WASPADA CACAR MONYET, DEWAN HARAP DINKES SINTANG TIDAK LENGAH

 on Saturday, May 18, 2019  




||www.beritakapuas.com||Penyebaran virus Monkeypox atau dikenal dengan cacar monyet yang ditemukan di Singapura beberapa saat yang lalu membuat publik gempar. Kisahnya bermula ketika seorang pria berkewarganegaraan Nigeria dinyatakan positif mengidap cacar monyet.

Terkait hal tersebut, Ketua DPRD Sintang Jeffray Edward meminta kepada Dinas Kesehatan Sintang tidak lengah dan untuk terus memantau perkembangan dari virus Monkeypox ini.

" Apalagi di Kalimantan Barat khususnya Sintang masih banyak primata di hutan dan termasuk yang dipelihara oleh masyarakat. Jadi saya menghimbau kepada masyarakat untuk berhati hati, dan kepada Dinas Kesehatan Sintang untuk tidak lengah, terus memantau perkembangannya sebagai bagian dari langkah antisipasinya , " kata Jeffray, usai memimpin Sidang Paripurna DPRD Sintang pada Jumat ( 17 / 05 / 19 ).

Menurut Jeffray, berdasarkan informasi yang dirinya dapatkan, bahwa Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) menyebut kasus kematian akibat cacar ini antara 1 – 10 %, dan sebagian besar terjadi pada kelompok usia dini.

" Bahkan WHO mengatakan hingga saat ini belum ada vaksin yang tersedia untuk infeksi cacar monyet , " kata Jeffray.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh saat ditemui usai acara tahbisan Diakonat, ( 15 / 05 / 19 ) di Katedral Sintang mengatakan, secara khusus, seluruh Dinas Kesehatan di Indonesia atas kasus tersebut sudah diperintahkan untuk mewaspadai dan memonitoring masing masing wilayahnya.

" Jadi kita sudah diperintahkan untuk monitoring sebagai bagian dari antisipasi penjalaran virus Monkeypox itu. Tapi khusus Kalimantan Barat hingga saat ini belum ada laporan terkait Monkeypox ini. Ya, harapan kita jangan ada lah, karena belum ada vaksin khususnya , " ujar Sinto.

Pada Rabu ( 08 / 05 / 19 ), pria Nigeria tersebut di atas langsung dibawa ke ruang isolasi di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular dan keadaannya dikabarkan dalam kondisi stabil. Sedangkan 22 dari 23 orang yang teridentifikasi melakukan kontak dengan pria Nigeria tersebut langsung dikarantina sebagai tindakan pencegahan penularan yang lebih luas.

Gejala cacar monyet sama dengan cacar lainnya. Penderita mengalami ruam pada kulit, demam, dan gangguan pernapasan. Yang membuat penyakit itu berbahaya adalah ketika sudah berada di tahap radang pernapasan.

Perlu diketahui, sesuai dengan namanya virus cacar monyet pertama kali ditemukan pada kawanan monyet yang berada di sebuah laboraturium Statens Seruminstitut, Denmark, 1958. 

Dalam sebuah jurnal tentang virus ini, dijelaskan, spesies yang terinfeksi Monkeypox itu adalah monyet cynomolgus atau akrab disebut monyet kera yang lazim dijumpai di Asia Tenggara. Laboratorium Statens Seruminstitut sendiri mendapat monyet kera itu dari Singapura.

Pada 1 September 1970, seorang bayi berusia 9 bulan yang diduga menderita cacar dilarikan di Rumah Sakit Basankusu, Provinsi Equatorial, Republik Demokratik Kongo. 

Sampel pemeriksaan kemudian dikirim ke WHO Smallpox Reference Center, Moskow, Rusia. Dan diketahui virus yang di idap bayi tersebut identik dengan virus cacar monyet. Bayi itu menjadi manusia pertama yang diketahui terinfeksi virus cacar monyet.

Equatorial memang dikenal sebagai wilayah yang memiliki populasi monyet yang banyak. Ada puluhan jenis monyet yang dapat ditemui dan berkeliaran bebas. Masyarakat di sana kerap memburu kawanan monyet ini untuk disantap. Kontak antara monyet dan manusia praktis menjadi pemandangan biasa. 

Sejak 1970, telah ada laporan tentang manusia yang terinfeksi cacar monyet di 10 negara Afrika seperti Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Pantai Gading, Liberia, Sierra Leone, Gabon, dan Sudan Selatan. Dunia medis mengenal penyakit yang ditularkan dari hewan ke spesies manusia ( Homo sapiens ) sebagai zoonosis.
( Rz )
WASPADA CACAR MONYET, DEWAN HARAP DINKES SINTANG TIDAK LENGAH 4.5 5 Rizky Saturday, May 18, 2019 ||www.beritakapuas.com|| Penyebaran virus Monkeypox atau dikenal dengan cacar monyet yang ditemukan di Singapura beberapa saat yang...


No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Sports

Media

Contact Form

Name

Email *

Message *