AIR KOTOR DAN SERING MENYENDAT, PDAM DIMINTA TINJAU ULANG SARANA PRASARANA AIR BERSIH

 on Sunday, April 28, 2019  




||www.beritakapuas.com||Adanya pengaduan masyarakat bahwa air bersih yang didistribusikan oleh Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) masih jauh dari kata layak konsumsi. Air yang disalurkan ke rumah pelanggan hanya bisa digunakan untuk keperluan mencuci lantaran keruh. Selain kualitas, warga juga mengeluhkan pendistribusian air bersih sering tersendat. 

Masalah air bersih ini menjadi perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Sintang. Ketua Komisi B DPRD Sintang, Florensius Roni, meminta kepada pemerintah daerah supaya segera mengatasi persoalan air bersih tersebut. Solusi jangka pendek perlu dilakukan, karena air bersih merupakan kebutuhan dasar warga yang harus dipenuhi. 

“ Perlu adanya solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi persoalan air bersih tersebut. Banyak warga yang mengeluhkan kondisi air bersih itu , ” ucap Roni, Sabtu ( 27 / 04 / 19 ).

Roni menuturkan, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi terkait sistem dan sarana dan prasarana pengelolaan air bersih milik PDAM. 

“ Sarana dan prasarana pengeloaan air bersih itu perlu ditinjau ulang , ” tutur Roni.

 Ketua Komisi B juga mengingatkan kembali agar PDAM Tirta Senentang dapat segera menjangkau pelanggan yang hingga saat ini masih menggunakan sumur bor ataupun mensuplai langsung dari sungai.

" Itu harus segera dilakukan, mengingat keperluan akan air yang layak pakai sudah menjadi kebutuhan, meskipun itu hanya untuk cuci dan mandi. Berapa jumlah pelanggan saat ini juga kita harus ketahui, sehingga jika ada kendala akan dapat menjadi usulan kita ke pemerintah daerah , " ujar Roni.

Menurut Floresnsius Roni, dirinya masih ingat akan permintaan dari Bupati Sintang Jarot Winarno, sebelum dilakukan pergantian Dirut PDAM agar PDAM Tirta Senentang dapat menjangkau 10 ribu pelanggan dari 6 ribu pelanggan saat itu. 

" Bahkan Bupati sampai mengingatkan agar ke depannya PDAM memperoleh keuntungan sebab tidak sedikit APBD yang digelontorkan ke perusahaan plat merah itu , " ujar Roni lagi.

Bahkan, lanjutnya menceritakan, Bupati Sintang menginginkan agar PDAM Tirta Senentang dapat membuat produk diversifikasi usaha yaitu dengan memproduksi air minum dalam kemasan.

" Bupati berharap PDAM Sintang dapat berkembang menjadi Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) yang besar,  yang bisa mengawinkan antara fungsi sosial, pelayanan dan ada kesinambungan bisnis , " kata Florensius Roni.

Seperti diketahui, PDAM Sintang merupakan Perusahaan Daerah Air Minum satu satunya milik Pemda Sintang  yang bergerak di bidang jasa dan pelayanan distribusi air bersih utk masyarakat di Kabupaten Sintang. PDAM Sintang ini awalnya dibangun pada tahun 1975 dan mulai beroperasi pada tahun 1979 dengan saat itu jumlah debit air yang dialiri sebesar 20 liter perdetik.

Kemudian pembangunan saat itu dibantu oleh  Badan Pengolahan Air Minum dan kemudian pada tanggal 15 Desember 1988 proyek ini merupakan proyek dari Menteri Pekerjaan Umum di mana mulai diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang dan sejak itulah PDAM terbentuk. Kemudian pada tanggal 2 Januari 1989, Bupati  Sintang saat itu, Daniel Toding meresmikan operasional PDAM.
( Rz )
AIR KOTOR DAN SERING MENYENDAT, PDAM DIMINTA TINJAU ULANG SARANA PRASARANA AIR BERSIH 4.5 5 Rizky Sunday, April 28, 2019 ||www.beritakapuas.com|| Adanya pengaduan masyarakat bahwa air bersih yang didistribusikan oleh Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ...


Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Contributors

Sports

Media

Contact Form

Name

Email *

Message *