaksanakan UNBK , ” kata Kusnadi.

DPRD Sintang, tambah Kusnadi, selalu mendukung penuh pelaksanaan UNBK tingkat SMP/MTS se Kabupaten Sintang. Oleh karenanya, diharapkan kepada peserta UNBK agar dapat mengikutinya dengan serius dan teliti.

“Kita harap anak anak kita lulus 100 persen UNBK ya , ” harap Kusnadi.

Pemerintah Pusat ( Pempus ) diharapkan agar membangun sistem jaringan internet, khususnya wilayah pedalaman. Langkah itu dinilai penting untuk dilakukan dalam mendukung dan mensukseskan pelaksanaan UNBK.

“ Ya, jaringan internet kita belum sampai ke desa desa di Kabupaten Sintang, dengan demikian kita berharap agar Pemerintah Pusat berkehendak secara total agar ke depannya sistem jaringan internet harus bisa sampai ke pelosok negeri, jika ingin menggunakan ujian nasional berbasis komputer, kalau itu lancar, tentunya akan bagus dan luar biasa pelaksanaan UNBK nya ” , harap Wakil Bupati Sintang, Askiman usai meninjau pelaksanaan UNBK dan UNKP, Senin ( 22 / 04/ 2019 ).

“ UNBK dan UNKP masih berjalan aman, lancar, dan tertib  ya di Kota Sintang. Kita juga tidak ada mendapat keluhan dari peserta dan pelaksanannya. Untuk wilayah pedalaman kita harap bisa dibangun jaringan di sana oleh Pempus , ” Wakil Bupati Sintang menambahkan.

Kendati masih dalam suasana Pemilu, sampa saat ini pihaknya belum menerima laporan dan keluhan dari sejumlah daerah yang melaksanakan UNBK.

“ Dari daerah tidak ada laporan, karena ini persiapannya sudah luar biasa matang, sistemnya sudah berjalan dengan baik, walaupun masih dalam suasana pemilu tentunya pelaksanaan Ujian Nasional tidak berpengaruh, semuanya berjalan dengan lancar dan aman , ” kata Askiman.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud ) Kabupaten Sintang, ada 37 sekolah yang melaksanakan UNBK dan 93 sekolah UNKP.

“ Dari 37 sekolah itu ada 24 SMP, 13 Madrasah Tsanawiyah, dan 93 sekolah UNKP , ” ungkap Kadisdikbud Sintang, Lindra Azmar.

Sementara, peserta yang mengikuti UNBK dan UNKP tingkat SMP di Kabupaten Sintang sebanyak 7.559 peserta. Selain itu, Ujian Nasional pada tingkat Sekolah Dasar ( SD ) menggunakan sistem kertas dan pensil sebanyak 432 SD dengan jumlah pesertanya sebanyak 8.621 siswa dan siswi.
( Rz )

PETUGAS PEMILU EMBAN TUGAS BERAT, JEFFRAY SIMPATI DAN TAWARKAN SOLUSI

By On April 22, 2019




||www.beritakapuas.com||Menurut Jeffray, ketua DPRD Kabupaten Sintang, faktor kelelahan dirasakan sebagai penyebab utama kisah kisah memilukan para petugas Pemilu Serentak 2019. Karena para petugas tersebut harus menempuh perjalanan yang cukup jauh terlebih ke wilayah di mana TPS yang sulit dijangkau dengan transportasi.

" Memang tidak dipungkiri, kelelahan karena kurang istirahat adalah faktor penyebab utamanya, di samping kemungkinan lain yakni bawaan kesehatan dari para petugas tersebut , " kata Jeffray bersimpati, Minggu ( 21 / 04 / 19 ).

Untuk itu, dirinya mengusulkan untuk ke depannya, para petugas tersebut sebelum penugasan untuk diperiksa kesehatannya guna mengetahui riwayat dari kesehatannya.

" Saya pikir dengan pemeriksaan kesehatan tentunya akan ada pertimbangan bagi petugas apakah dapat melaksanakan tugas yang berat tersebut. Jika memang kesehatan kurang baik, mungkin untuk kepolisian ditempatkan di dalam kota. Khusus petugas KPPS, ketika dilakukan rekrutmen, ada baiknya dilakukan pemeriksaan kesehatan langsung oleh dokter, yang difasilitasi oleh KPU , " usul Jeffray.

Apalagi, pada pemilu lima tahun ke depan beban tugas akan bertambah. Sebelumnya ada lima surat suara, akan bertambah karena akan ada juga daerah yang melaksanakan pemilihan kepala daerah baik Gubernur, Walikota atau Bupati.

" Berarti ada enam surat suara. Beban kerja petugas tentunya semakin berat , " jelas Jeffray.

Pelaksanaan Pemilu Serentak 17April 2019 yang baru lalu berlangsung aman, meskipun masih diwarnai dengan berbagai kekurangan di sana sini. Banyak juga bermunculan kisah kisah yang memilukan, mulai dari honor petugas KPPS, hingga bergugurannya para petugas kepolisian serta juga petugas KPPS akibat faktor kelelahan. Jeffray Edward menyatakan duka citanya yang mendalam atas apa yang menimpa para petugas Kepolisian dan KPPS.

" Saya sangat berduka cita atas meninggalnya para petugas Kepolisian dan petugas KPPS, meskipun di daerah kita saya belum mendengarnya, namun karena ini adalah pemilu nasional maka apa yang terjadi di daerah lain tentunya sangat kita rasakan , " ungkap Jeffray.

Terkait dengan keluhan para petugas KPPS yang menilai honor mereka sangat tidak seimbang dengan beban dan tanggungjawab, Jeffray belum dapat menanggapinya karena apa yang terjadi tentunya akan menjadi tolok ukur penyelenggara pemilu kedepannya.

" Kita serahkan saja ke KPU dengan berkaca pada realita yang terjadi. Saya yakin akan ada solusinya , " tandas Jeffray.
( Rz )

PENCOBLOSAN PEMILU SERENTAK TELAH USAI, KETUA DPRD SAMPAIKAN WEJANGAN

By On April 19, 2019




||www.beritakapuas.com||Saat diminta tentang tanggapannya terhadap pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Sintang, Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward, yang juga caleg petahana dari PDI Perjuangan ini mengingatkan agar masyarakat Sintang tidak mudah terbawa euforia yang terjadi di daerah lain.

" Stop lah perang urat syaraf di media sosial. Tak ada gunanya kita melakukan itu, toh kalah menang itu sudah hukumnya dan kita memilih capres dan caleg juga untuk kepentingan bersama. Siapapun Presidennya ya Presiden Rakyat Indonesia, siapapun calegnya ya caleg yang melayani masyarakat umum juga , " tegas Jeffray, pada Kamis ( 18 / 04 / 19 ).

Pemilu 2019 ini, memang berbeda. Selain dilakukan serentak memilih anggota legislatif dan presiden, kini masyarakat semakin terbuka mengungkapkan perbedaan pilihan politik. Media sosial menjadi sarana utama untuk menyuarakan pendapat tersebut. Kemungkinan terjadinya gesekan pun tidak dapat dipungkiri.

" Memang tidak ada salahnya masyarakat berani terbuka mengungkapkan perbedaan pilihan melalui media sosial. Hanya saja, butuh kedewasaan untuk menyikapi perbedaan tersebut. Harus disadari bahwa media sosial adalah ruang publik. Ruang di mana orang lain pun berhak menyuarakan opininya , “ ujar Jeffray.

Ketua DPRD Sintang Jeffray Edward mensyukuri pelaksanaan Pemilu Serentak Presiden dan Legislatif di Kabupaten Sintang yang berlangsung lancar dan aman. Dirinya juga menegaskan bahwa dalam alam demokrasi, masyarakat harus dapat menghargai perbedaan dalam pilihan. 

" Secara umum memang semua berjalan lancar dan utamanya juga aman. Terima kasih kepada Polri dan TNI dan juga Pol PP serta Linmas yang sudah sedemikian rupa mengawal jalannya pelaksanaan pencoblosan. Saya berharap situasi kondusif di Sintang terus dipertahankan dan dijaga. Yang terpenting adalah masyarakat harus juga menghargai perbedaan dalam pemilu karena itulah marwahnya demokrasi , " ungkap Jeffray.

Memberikan ruang bagi perbedaan pendapat serta pilihan adalah makna dari demokrasi. Jadi, masyarakat harus serta merta menyikapinya dengan bijak.

" Hadapi dengan senyum dan santai saja! " ujar Jeffray.

Sudah seharusnya jika tiap perbedaan yang ada justru menjadi titik temu dalam masyarakat untuk saling memahami antara satu dengan lainnya. Sikap saling menghormati dan bertenggang rasa ini penting untuk memperkokoh persaudaraan kita sesama anak bangsa.

" Mari kita menghadapi perbedaan pilihan calon presiden atau partai politik, atau pun kepala daerah, dengan cara saling menghargai. Sejatinya, perbedaan pilihan itu adalah suatu hal yang manusiawi , " kata Jeffray.

Berbeda pilihan itu sunnatullah, karena isi kepala dan hati tiap individu itu berbeda. Jangan karena berbeda pilihan, di antara kita jadi saling ribut dan bertengkar sesama teman, sahabat,keluarga, pindah kantor bahkan ada yang sampai memutuskan tali silaturahmi. 

" Bila disikapi demikian, sesuatu hal yang tadinya lucu dan menyenangkan, akhirnya jadi sesuatu yang ingin dihindari. Masyarakat bisa menjadi apatis , " kata Jeffray lagi.

Kita harus mengingat sejarah, bahwa Indonesia terbentuk dari berbagai ragam suku bangsa. Jadi memang berbeda adalah hal wajar. Namun, para pendiri bangsa sudah berikrar setia untuk saling bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda beda tapi satu.

" Negara ini mampu kokoh berdiri hingga kini karena adanya sikap saling menghargai perbedaan, baik dalam hal suku, ras, maupun keyakinan beragama. Jangan sampai luntur karena perbedaan politik di antara kita , " ujar Jeffray kembali menegaskan.

Lanjutnya, jargon politik memang tidak ada yang sempurna, tidak seperti jargon yang ada di dalam dunia kesusasteraan dan bu­daya, yang sarat dengan makna. Kendatipun dalam susunan kata yang dirangkai menjadi syair, puisi, prosa maupun cerpen, terkadang terlalu sulit bagi pembacanya, untuk mencerna makna dari apa yang ditulis oleh penulisnya. Akan tetapi tetap dalam koridor etika dan berbudaya.

" Dalam dunia politik, yang ada adalah kepentingan, apa lagi politik diartikan sebagai makna “ Tidak ada musuh abadi, dan tidak pula ada kawan setia “, yang ada, adalah kepentingan , " pungkas Jeffray.
( Rz )

DEMI KELANCARAN UN, HARDOYO MINTA KOORDINASI SEMUA PIHAK

By On April 19, 2019




||www.beritakapuas.com||Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Sintang, Hardoyo, yang merupakan wakil rakyat dari wilayah Kayan berharap agar pelaksanaan UN baik tingkat SD maupun SMP dapat berjalan dengan baik.

“ Kita berharap pelaksanaan UN tentu berjalan aman dan lancar tanpa kendala yang berarti. Artinya, semua harus saling berkoordinasi, baik dari Disdikbud, PLN, Telkom, Sekolah dan juga warga masyarakat , ” kata Hardoyo.

Terlebih lagi untuk di wilayah Kayan Hulu dan Kayan Hilir, salah satunya pelaksanaan UNBK yang baru pertama kali digelar di SMP Negeri 1 Kayan Hulu, harus bisa berjalan sukses dan lancar.

“ Apalagi baru pertama kali, pasti menjadi acuan dan memotivasi bagi peserta ujian dan juga bagi pelajar lainnya. Maka saya sangat berharap pelaksanaan UNBK di sana dapat berjalan baik , ” ujar Hardoyo.

Terkait UN, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang telah menyurati pihak PLN Rayon Sintang dan Telkom agar pelaksanaan UN dapat berjalan dengan baik.

“ Kita sudah berupaya untuk menyukseskan pelaksanaan UN termasuk dengan menyurati pihak PLN dan Telkom terkait jaringan listrik maupun internet , ” ujar Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Ernawati, pada Kamis ( 18 / 04 / 19 ).

Ernawati yang juga Ketua Panitia Pelaksanaan Ujian Nasional se Kabupaten Sintang berharap pihak PLN dan Telkom dapat lebih mengoptimalkan pelayanan sehingga pelaksanaan UN terutama UNBK tingkat SMP yang akan digelar di beberapa sekolah dapat berjalan baik.

“ Yang jadi permasalahan itu di wilayah Serawai dan Kayan Hulu, daerah sana hidup listriknya hanya malam saja. Tahun ini, SMP N 1 Kayan Hulu pertama kalinya melaksanakan UN dengan berbasis komputer. Untuk itu, kami berharap pihak PLN Sintang dapat memberikan pelayanan ekstra mengingat kondisi nyala listrik di sana yang seperti demikian , ” ucap Erna.

Menanggapi hal tersebut, Manager PLN Rayon Sintang, Djuanda Afief Nugroho, mengungkapkan bahwa pihaknya akan berupaya memberikan pelayanan ekstra selama pelaksanaan UN baik tingkat SD maupun SMP.

“ Untuk daerah Kayan Hulu, kami akan memberikan jam tambahan. Jika biasanya kami hanya memberlakukan listrik hidup selama 12 jam, maka nanti akan kita tambah jam operasionalnya. Jadi, dari pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB nyala, kemudian kita matikan lagi listriknya. Nanti pukul 07.30 WIB kita hidupkan kembali hingga pelaksanaan UNBK selesai , ” jelas Nugroho.

Nugroho mengaku tak bisa memaksakan jam operasional selama 24 jam dikarenakan kondisi mesin. Akan tetapi, pihaknya akan mengusahakan seoptimal mungkin pelayanan dengan memberikan jam operasional ekstra selama pelaksanaan UN.

“ Kami berani memberikan pelayanan ekstra karena ini tidak terjadi tiap hari. Jika tiap hari, mesin di daerah sana dipaksakan hidup selama 24 jam maka akan rusak , ” tutur Nugroho.

Mulai Senin mendatang, 22 April hingga 25 April 2019 tercatat 7.561 siswa siswi se Kabupaten Sintang dari 130 SMP/MTs akan mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK ) dan UNKP tingkat SMP/MTS baik negeri maupun swasta.
( Rz )

USULAN BUPATI TENTANG MODIFIKASI KENDARAAN, DEWAN SAMBUT POSITIF

By On April 17, 2019




||www.beritakapuas.com||Pemanfaatan kendaraan modifikasi untuk kepentingan darurat bagi daerah yang sulit dijangkau sudah dilakukan dibeberapa daerah di Indonesia, sehingga tidak ada kata terlambat dalam mengatasi kondisi darurat. 

Saat meresmikan penggunaan Jembatan Gantung Rangka Baja di Desa Baras Nabun Kecamatan Serawai, Bupati Sintang, Jarot Winarno melemparkan satu gagasan kreatif kepada warga di Baras Nabun dalam hal mengangkut pasien ke Puskesmas, yakni dengan melakukan modifikasi kendaraan bermotor roda 3.

Ide tersebut ditanggapi positif oleh Anggota DPRD Sintang, Honoratus Guntur, yang juga menyertai rombongan Bupati dalam peresmian jembatan gantung di Desa Baras Nabun tersebut.

" Kita bisa gunakan kendaraan roda 3, misalnya Tossa, yang dimodifikasi sedemikian rupa menjadi ambulan untuk mengangkut pasien melewati jembatan gantung ini. Dengan adanya modifikasi kendaraan tersebut, kita dapat cepat memberikan pertolongan kepada warga yang daerahnya sulit terjangkau. Saya pikir itu dapat dikembangkan di sini , " kata Guntur, Selasa ( 16/ 04 / 19 ).

Untuk itu dirinya meminta kepada Dinas Kesehatan Sintang untuk mengembangkan angkutan alternatif yang diperuntukan bagi pasien di daerah tertentu yang sulit dijangkau kendaraan roda 4.

" Silahkan pihak desa melakukan koordinasi dengan Dinas. Gunakan dana desa untuk kepentingan umum dan yang bermanfaat , " tegas Guntur.

Menurutnya, adanya jembatan gantung ini sebenarnya dapat dilalui kendaraan roda 4 dengan bobot tertentu, dan itupun hanya dalam keadaan darurat saja, seperti kendaraan ambulan.

" Ya, hanya dalam kondisi darurat saja, tapi menurut hemat saya, kita dapat gunakan kendaraan modif dengan bobot yang dapat melintasi jembatan ini , " tambah Guntur kembali.
( Rz )

BANGUN JEMBATAN PEDALAMAN, DEWAN APRESIASI WARGA HIBAHKAN TANAH MILIK

By On April 17, 2019





||www.beritakapuas.com||Jembatan Gantung Baras Nabun, yang terletak di desa Baras Nabun di wilayah perhuluan Sungai Serawai telah diresmikan oleh Bupati Sintang pada Sabtu ( 13 / 04 / 19 ). Terwujudnya jembatan ini seperti yang diungkapkan Jarot Winarno, Bupati Sintang, adalah merupakan pengorbanan dari masyarakat yang rela tanahnya digunakan untuk pembangunan dengan tidak meminta ganti rugi, sehingga dirinya pun memberikan apresiasi yang luar biasa bagi masyarakat Desa Baras Nabun yang sudah merelakan tanahnya.

Anggota DPRD Sintang, Honoratus Guntur mengungkapkan kegembiraannya atas telah diresmikannya jembatan gantung Baras Nabun oleh Bupati Sintang tersebut. Dirinya juga sangat memuji kerja sama warga yang rela menghibahkan tanahnya untuk pembangunan jembatan gantung yang nilainya sangat penting ini.

" Saya dengar beberapa warga merelakan tanahnya untuk dipakai bagi pembangunan jembatan. Jadi sangat luar biasa warga tersebut yang rela membantu terwujudnya pembangunan jembatan tanpa meminta ganti rugi sedikitpun , " ungkap Guntur.

Menurutnya, keberadaan jembatan gantung tersebut memang sangat didambakan oleh warga setempat. Dengan telah diresmikannya pemakaian jembatan gantung rangka baja ini, lanjut Guntur diharapkan roda transportasi darat antar desa semakin lancar.

" Gerak perekonomian juga lancar karena ada jembatan dan tentunya adalah sebagai penghubung antar desa semakin mudah , " ujar Guntur.

Guntur juga berharap, ke depannya desa desa lainnya yang belum memiliki akses infrastruktur, seperti jembatan, dapat segera dibangunkan sehingga tidak ada yang terisolir karena masalah infrastruktur.

“ Keberadaan jembatan gantung rangka baja inilah bukti negara hadir di tengah tengah masyarakat di tempat yang terjauh sekalipun, dan inilah jembatan gantung Sungai Serawai di daerah terpencil di Desa Baras Nabun ini ”, demikian kata Jarot, Bupati Sintang.

Kepala Bidang Jembatan dan Drainase Dinas Pekerja Umum Kabupaten Sintang, Aef Sutardi mengatakan pembangunan jembatan gantung rangka baja ini bersumber dari APBN dengan total anggaran 6,5 miliyar rupiah dengan panjang 120 meter, lebar 2,2 meter tapi lebar bersihnya 1,8 meter.
 
“ Jembatan ini 3 tahun baru terwujud, kita ajukan dari tahun 2017 lalu atas perintah bupati, dari 530 kabupaten/kota se Indonesia, hanya ada 300 jembatan seperti ini yang dibangun dan akan dibangun di desa desa seluruh Indonesia. Dan 2018 lalu ada 144 unit yang dibantukan di seluruh Indonesia. Alhamdulillah Kabupaten Sintang dapat dua yakni di Baras Nabun ini dan Desa Ratu Damai Ketungau Hilir ”, jelas Aef.
( Rz )

SINERGI PEMANTAU PEMILU, WAJIB DISERTAI SEMANGAT HASILKAN PEMILU BERKUALITAS

By On April 15, 2019




||www.beritakapuas.com||Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward meminta kepada semua pemangku kepentingan di Kabupaten Sintang untuk menyukseskan pelaksanaan Pesta Demokrasi Pemilu Serentak 17 April 2019 yang tinggal hitungan hari lagi.

Dirinya juga memberikan apresiasi terhadap lembaga pemantau pemilu yang juga ambil peran dalam proses pelaksanaan Pemilu 2019 ini. Menurutnya, kehadiran dari lembaga pemantau tersebut sebagai penyeimbang sekaligus membantu lembaga pengawas yang sudah ada yakni Bawaslu.

" Sinergisitas yang baik. Ini suatu bentuk kepedulian masyarakat dalam sebuah lembaga untuk membantu lembaga yang ada sebelumnya, dan ini adalah kekuatan penyeimbang dari pengawasan di lapangan , " ungkap Jeffray.

Jeffray menambahkan, kehadiran lembaga pemantau hendaknya juga dibarengi dengan semangat untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas, langsung, umum, bebas dan rahasia, jujur dan adil, sehingga menghasilkan pemimpin serta wakil rakyat yang punya integritas, loyalitas terhadap bangsa dan negara.

Salah satu pemantau Pesta Demokrasi Pemilu dan Pilpres yang dilaksanakan serentak pada tanggal 17 April 2019 adalah Fordem Kalbar. Organisasi yang sudah 15 tahun aktif melaksanakan kegiatan pemantauan ini  kembali menerjunkan ratusan personel kelapangan untuk memantau jalannya proses dan tahapan Pemilu dengan harapan tidak terjadi kecurangan kecurangan yang mencederai proses demokrasi.

" Sebagai informasi, kita sudah resmi dinyatakan sebagai Pemantau Resmi Pemilu 2019 lewat Sertifikat Akreditasi Nomor : 110/BAWASLU/IV/2019 yang dikeluarkan Oleh Bawaslu Republik Indonesia di Jakarta tanggal 10 April 2019, wilayah pantauan kita meliputi seluruh wilayah Kalimantan Barat dan kelengkapan serta peralatan untuk bertugas di lapangan juga sudah kita terima secara resmi dari Bawaslu " , tegas Ketua Umum Fordem Kalbar, Erasmus Endi Dacosta.

“ Yang kita lakukan sekarang adalah tahap pemetaan wilayah wilayah tertentu yang menurut laporan anggota kita di lapangan rentan terjadi kecurangan. Tempat tempat rawan itu sudah kita kantongi dan di sana akan kita tempatkan Personel Pemantau dengan sistem berlapis, bahkan 3 hari sebelum pencoblosan Personel Pemantau sudah kita kirim ke wilayah tersebut sebab ada indikasi potensi kecurangan bukan hanya terjadi saat pencoblosan tetapi diduga terjadi sebelum pencoblosan " , tambah Endi, sapaan akrabnya.

" Semua akan kita pantau, baik itu Penyelenggara Pemilu maupun Peserta Pemilu, oleh karena itu kita juga mengharapkan pasrtisipasi aktif masyarakat untuk memberikan informasi jika ada hal hal yang mencurigakan di lapangan. Identitas informan akan kita jaga kerahasiaannya demi investigasi lebih lanjut, jangan takut. Jika ada temuan, maka kita tetap mengikuti prosedur yang ada dan berlaku, ini negara hukum semua wajib taat dan patuh di hadapan hukum " , kata Endi kembali.
( Rz )

PEMILU SERENTAK INDONESIA, JEFFRAY BILANG MASYARAKAT ADALAH KONTROL UTAMA

By On April 15, 2019




||www.beritakapuas.com||Jeffray Edward, Ketua DPRD Kabupaten Sintang berharap masyarakat antusias dan proaktif ramai ramai datang ke TPS untuk mencoblos saat Pemilu serentak 2019. Selain meminta agar hadir di TPS, dirinya juga meminta agar masyarakat juga melakukan pengawalan dan pengawasan atas jalannya proses mulai dari pencoblosan hingga penghitungan di TPS.

" Antisipasi kerawanan utamanya dalam proses yang dilakukan di TPS, masyarakat harus proaktif melakukan pengawasan atas jalannya proses tersebut. Masyarakat adalah kontrol utama suksesnya Pemilu yang Luber dan Jurdil , " kata Jeffray, Minggu ( 14 / 04 / 19 ).

Ketika ditanyakan apa saja kerawanan yang akan terjadi dalam proses pemilu ini, Jeffray mengatakan masalah money politic adalah masalah terbesar yang terjadi dalam konstelasi politik. Untuk itu dirinya mengingatkan kepada KPPS agar melaksanakan tugasnya dengan profesional dan tidak mempermainkan sumpah dan janjinya.

Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward meminta kepada semua pemangku kepentingan di Kabupaten Sintang untuk menyukseskan pelaksanaan Pesta Demokrasi Pemilu Serentak 17 April 2019 yang tinggal hitungan hari lagi.

Dirinya juga memberikan apresiasi terhadap lembaga pemantau pemilu yang juga ambil peran dalam proses pelaksanaan Pemilu 2019 ini. Menurutnya, kehadiran dari lembaga pemantau tersebut sebagai penyeimbang sekaligus membantu lembaga pengawas yang sudah ada yakni Bawaslu.

" Sinergisitas yang baik. Ini suatu bentuk kepedulian masyarakat dalam sebuah lembaga untuk membantu lembaga yang ada sebelumnya, dan ini adalah kekuatan penyeimbang dari pengawasan di lapangan , " ungkap Jeffray.

Jeffray menambahkan, kehadiran lembaga pemantau hendaknya juga dibarengi dengan semangat untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas, langsung, umum, bebas dan rahasia, jujur dan adil, sehingga menghasilkan pemimpin serta wakil rakyat yang punya integritas, loyalitas terhadap bangsa dan negara.
( Rz )

ANTISIPASI KECURANGAN PEMILU, FORDEM-KALBAR KERAHKAN RATUSAN PEMANTAU KE SELURUH KALBAR

By On April 14, 2019




||www.beritakapuas.com||Pesta Demokrasi Pemilu dan Pilpres yang dilaksanakan serentak pada tanggal 17 April 2019 tidak luput dari pantauan Fordem-Kalbar. Organisasi yang sudah 15 tahun aktif melaksanakan kegiatan pemantauan ini  kembali menerjunkan ratusan personel kelapangan untuk memantau jalannya proses dan tahapan Pemilu dengan harapan tidak terjadi kecurangan-kecurangan yang mencederai proses demokrasi.

Ketua Umum Fordem-Kalbar, Erasmus Endi Dacosta menegaskan : " Sebagai informasi, kita sudah resmi dinyatakan sebagai Pemantau Resmi Pemilu 2019 lewat Sertifikat Akreditasi Nomor : 110/BAWASLU/IV/2019 yang dikeluarkan Oleh Bawaslu Republik Indonesia di Jakarta tanggal 10 April 2019, wilayah pantauan kita meliputi seluruh wilayah Kalimantan Barat dan kelengkapan serta peralatan untuk bertugas di lapangan juga sudah kita terima secara resmi dari Bawaslu ", tegasnya.

“ Yang kita lakukan sekarang adalah tahap pemetaan wilayah-wilayah tertentu yang menurut laporan anggota kita di lapangan rentan terjadi kecurangan, tempat-tempat rawan itu sudah kita kantongi dan di sana akan kita tempatkan Personel Pemantau dengan sistem berlapis, bahkan 3 hari sebelum pencoblosan Personel Pemantau sudah kita kirim ke wilayah tersebut sebab ada indikasi potensi kecurangan bukan hanya terjadi saat pencoblosan tetapi diduga terjadi sebelum pencoblosan ", tegas Endi sapaan akrabnya.

Saat ditanya seputar tindaklanjut apabila ditemukan kecurangan Endi menegaskan : " Jika ada “ temuan ”, maka kita tetap mengikuti prosedur yang ada dan berlaku, ini negara hukum semua wajib taat dan patuh di hadapan hukum ", katanya menegaskan kembali.

Ditambahkannya : " Semua akan kita pantau, baik itu Penyelenggara Pemilu maupun peserta Pemilu, oleh karena itu kita juga mengharapkan pasrtisipasi aktif masyarakat untuk memberikan informasi jika ada hal-hal yang mencurigakan di lapangan, identitas informan akan kita jaga kerahasiaannya demi investigasi lebih lanjut, jangan takut ", tegas Endi sambil menutup pembicaraan. 

TERKAIT AUDREY, HARDOYO INGATKAN JANGAN BULLY PELAKU BULLYING

By On April 13, 2019




||www.beritakapuas.com||Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Sintang, Hardoyo, mengaku prihatin dengan kondisi dari Audrey yang merupakan salah satu siswa SMP di Pontianak.

“ Justice untuk Audrey memang perlu diperjuangkan, namun bukan berarti kita mengabaikan masa depan pelaku bully tersebut. Mem bully pelaku bully artinya menciptakan mata rantai baru dalam pembullyan , ” ucap Hardoyo, Jumat ( 12 / 04 / 19 ).

Hardoyo meminta kepada setiap masyarakat khususnya netizen, untuk lebih bijak menggunakan media sosial dalam menanggapi permasalahan sensitif seperti ini karena akan memberikan dampak besar bagi kehidupan generasi muda.

“ Hingga saat ini, kasus Audrey masih dalam tanda tanya duduk permasalahannya. Namun mengenai apa yang telah dialami Audrey tentu sangat memprihatinkan dan perlu mendapatkan dukungan dari banyak pihak ,” ujar Hardoyo lagi.

Tak hanya itu, Hardoyo menilai, memposting kembali wajah yang diduga pelaku pembullyan terhadap Audrey kurang pantas dilakukan. Hal itu mengingat para pelaku merupakan anak di bawah umur yang juga mempunyai masa depan.

“ Di media sosial, banyak akun yang memposting foto yang diduga pelaku pembullyan. Ingat, mereka itu anak di bawah umur. Apalagi kasusnya hingga saat ini masih simpang siur , ” tutur Hardoyo mengingatkan.

Viralnya kasus mengenai pembullyan Audrey yang diduga dilakukan oleh 12 orang pemudi beberapa waktu yang lalu membuat netizen gempar, hingga menghasilkan tagar #JusticeForAudrey dan mendapatkan perhatian dari banyak pihak.

Sejumlah artis seperti Ifan Seventeen, dan youtuber, Atta Halililantar bahkan diketahui sempat mengunjungi dan memberikan dukungan kepada Audrey mengenai permasalahan ini.

Tak hanya itu, pengacara kondang, Hotman Paris juga sempat memposting di media sosialnya hal hal berkaitan dengan kasus Audrey.

Usai tagar #JusticeForAudrey yang sempat menggema di media sosial seperti Twitter, menyusul juga tagar #AudreyJugaBersalah, dikarenakan adanya hasil visum dan pernyataan pelaku terkait alasan pemukulan yang dilakukan.
( Rz )

Contact Form

Name

Email *

Message *