HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

4 TAHUN SUDAH, PROPOSAL LISTRIK SUNGAI PISAU BELUM DITERIMA




||www.beritakapuas.com||Pusat pemerintahan Kecamatan Ketungau Hulu, yakni Desa Sungai Pisau, hingga kini ternyata belum teraliri listrik negara. Sejak menjadi pusat pemerintahan atau administrasi kecamatan dari tahun 2016, Kepala Desa Sungai Pisau sudah bolak balik mengajukan proposal permohonan supaya Desa Sungai Pisau mendapatkan aliran listrik dari PLN.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang dari daerah pemilihan Binjai Hulu dan Ketungau, Melkianus, sangat menyayangkan kondisi pusat pemerintahan Kecamatan Ketungau Hulu di desa Sungai Pisau yang hingga kini belum ada jaringan listrik PLN.


" Seharusnya, ketika wacana pemindahan pusat pemerintahan tersebut digulirkan, yang harus dilakukan adalah pembenahan infrastuktur dasarnya, seperti listrik dan air bersih, kemudian barulah infrastruktur pendukung sebagai pusat pemerintahan , “ ujar Melkianus.

Lipitius, selaku Kepala Desa, bersama masyarakat Desa Sungai Pisau, meminta dukungan dari pihak legislatif untuk dapat memperjuangkan jaringan listrik PLN di wilayahnya.

“ Karena ini aspirasi, ya sudah menjadi keharusan kita sebagai wakil rakyat untuk ikut memperjuangkannya. Bayangkan, sudah jalan 4 tahun kepindahan tapi listrik belum ada, bagaimana dengan pelayanan kepada masyarakat? Meskipun ditanggulangi dengan gunakan genset, tapi biaya operasionalnya tinggi , " tutur Melkianus menanggapi.

Sudah untuk ketiga kalinya dalam beberapa tahun ini, Kepala Desa Sungai Pisau, Kecamatan Senaning harus bolak balik ke Kota Sintang guna menyampaikan proposal permintaan untuk jaringan listrik PLN agar dapat masuk ke desanya.

" Ini saya bawa proposal yang ketiga, capek juga harus bolak balik ke Sintang. Tapi karena ini kebutuhan utama yang dinginkan, mau tidak mau harus kita laksanakan dan perjuangkan , " ujar Lipitius, Sabtu ( 22 / 06 / 2019 ).

Menurut Lipitius, pentingnya jaringan listrik PLN masuk desanya bukan tidak beralasan, selain itu juga tuntutan warga setempat.

" Pusat pemerintahan atau administrasi kecamatan sejak 2016 sudah berpindah ke Desa Sungai Pisau.Artinya, sudah 3 tahun ini, sebagai pusat pemerintahan kecamatan, infrastruktur berupa penerangan belum pernah terealisasikan. Inikan aneh, pusat pemerintahan tapi tak ada listrik. Lalu bagaimana kita akan memberikan pelayanan kepada masyarakat , " ungkap Lipitius.

Lipitius menceritakan, dulu, sekitar tahun 80 an, pernah ada penerangan listrik yang diberikan pemerintah lewat bantuan subsidi. Namun bantuan yang sudah cukup lama tersebut, sudah tidak berfungsi dan belum pernah ada bantuan lagi.

" Bagi yang mampu akan beli genset, meskipun dengan biaya operasional tinggi untuk membeli bahan bakar solar , " jelas Lipitius.

Desa Sungai Pisau terdiri dari 4 dusun dengan 8 RT, dengan jumlah penduduk sebanyak 605 jiwa, per Juni 2018.
( Rz )

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *