HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

MINTA PEMETAAN, DEWAN INGIN ROTASI GURU TAK TIMBULKAN POLEMIK BARU




||www.beritakapuas.com||Berkaitan dengan adanya wacana rotasi guru oleh Kemendikbud, serta mendengar pendapat dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang tentang mutasi guru, anggota DPRD Kabupaten Sintang dari Komisi C, Tuah Mangasih, meminta kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan, agar terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap keberadaan guru di masing masing sekolah, di setiap zona.

“ Dari peta tersebut, bisa dilihat mana sekolah yang kelebihan guru dan mana sekolah yang kekurangan guru , ” ujar Tuah, Selasa ( 18 / 06 / 2019 ).

Selain itu, Tuah juga meminta agar penyebaran guru guru juga dilihat dari apakah yang bersangkutan PNS bersertifikat ataupun PNS belum bersertifikat, maupun honorer, dan status status lain.

“ Namun demikian tetap juga dilihat kondisi daerah.Jangan sampai menimbulkan efek yang kurang baik dari seorang tenaga pendidik yang dimutasikan nantinya. Misal, guru tersebut merasa kurang disukai atasan dan merasa disingkirkan , ” ujar Tuah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, kebijakan mutasi guru dilakukan sebagai kelanjutan dari upaya pemerataan kualitas pendidikan dan meminta, para guru tidak perlu cemas atas kebijakan tersebut.

Mengenai mutasi dan rotasi ini, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus Jukardi, menyatakan akan mendukung setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, yang tujuannya adalah untuk pemerataan kualitas pendidikan.

Namun, Yustinus juga mengingatkan, hendaknya kebijakan tersebut perlu melihat kondisi atau wilayah suatu daerah yang masing masing berbeda.

“ Prinsip sebenarnya dari zonasi tenaga kependidikan adalah untuk memeratakan penyebaran jumlah guru di setiap sekolah. Tapi yang jadi kendala utama bahwa setiap daerah itu tidak sama kondisi wilayahnya. Kondisi Jakarta tidak sama dengan Papua, atau dengan Kalimantan, apalagi Sintang serta Kapuas Hulu , ” ungkap Yustinus.

Dirinya tidak menampik jika dikatakan kebanyakan guru menumpuk di kota, namun dengan rencana melakukan rotasi atau mutasi, akan dapat mempengaruhi psikologis dari para guru itu sendiri.

“ Ketika guru guru ini sudah ada di kota, kemudian dipindahkan 1 tahun atau 2 tahun di Kecamatan atau mungkin di desa, dikhawatirkan ini bukan malah meningkatkan profesionalisme dan kualitas guru, justru ini nanti akan membuat guru guru ini menjadi malas, bahkan berpikir negatif dulu. Mereka nanti merasa dibuang atau disingkirkan , ” jelas Yustinus.

Salah satu faktor utama penentu kualitas pengajaran adalah guru. Oleh karenanya, Kemendikbud berupaya melakukan pemerataan kualitas tenaga pengajar dengan melakukan mutasi guru. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan juga berencana akan mengatur sistem rotasi bagi para guru, yang akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Presiden ( Perpres ), yang akan diterbitkan usai pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ).
( Rz ) 

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *