HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

BELUM RAMPUNG, DEWAN KEMBALI DESAK PEMKAB PRIORITASKAN BETANG TAMPUN JUAH




||www.beritakapuas.com||Pihak DPRD Kabupaten Sintang melalui Panitia Khusus yang membahas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban ( LKPJ ) Kepala Daerah Tahun 2018, kembali mendesak Pemerintah Kabupaten Sintang untuk segera menyelesaikan pembangunan Rumah Betang Tampun Juah yang berada di Jerora I. Tak hanya itu, DPRD juga mendesak penyelesaian pembangunan Rumah Betang Adat Dayak Ketemenggungan Linoh Pudau di Lebak Ubah.

“ Hal ini mengingat pada tahun 2019 akan digunakan dalam kegiatan adat budaya terutama kegiatan Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang Tahun 2019 , ” ujar Jeffray Edward, Ketua DPRD, Jumat, 17 Mei 2019.

Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward  mengatakan pembangunan  rumah betang tersebut sudah menjadi kerinduan masyarat khususnya Suku Dayak, sehingga kegiatan adat istiadat dapat dilakukan dan difokuskan di rumah adat tersebut seperti Gawai Dayak, Hari Jadi Sintang atau beberapa kegiatan lainnya, apalagi kegiatan gawai dayak tidak lama lagi akan dilaksanakan.

“ Dengan adanya rumah adat merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya di Bumi Senentang ini. Kemudian, hal tersebut juga dapat meningkatkan perekonomian bagi sejumlah masyarakat terlebih saat ada kegiatan di daerah ini , ” papar Jeffray.

Selain itu, rumah adat ini dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara, terlebih lagi dengan adanya upacara adat yang dilakukan di rumah adat tersebut.

Sejak mulai dibangun tahun 2015 lalu, bangunan budaya Rumah Betang Tampun Juah tersebut belum selesai. Desakan pihak legislatif ini bukan baru kali pertama. Usulan sudah pernah disampaikan dalam  pandangan umum Fraksi DPRD yang dikemas dalam forum paripurna.

Sementara, Wakil Bupati Sintang, Askiman, menjelaskan bahwa tahun 2019 ini penganggaran dan pengerjaan rumah betang sudah pada tahap empat. Dia berharap dalam pembangunan tahap empat ini mampu untuk merampungkan pembangunan rumah betang.

“ Pada tahun 2019 ini dianggarkan lagi sebesar  Rp. 2.500.000.000,-. Diharapkan dengan jumlah dana tersebut target pekerjaan direncanakan selesai untuk pekerjaan lantai papan ruai lantai 2, pekerjaan tangga, pekerjaan pengecatan, pekerjaan plafond 424 m2, juga pekerjaan ukiran , ” ujar Askiman.

Askiman menjelaskan pembangunan rumah adat betang dibangun tahap pertama tahun 2015 dengan dana sebesar Rp. 6.000.000.000,- untuk pekerjaan struktur sampai plat lantai 2 dan pekerjaan tanah. Sementara Tahap II tahun 2017 pembangunan dilanjutkan dengan  dana sebesar Rp. 2.500.000.000,- untuk pekerjaan kolom lantai 2 dan pekerjaan atap.

“ Sedangkan tahap III tahun 2018  dengan dana sebesar Rp. 1.948.000.000,- untuk pekerjaan rangka kayu lantai 2, pekerjaan dinding papan. Pekerjaan lantai 2 menggunakan lantai forket ( flooring ), pekerjaan dinding ruai menggunakan hollow 4/8 cm, pekerjaan atap dan lisplank, pekerjaan plafond 332 m3, pekerjaan pintu dan jendela , ” Askiman menjelaskan.
( Rz )

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *