HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

TIM PESPARANI SINTANG MENUJU AUDISI PONTIANAK

By On October 09, 2019


Pemuka Gereja Katolik Keuskupan Sintang memberikan materi pembekalan kepada kontingen Pesparani Sintang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sintang, Selasa (08/10/2019). Foto oleh Humas

WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Kegiatan pembekalan dan pengukuhan kontingen Pesparani Kabupaten Sintang di Pendopo Bupati Sintang pada Selasa, (08/10/2019) dihadiri oleh Mgr. Samuel Oton Sidin. Pemimpin umat Katolik di Sintang itu menyampaikan menyampaikan pesan bila bernyanyi seyogyanya mesti dengan tulus, karna makna bernyanyi akan menjadi dua kali lebih baik dari berdoa. Saat dilakukan secara totalitas.

“Hayati lagu itu seperti kita menghayati iman dalam hidup, dengan baik,” kata Samuel. “Paduan suara harus dikemas dengan baik sehingga bisa tampil maksimal. Ini tidak mudah jadi perlu persiapan yang serius,” pesannya.

Ia berharap proses latihan dapat berlangsung dengan baik dan lancar. Kedepannya Mgr. Samuel ingin panitia melibatkan lebih banyak paroki di dalam Keuskupan Sintang.

“Pesparani dilaksanakan berkat kerjasama yang baik antara pemerintah dengan gereja. Pemerintah bisa bangga kalau tim Pesparani Kabupaten Sintang menjadi juara. Tim Sintang jangan permalukan Sintang. Latihan dan bernyanyilah dengan sepenuh hati,” tegas Samuel lagi.

Bapak Uskup juga menambahkan agar para peserta kontingen tidak hanya melakukan persiapan latihan semata, tetapi juga harus merefleksikan untuk apa persiapan ini dilakukan.

“setiap manusia boleh bekerja keras dan aktif. Tetapi ada suatu saat kita harus diam dan mendengarkan kehendak Tuhan. Dan menjaga relasi dengan Tuhan. Itu juga saat yang tepat untuk bertobat dan merenungi kehidupan kita. Di kehidupan modern saat ini, banyak orang yang sibuk dan aktif tanpa menyediakan waktu untuk Tuhan. Di dalam gereja Katolik ada banyak kegiatan dan aktivitas, salah satunya adalah Pesparani ini. Maka saya ingin kesibukan persiapan Pesparani ini sambil membiarkan Tuhan berkarya dalam diri kita. Kita ingin mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan, gereja dan sesama” tambah Uskup Sintang.

Pada kesempatan itu, Bartholomeus Brama salah satu anggota Tim LP3K Kabupaten Sintang menyampaikan tata tertib dan petunjuk teknis pelaksanaan Pesparani.
“Satu kali latihan maksimal 2 jam. Satu orang hanya diperkenankan ikut satu jenis lomba, wajib ikut minimal 90 persen kali latihan,” papar Brama. “Kita akan melakukan dua kali pertunjukan yakni di Katedral dan Gereja Maria Ratu Semesta Alam. Saya berharap dari enam kategori paduan suara, paling tidak ada satu kategori yang bisa menuju Pesparani nasional,” harap Bartholomeus Brama. (INA)

TIM PESPARANI SINTANG DIHARAPKAN LOLOS PADA AUDISI TINGKAT PROVINSI

By On October 09, 2019

Salah Satu penampilan kontingen Pesparani Sintang pada acara pembekalan dan pengukuhan Kontingen Pesparani Sintang di pendopo rumah Dinas Bupati Sintang, Selasa (08/10/2019). Foto oleh Humas.



WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Ketua LP3K Kabupaten Sintang, Agustinus Hatta menyampaikan harapannya agara para peserta kontingen Pesparani Sintang akan memberikan prestasi terbaiknya dan lolos audisi Pesparani tingkat provinsi. Hal ini disampaikan pria yang kesehariannya menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sintang pada acara Pembekalan dan Pengukuhan tim Pesparani Kabupaten Sintang, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sintang, Selasa (08/10/2019).

“Dari 13 kategori yang dilombakan, total anggota kita berjumlah 250 orang akan mengikuti 6 kategori paduan suara, 4 kategori mazmur, 2 kategori cerdas cermat, dan satu kategori bertutur kitab suci,” ungkap Hatta. “Dalam memilih anggota, kita sudah melakukan audisi sejak Mei 2019 lalu dan ada yang dilakukan rekrutmen langsung” terangnya lagi.

Untuk selanjutnya 250 peserta ini akan mulai melakukan persiapan dan latihan yang terus menerus dan ketat.

“Saya berharap, dua bulan kedepan, kita sudah memiliki tim yang solid dan siap bersaing. Sebanyak 250 anggota ini adalah harapan masyarakat Kabupaten Sintang untuk menunjukan prestasi terbaik, lebih-lebih bisa lolos audisi tingkat Provinsi Kalimantan Barat” harap Hatta.

H. Anuar Akhmad Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang mendorong LP3K Kabupaten Sintang agar lebih aktif membina masyarakat dalam hal Pesparani ini.

“Pemerintah tidak mampu bekerja sendiri membina masyarakat. Maka peran LP3KD Sintang sangat penting dalam pembinaan umat Bergama ini, maka silakan membantu pemerintah. Kepada pelatih, pengawas dan peserta untuk bekerja dengan serius. Berlatihlah dengan serius dan sepenuh hati. Juara bukan satu-satunya tujuan. Luangkan waktu dan kesempatan untuk berlatih dan mempersiapkan tim dengan baik” pesan H Anuar Akhmad.


Pastor Herman Yosef, Pr selaku pastor moderator menyampaikan  bahwa para peserta harus mengenal mengenai dua jenis musik dan lagu gereja yakni lagu rohani dan liturgi. Musik atau lagu rohani lebih mudah dikenal dan dipahami ketimbang lagu dan musik liturgi.

“Musik liturgi diciptakan supaya umat ikut aktif menyanyi, bukan hanya anggota koor saja yang menyanyi. Gereja sudah menyiapkan  teks lagu, maka para pengarang lagu liturgi tidak boleh keluar dari teks yang sudah di susun gereja. Tidak semua lagu rohani termasuk lagu liturgi. Dan lagu liturgi tidak akan masuk sebagai lagi rohani. Ada banyak kelompok kategorial yang lebih banyak menyanyi lagu rohani. Tetapi saat misa mereka harus tinggalkan lagu rohani dan harus menyanyikan  lagu liturgi” papar Pastor Herman Yosef, Pr. (INA).

SEKDA SINTANG KUKUHKAN KONTINGEN PESPARANI

By On October 09, 2019


Sekda Sintang, Yosepha Hasnah memberikan arahan pada acara pengukuhan kontingen Pesparani Sintang, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sintang, Selasa (08/10/2019). Foto oleh Humas.

WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengukuhkan 250 orang peserta kontingen Pengurus Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Kabupaten Sintang untuk mengikuti audisi Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di di Pendopo Bupati Sintang pada Selasa (8/10/2019).

Audisi di Pontianak yang akan dilaksanakan akhir Desember 2019 mendatang. Kontingen Sintang tersebut akan mengikuti seluruh kategori perlombaan yakni 13 kategori. Yosepha Hasnah menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan dan pengukuhan ini merupakan sebuah tahap yang harus dilakukan.

“Kami berharap peserta yang yang sudah disiapkan bisa ikut audisi di Pontianak nanti berada pada kondisi yang prima. Besar harapan saya, tim Sintang bisa mengikuti Pesparani nasional di Kupang nanti,” ungkap Yosepha.

“Kedepannya, dalam melakukan seleksi tim Pesparani, kami berharap bisa dilakukan audisi sampai ke kecamatan. Sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa ikut. Kami juga mendorong agar bisa dibentuk LP3K Kecamatan  yang ada di Kabupaten Sintang. Mari kita hadapi tantangan-tantangan yang ada secara bersama-sama. Saya berpesan kepada seluruh peserta agar berlatihlah dengan serius dan selalu kompak dalam mempersiapkan  diri. Bawalah nama baik Kabupaten Sintang pada audisi tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak nantinya” pesan Yosepha Hasnah

Ketua LP3K Provinsi Kalimantan Barat, Ignatius Liyong mengharapkan proses latihan nanti dapat menghasilkan paduan  suara yang baik.

“Saya berharap ada kerjasama yang baik antara LP3K Kabupaten Sintang dengan pihak Keuskupan Sintang. Saya juga minta pembinaan yang merata sampai ke paroki di Kabupaten Sintang. Jangan sampai yang di bina hanya yang ada di Kota Sintang saja. Kami siap mendukung kalau ada pembinaan di Kabupaten Sintang bahkan Se Keuskupan Sintang yang terdiri dari 3 kabupaten” terang Ignasius Liyong. (INA)

BERI WADAH LEGAL BAGI PARA PENEMBAK, PERBAKIN SINTANG SIAP DILUNCURKAN

By On October 08, 2019


Anggota DPRD Sintang, Billy Welsan pada kunjungan kerjanya di Nanga Dedai beberapa waktu lalu. Foto oleh Ina

WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Hobi menembak bagi sebagian orang menyenangkan namun cukup menakutkan bagi sebagian yang lain. Di Sintang sudah ada muncul klub-klub menembak. Hanya saja pembinaan dari pemerintah belum dapat dilakukan karna belum ada wadah resmi seperti Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin).

Perbakin merupakan salah satu organisasi menembak yang sudah diakui oleh pemerintah. Menurut Billy Welsan, anggota DPRD Sintang, inisiasi pembentukan Perbakin di Sintang dimaksudkan untuk memberikan wadah kepada para pecinta dan pegiat serta klub-klub menembak.

“Saat ini kesiapan pada proses pembentukan Perbakin Sintang sudah 85 persen,” ungkap Billy. “Proses pembentukan sudah menyiapkan panitia penjaring, panitia pelaksana dan pengarah, kita juga sudah dapat surat keputusan yang dari Perbakin Provinsi,” tambah pria yang juga menjabat sebagai ketua umum Sintang ranger squad (SRS).

SRS sendiri merupakan komunitas penembak di Sintang, secara khusus klub ini mewadahi para pecinta airsoft. Komunitas yang sudah terbentuk di Sintang sejak dari tahun 2002 ini telah memiliki partisipan lebih dari 100 orang anggota.

Di Sintang sendiri, sudah ada setidaknya 4 klub menembak legal yang siap bergabung di Perbakin Sintang. Selain itu, KONI Sintang juga sudah menyatakan dukungan terhadap pembentukan Perbakin di Sintang.

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menyatakan keberadaan Perbakin diharapkan dapat menjaring atlit-atlit Sintang dibidang olahraga menembak. Dengan adanya wadah resmi, atlit menembak Sintang dapat mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat provinsi dan nasional. Selain itu, Perbakin juga dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat Sintang khususnya dalam pengawasan pada peredaran dan penggunaan senjata di Sintang.

“Lewat Perbakin, kita juga bisa memberikan penyuluhan bagi para pecinta olah raga menembak sehingga citra para penembak tidak hanya sekedar sebagai hobi saja, tapi juga bisa menjadi mitra pemerintah dalam menjaga hewan-hewan endemik yang dilindungi yang ada di Sintang,” pungkas Billy.

Marselinus Edi, Sekretaris klub Hunter Bumi Senentang (HBS) mengatakan penting keberadaan Perbakin bagi dirinya dan teman-temannya yang hobi menembak. Selama ini mereka menyalurkan hobi dan bakat mereka di areal perkebunan kelapa sawit. Puluhan tupai biasa menjadi hasil buruan bersama.

“Memang harus dibentuklah ya Perbakin di Sintang, karna selain jadi wadah utnuk menyatukan teman-teman sehobi bisa juga jadi tempat latihan bersama untuk menempa kemampuan menembak,” kata Edi. “Khusunya yang niat menjadi atlit menembak bisa latihan menembak dengna lebih serius di dalam organisasi ini nantinya,” katanya lagi.

Selain belajar dan menyalurkan hobi menembak, Perbakin juga akan membuat para anggota klub menembak menjadi lebih tertib, karna juga harus memperhatikan administrasi. HBS sendiri memiliki 43 anggota dan 20 orang partisipan.  Dengan anggota sebanyak itu, tentu akan lebih maksimal dalam membina dan mengarahkan anggota pada hobi menembak yang positif bila bergabung dalam suatu organisasi seperti Perbakin.  (INA)

UPAYAKAN OPTIMALISASI LAYANAN KESEHATAN DI SINTANG

By On October 08, 2019


Anggota DPRD Sintang, Santosa menghadiri acara penutupan turnamen di Nanga Dedai Sintang beberapa waktu lalu. Foto oleh Ina


WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG.  Layanan kesehatan yang baik dan layak menjadi kebutuhan dasar dalam kehidupan seseorang. Berbagai upaya dilakukan oleh banyak pihak untuk dapat memenuhi kebutuhan ini. Mulai dari upaya mandiri masyarakat dengan mengubah gaya hidup mereka, dari pengobatan tradisional kearah pengobatan medis sampai pemerintah dengan mengadakan fasilitas kesehatan dalam berbagai tingkatan, dari puskesmas pembantu hingga rumah sakit.

Di Sintang, layanan kesehatan sudah cukup baik, sudah ada lebih dari 20 puskesmas rawat inap, ada rumah sakit pratama di Serawai selain rumah sakit umum milik daerah yang ada di pusat kabupaten. Namun keberadaan fasilitas layanan kesehatan tersebut, masih dirasa belum optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Sintang, dr. Harysinto Linoh ditemui beberapa waktu lalu di kantornya menyebutkan, 3 (tiga) kendala besar yang dihadapi timnya dalam melakukan pengadaan layanan kesehatan yang optimal di Sintang.

“kita itu sudah punya banyak petugas kesehatan, perawat dan bidan tapi mereka tidak tersebar merata,” kata dr. Sinto. “ada yang maunya tugas di desa tidak mau di dusun, ada yang maunya cuma tugas di kabupaten tidak mau di kecamatan, jadi ada beberapa dusun dan kecamatan yang masih kekurangan tenaga kesehatannya,” terannya lagi.

Selain sebaran petugas kesehatan yang belum merata persoalan lain yang dihadapi, kondisi infrastruktur dari dusun ke desa (fasilitas kesehatan) terdekat masih buruk dan sarana peralatan medis yang belum ‘up to date’. Sinto menyebutkan bahwa pihaknya setiap tahun melakukan upaya untuk memperbaharui dan mengadakan alat medis yang mumpuni di fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada di Sintang.

Pada kesempatan berbeda, ditemui di kantornya, anggota DPRD, Santosa, S.AP mengatakan dari hasil pengamatannya kendala yang paling vital untuk di masyarakat itu keberadaan tenaga medis, karna menurutnya keberadaan tenaga medis di setiap komunitas atau dusun pertolongan pertama pada kasus kesehatan masyarakat dapat segera dilakukan walaupun infrastruktur belum baik.

“Hal kedua yang krusial, itu perbaikan infrastruktur. Jalan dan jembatan yang baik dan layak akan memudahkan masyarakat untuk melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih baik yang berada di kecamatan dan pusat kabupaten,” kata pria yang akrab disapa Santo itu.

Dari pengalamannya menjadi kepala desa, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, dengan adanya dana desa, secara mandiri komunitas masyarakat dapat membangun fasilitas kesehatan mereka secara mandiri.

“Dengan memanfaatkan dana desa, selain dianggarkan untuk pembuatan polindes atau Pustu, bisa juga dianggarkan untuk membuat rumah dinas bagi petugas medis yang mau melayani di desa setempat,” pungkas Santo. (INA)

JARING BIBIT ATLET SEPEDA SINTANG GELAR KEJURDA BMX DAN MTB

By On October 07, 2019

Hendrika, Kadisporapar Sintang membuka acara kejurda BMX dan MTB di Kelurahan Ladang, Minggu (06/10/2019). Foto oleh Humas.


WW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) dan Ikatan Sepeda Indonesia Sintang (ISIS) mengelar kejuaran daerah (Kejurda) yang di gelar di Sirkuit BMX Jalan Taswi Gang Nangka, Kelurahan Ladang, Kecamatan Sintang, Minggu (6/10/19) pagi, guna menjaring dan mencari bibit-bibt atlit sepeda berbakat dan berprestasi di Kabupaten Sintang.

Kadisporapar Kabupaten Sintang Hendrika yang hadir mewakili Bupati Sintang untuk membuka kejurda tersebut mengatakan pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan Kejurda BMX dan MTB yang di gelar ISSI, karena selain sebagai bentuk untuk menjaring bibit-bibit atlet sepeda berprestasi yang nantinya bisa mengharumkan nama daerah, kegiatan ini juga sangat menunjang program pemerintah daerah yang ingin mewujudkan masyarakat yang sehat. Terlebih juga olahraga sepeda ini sangat di minati oleh semua kalangan masyarakat karena manfaatnya sangat besar.

“Olahraga sepeda ini bisa membuat otak menjadi cerdas, sehingga anak-anak itu belajar bisa berprestasi, sehat badannya, jantungnya dan paru-parunya terpelihara karena berolahraga dan ini juga untuk penjaringan bibit itu memang harus dari usia dini sehingga anak-anak setelah besar bisa semakin berprestasi membawa nama daerah,” kata Hendrika.

Oleh sebab itu Hendrika berharap ISSI Kabupaten Sintang terus berkomitmen membantu pemerintah daerah untuk pengembangan olahraga sepeda yang ada di daerah ini. Selain itu juga Hendrika berpesan bahwa kegiatan ini di laksanakan tidak hanya sebagai program tahunan saja tapi apa yang di hasilkan harus jelas pembinaannya sehingga nanti bisa berprestasi diajang yang lebih tinggi.

“Terus dibina para juara selesai kegiatan ini, dan para peserta semuanya di beri penghargaan berupa sertifikat agar mereka bangga dan termotivasi mengikuti kegiatan ini lagi kedepannya”pesan Hendrika.

Ketua panitia, Etiana Nuraini Liu mengatakan kegiatan kejurda BMX dan MTB ini merupakan program atau agenda tahunan ISSI Kabupaten Sintang. Tujuan kegiatan ini untuk mencari atau menjaring bibit-bibit atlet sepeda guna nantinya akan dibina dan diikut sertakan mewakili Kabupaten Sintang ketingkat Provinsi seperti Porprov.

“Adapun pesertanya untuk BMX yakni usia 9-12 tahun berjumlah 26 orang, 13-16 tahun berjumlah 23 orang. Kemudian untuk MTB ini diikuti BKUCC, instansi pemerintah dan lainnya yang berjumlah sekitar 50 orang,” jelas wanita yang akrab di sapa Ana liu. “Peran serta orang tua juga nanti sangat kami harapkan, karena kalau hanya kami sebagai pengurus ISSI bekerja sendiri juga tidak bisa, terlebih memang atlet-atlet BMX ini rata-rata merupakan anak usia dini,” ungkap ketua ISSI Kabupaten Sintang.

Ana liu juga menyampaikan bahwa usai kejurda ini ISSI Kabupaten Sintang akan melakukan pembinaan kepada para atlet sepeda yang berhasil menjadi juara. (INA)

KETUA DPRD SINTANG HADIRI UPACARA PERINGATAN HUT TNI

By On October 06, 2019


Ketua DPRD, Florensius Roni menghadiri Upacara Peringatan HUT TNI ke-74 di Lapangan Makorem 121 Alambhana Wanawai Sintang, Sabtu (05/10/2019). Foto oleh Humas


WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Ketua DPRD Sintang, Florensius Roni menghadiri upacara peringatan HUT TNI ke-74 di Lapangan Makorem 121 Alambhana Wanawai Sintang, Sabtu (05/10/2019).

“Selamat kepada Tentara Nasional Indonesia, Dirgahayu TNI ke-74, TNI Profesional kebanggaan Rakyat,” ucap Roni usai mengikuti sesi foto bersama. “Semoga TNI selalu maju, selalu dekat dengan masyarakat,

Kepala Staf Korem 121 Alambhana Wanawai Sintang, Kol. Inf. Marzuki bertindak selaku inspektur upacara. Beliau membacakan amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Dalam amanat tersebut pimpinan TNI mengingatkan akan adanya perang dalam dunia cyber yang menuntut kecakapan para prajurit TNI di seluruh Indonesia untuk menyikapinya.

“prestasi TNI harus disyukuri sekaligus menjadi cambuk bagi kita semua untuk berbuat lebih baik lagi,” kata MArzuki dalam sambutannya. “menyikapi berbagai kondisi keamanan Negara yang sedemikian kompleks, TNI telah melakukan berbagai upaya meliputi, pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI,” jelasnya lagi.

Panglima TNI berpesan agar seluruh prajurit dapat mempekokoh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan soliditas TNI, meningkatkan kewaspadaan dan profesionalitas serta kualitas prajurit juga terus menjaga sikap positif terhadap berbagai perubahan yang terjadi.

Turut serta dalam upacara tersebut, pelajar dari SMA Imanuel Sintang. Dengan mengenakan seragam pramuka mereka ikut berbaris rapi di lapangan Makorem tersebut.

Destaria, salah seorang pelajar kelas X IPS mengungkapkan rasa bangganya melihat kegagahan prajurit TNI. Tampak raut wajah senangnya bisa berpartisipasi pada upacara ini. Suatu kebanggaan tersendiri bagi pelajar ini dapat menyaksikan kesigapan para prajurit dalam berbaris dan kemegahan kompleks salah satu gedung markas komando militer besar yang ada di Kalimantan Barat.

“Mereka (Prajurit TNI) itu keren,” kata Desta. “sebenarnya sih, mau kaya mereka tapi badanku kecil,” lanjutnya tersipu malu. “semoga TNI terus bisa menjaga Negara kita Indonesia,” ucapnya bersemangat. (INA).

KETUA DPRD SINTANG HADIRI PENUTUPAN DEDAI CUP 2019

By On October 06, 2019

Ketua DPRD, Florensius Roni menghadiri penutupan Dedai Cup 2019 di Nanga Dedai Sintang, Jumat (04/10/2019). Foto oleh Ina


WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Ketua DPRD Sementara, Florensius Rony menghadiri penutupan Dedai Cup 2019 di Desa Nanga Dedai Sintang, Jumat (04/10/2019). Pada kesempatan itu  politisi Partai Nasdem itu mengatakan, rasa bangganya atas pelaksanaan kegiatan secara rutin setiap tahun.

“Saya sangat mengapresiasi kerja kawan-kawan panitia, kita tahu untuk menyelenggarakan acara seperti ini tidaklah mudah. Menurut saya acara ini sudah cukup berhasil dan sukseslah ya,” puji Roni.

Menurut Roni, kegiatan olahraga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Olahraga  bisa menjadi sarana bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilahturahmi dan juga menunjang ekonomi masyarakat setempat secara kontinyu.

Pria yang mencapai posisi tertinggi DPRD Sintang diusia muda itu berharap olahraga di secara khusus di Dedai dan juga untuk Sintang secara umum, dapat terus maju. Ia menginginkan adanya peningkatan prestasi dibidang ini.

“semoga dengan dilakukannya turnamen-turnemen ditingkat kecamatan dapat menjaring pemain-pemain yang berkualitas,” ujar Roni. “Kita dari DPRD selalu dukung, apapun itu kalau untuk memajukan olahraga di Sintang pasti kita dukung sepenuhnya, “ pungkasnya.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sintang, Harysinto Linoh mengatakan, permainan sepak bola ini salah satu olahraga populer. Ia berjanji akan ada berbagai turnamen yang digelar di Sintang kedepannya.

“Kita mau membawa pemain-pemain sepak bola Sintang untuk berprestasi ketingkat regional dan nasional, jadi kita bikin berbagai turnamen di kecamatan-kecamatan ini biar kita bersama bisa melihat juga menseleksi atlet-atlet yang berkualitas dan berpotensi,” kata Sinto.

Ia menyampaikan saat ini dirinya dan tim di PSSI Sintang sedang mempersiapkan pagelaran Bupati Cup 2019. Sinto berharap para pemain yang bertanding di Dedai Cup akan ikut berpartisipasi menyemarakkan event kabupaten tersebut. (INA).

PEMDA SINTANG  SUSUN RDTR KAWASAN INDUSTRI SUNGAI RINGIN

By On October 04, 2019


Wakil Bupati Sintang, Askiman membuka Rapat RDTR kawasan indutri Sungai Ringin di Hotel My Home Sintang, Kamis (03/10/2019). Foto oleh Humas


WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Kamis, 03/10/2019 pagi, diadakan Rapat Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Industri  Sungai Ringin dan Konsultasi  Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Pelaksanaan rapat dilakukan diruang rapat Hotel my Home Sintang Jl. Lintas Melawi Komplek Golden Square.

Kepala Seksi Perencanaan  Tata Ruang KSN II Kementerian ATR  A. Mungky Prayitna, mengatakan,  tujuan  Penyusunan Rencana  Detail Tata Ruang (RDTR) ini akan mempermudah  dalam surat perijinan lokasi  didalam Standart Online Single Submission(OSS), jadi adanya kepastian hukum  dalam investasi.

“Dalam Rapat Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Industri  Sungai Ringin  dan Konsultasi  Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) ini Tim Kementerian ATR  akan memaparkan  secara teknis , dan akan meminta masukan dari Dinas terkait seperti Bappeda dan BPN Kabupaten Sintang,”  kata Mungky.

Berdasarkan  Surat  Kementerian  Agraria  dan Tata Ruang (ATR)  Badan Pertanahan Nasional  dalam rangka mempercepat Penyusunan Rencana  Detail Tata Ruang (RDTR)  sebanyak seratus lima puluh delapan lokasi yang ada di beberapa daerah  di Indonesia, dan salah satunya di Kabupaten Sintang.

