PENCOBLOSAN PEMILU SERENTAK TELAH USAI, KETUA DPRD SAMPAIKAN WEJANGAN

 on Friday, April 19, 2019  




||www.beritakapuas.com||Saat diminta tentang tanggapannya terhadap pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Sintang, Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward, yang juga caleg petahana dari PDI Perjuangan ini mengingatkan agar masyarakat Sintang tidak mudah terbawa euforia yang terjadi di daerah lain.

" Stop lah perang urat syaraf di media sosial. Tak ada gunanya kita melakukan itu, toh kalah menang itu sudah hukumnya dan kita memilih capres dan caleg juga untuk kepentingan bersama. Siapapun Presidennya ya Presiden Rakyat Indonesia, siapapun calegnya ya caleg yang melayani masyarakat umum juga , " tegas Jeffray, pada Kamis ( 18 / 04 / 19 ).

Pemilu 2019 ini, memang berbeda. Selain dilakukan serentak memilih anggota legislatif dan presiden, kini masyarakat semakin terbuka mengungkapkan perbedaan pilihan politik. Media sosial menjadi sarana utama untuk menyuarakan pendapat tersebut. Kemungkinan terjadinya gesekan pun tidak dapat dipungkiri.

" Memang tidak ada salahnya masyarakat berani terbuka mengungkapkan perbedaan pilihan melalui media sosial. Hanya saja, butuh kedewasaan untuk menyikapi perbedaan tersebut. Harus disadari bahwa media sosial adalah ruang publik. Ruang di mana orang lain pun berhak menyuarakan opininya , “ ujar Jeffray.

Ketua DPRD Sintang Jeffray Edward mensyukuri pelaksanaan Pemilu Serentak Presiden dan Legislatif di Kabupaten Sintang yang berlangsung lancar dan aman. Dirinya juga menegaskan bahwa dalam alam demokrasi, masyarakat harus dapat menghargai perbedaan dalam pilihan. 

" Secara umum memang semua berjalan lancar dan utamanya juga aman. Terima kasih kepada Polri dan TNI dan juga Pol PP serta Linmas yang sudah sedemikian rupa mengawal jalannya pelaksanaan pencoblosan. Saya berharap situasi kondusif di Sintang terus dipertahankan dan dijaga. Yang terpenting adalah masyarakat harus juga menghargai perbedaan dalam pemilu karena itulah marwahnya demokrasi , " ungkap Jeffray.

Memberikan ruang bagi perbedaan pendapat serta pilihan adalah makna dari demokrasi. Jadi, masyarakat harus serta merta menyikapinya dengan bijak.

" Hadapi dengan senyum dan santai saja! " ujar Jeffray.

Sudah seharusnya jika tiap perbedaan yang ada justru menjadi titik temu dalam masyarakat untuk saling memahami antara satu dengan lainnya. Sikap saling menghormati dan bertenggang rasa ini penting untuk memperkokoh persaudaraan kita sesama anak bangsa.

" Mari kita menghadapi perbedaan pilihan calon presiden atau partai politik, atau pun kepala daerah, dengan cara saling menghargai. Sejatinya, perbedaan pilihan itu adalah suatu hal yang manusiawi , " kata Jeffray.

Berbeda pilihan itu sunnatullah, karena isi kepala dan hati tiap individu itu berbeda. Jangan karena berbeda pilihan, di antara kita jadi saling ribut dan bertengkar sesama teman, sahabat,keluarga, pindah kantor bahkan ada yang sampai memutuskan tali silaturahmi. 

" Bila disikapi demikian, sesuatu hal yang tadinya lucu dan menyenangkan, akhirnya jadi sesuatu yang ingin dihindari. Masyarakat bisa menjadi apatis , " kata Jeffray lagi.

Kita harus mengingat sejarah, bahwa Indonesia terbentuk dari berbagai ragam suku bangsa. Jadi memang berbeda adalah hal wajar. Namun, para pendiri bangsa sudah berikrar setia untuk saling bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda beda tapi satu.

" Negara ini mampu kokoh berdiri hingga kini karena adanya sikap saling menghargai perbedaan, baik dalam hal suku, ras, maupun keyakinan beragama. Jangan sampai luntur karena perbedaan politik di antara kita , " ujar Jeffray kembali menegaskan.

Lanjutnya, jargon politik memang tidak ada yang sempurna, tidak seperti jargon yang ada di dalam dunia kesusasteraan dan bu­daya, yang sarat dengan makna. Kendatipun dalam susunan kata yang dirangkai menjadi syair, puisi, prosa maupun cerpen, terkadang terlalu sulit bagi pembacanya, untuk mencerna makna dari apa yang ditulis oleh penulisnya. Akan tetapi tetap dalam koridor etika dan berbudaya.

" Dalam dunia politik, yang ada adalah kepentingan, apa lagi politik diartikan sebagai makna “ Tidak ada musuh abadi, dan tidak pula ada kawan setia “, yang ada, adalah kepentingan , " pungkas Jeffray.
( Rz )
PENCOBLOSAN PEMILU SERENTAK TELAH USAI, KETUA DPRD SAMPAIKAN WEJANGAN 4.5 5 Rizky Friday, April 19, 2019 ||www.beritakapuas.com|| Saat diminta tentang tanggapannya terhadap pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Sintang, Ketua DPRD Kabupaten S...


Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Contributors

Sports

Media

Contact Form

Name

Email *

Message *