Sementara itu, Dalam kata sambutannya, Askiman  mengatakan,  berdasarkan Perda No.20 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah(RTRW) Kabupaten Sintang tahun 2016-2036, pada pasal 40 dan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Rencana Rinci Tata Ruang pada pusat-pusat kegiatan yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda).

”Amanat tersebut memberikan konsekwensi kepada Pemerintah kabupaten Sintang untuk segera menyusun Rencana Detail Tata Ruang, pada pusat pusat kegiatan yang ditetapkan salah satunya adalah  Pusat Kegiatan Lokal (PKL) Industri Sungai Ringin yang berlokasi di Kecamatan Tebelian” kata Askiman.

“kami mengucapkan terimakasih kepada Kementerian  Agraria  dan Tata Ruang (ATR)  Badan Pertanahan Nasional   yang telah membantu Pemerintah  Kabupaten sintang  dalam penyusunan Dokumen Penataan Ruang, dan dalam penyususunan RDTR Kawasan Industri Sungai Ringin ini akan disesuaikan  dengan Standart Online Single Submission(OSS), sehingga  akan mempermudah dalam birokrasi perijinannya”  jelas Askiman lagi. (INA)

JAROT DILANTIK JADI KETUA HKTI SINTANG

By On October 04, 2019

dr. Jarot Winarno, Bupati Sintang dilantik menjadi ketua HKTI Sintang, Kamis (03/10/2019). Foto oleh Humas


WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Kunjungan Pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pusat juga melakukan pelantikan pengurus HKTI Kabupaten Sintang periode 2019-2024. Kegiatan dilangsungkan di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (03/10/2019).

Sebanyak 73 orang Dewan Pimpinan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Kabupaten Sintang masa bakti 2019-2024 yang dilantik oleh Edy Suyanto, selaku Ketua Dewan Pimpinan Provinsi  Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPP HKTI) Kalimantan Barat. Pada kesempatan itu, dr. Jarot Winarno, juga dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus Harian Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sintang periode 2019-2024.

Edy Suyanto mengungkapkan bahwa ia merasakan ada harapan dibawah kepemimpinan Jarot selaku Ketua HKTI Kabupaten Sintang peride 2019-2024. Selain itu, dirinya berharap HKTI dapat menjadi institusi yang dapat menjembatani para petani dengan para pemangku kepentingan (stakeholder), pemerintah dan pembeli atau pelanggan.

“Kemarin satu hari penuh kami melihat langsung dan mendengar penjelasan-penjelasan dari Pak Jarot kami merasa ada harapan dan kami yakin dibawah kepemimpinan Pak Jarot sebagai Ketua HKTI Kabupaten Sintang ini akan memberikan manfaat dan akan mengangkat harkat martabat kesejahteraan petani di Kabupaten Sintang” ungkap Edy. “Jadilah agent of change, pelopor perubahan dan menjadi revolusi untuk para petani,” pesannya.

Pada kata sambutannya, Jarot, selaku Bupati Sintang sekaligus ketua HKTI Sintang yang baru mengatakan Petani selalu bermasalah dengan 3 hal yaitu hak atas tanah yang dikelolanya, akses permodalan dan pemasaran produk yang dihasilkan, secara keseluruhan petani bermasalah dengan nilai jual produk-produknya. Jarot menambahkan bahwa Kabupaten Sintang menggantungkan diri pada 3 komoditas utama yaitu karet, sawit dan sahang atau lada.

Jarot mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Sintang harus bergeser dari ekonomi yang ekstraktif ke ekonomi yang lebih kreatif.  Ia berharap kelak lahan-lahan di Kabupaten Sintang dapat digunakan untuk pertanian yang kreatif. Orang nomor satu di Sintang itu juga memuji  peran Credit Union Keling Kumang dan Solidaridad mengembangkan pusat kajian kopi dan kakao, selain itu Solidaridad juga bekerjasama dengan HKTI untuk mengembangkan teh.

Pada akhir sambutannya, Jarot pun berharap  keberadaan HKTI dapat membantu dan bermitra dengan organisasi tani lainnya dan kedepannya para petani dapat tertolong.

Sementara itu, Dewan Pakar DPN HKTI Mayjen TNI (Purn.) Winston P. Simanjuntak yang dalam hal ini mewakili Ketua HKTI, Jenderal TNI (Purn.) DR Moeldoko dalam kata sambutannya mengatakan bahwa ada  5 (lima) persoalan yang harus HKTI menjadi solusi yaitu kepemilikan lahan petani, kondisi tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, aspek permodalan dan lemahnya manajemen petani, penguasa teknologi dan inovasi dan pasca panen yang sering bermasalah.

Winston mengatakan bahwa pada sektor pertanian Kalimantan Barat mempunyai Sumber Daya Alam yang potensial ditengah makin tumbuhnya industri properti dan pertumbuhan penduduk yang tinggi dan tidak bisa dipungkiri areal lahan pertanian makin menyusut.

“Berkurangnya lahan pertanian tidak lantas dijustifikasi berkurangnya produksi, namun dengan inovasi dan teknologi kita harus mampu melipatgandakan produksi dan hasil pertanian nasional” lanjutnya.

Winston menyebutkan, HKTI berupaya melakukan langkah-langkah strategis membantu pemerintah pusat dan daerah membina para petani dari sisi produksi, teknologi dan produktifitas serta membuka akses pasar.

“Kami mengajak semua pihak bersama-sama membangun kedaulatan pangan nasional, DPP Provinsi Kalimantan Barat beserta seluruh DPK HKTI Kalimantan Barat harus bergandengan tangan dengan Pemerintah Daerah, Provinsi, Kabupaten/Kota untuk bersama-sama meningkatkan produksi pangan yang memakmurkan petani” tutupnya. (INA)

PEMBANGUNAN DI SINTANG SUDAH CUKUP MERATA

By On October 04, 2019


Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri acara rapat koordinasi tim inovasi kabupaten, Aula Bappenda Sintang, Kamis (03/10/2019). foto oleh Humas


WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Gini rasio Sintang dibawah 30, artinya ketimpangan pembangunannya kecil, pembangunan di Sintang cukup merata. Hal ini karna ada banyak hal berkontribusi sebagai penyebabnya. Demikian disampaikan oleh Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, saat membuka acara rapat koordinasi tim inovasi kabupaten (TIK) Sintang program inovasi desa tahun 2019 di Aula Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Sintang, Kamis (03/10/2019).

Menurut Jarot, dana desa sebagai instrumen pembangunan Indonesia dari pinggiran telah berkontribusi besar menjadikan pemerataan pembangunan. Namun, ia menyayangkan pembangunan desa dalam beberapa tahun terakhir ini masih hanya untuk memenuhi kebutuhan fasilitas fisik dasar.

"Kita ni masih gitu-gitu aja, bangun gedung kantor lalu rabat beton, belum ada inovasi bah," kata dr. Jarot. "Maka kita selenggarakan program inovasi desa ini, kita bentuk tim kerjanya dengan melibatkan berbagai stakeholder. Kita harapkan adalah perubahan pembangunan di desa-desa kita ini ya," ujarnya lagi.

Menurut Bupati Sintang, Sintang mendapatkan program bidang pengembangan sumber daya manusia. Pemimpin Sintang itu mengingatkan kepada para anggota tim untuk memperhatikan dengan lebih seksama terkait dokumentasi kegiatan.

"Kita punya program konversi stunting, kita ambil bagian dalam proses pemberdayaan masyarakat desanya, lalu kita tambahkan program inovasi desa," pesan dr. Jarot lagi.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini diikuti oleh 140 peserta, terdiri dari kepala OPD terkait, camat, tim penggerak PKK, tim pelaksana inovasi desa serta pendamping desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni, mengatakan,Tim Inovasi Kabupaten merupakan perwakilan dari OPD, akademisi, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).  Rakor ini ditujukan untuk memberikan gambaran tentang tugas-tugas dan tanggung jawab anggota tim dalam melaksanakan program inovasi desa.

“secara umum kita mau meningkatkan kapasitas desa dalam mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) secara lebih berkualitas,” ungkap Roni.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah pemecahan masalah yang timbul selama pelaksanaan program inovasi desa sebelumnya. Juga untuk menyusun rencana pembangunan termasuk melakukan revitalisasi peran pendamping desa. (INA)

BERBAGI KEHIDUPAN LEWAT SETETES DARAH

By On October 04, 2019

Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno membuka acara kegaitan donor darah dan sosialisasi stunting di Kecamatan Binjai Hulu, Rabu (02/10/2019). Foto oleh Humas.



WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Puskesmas Mensiku bersama Pemerintah Kecamatan Binjai Hulu, Dinas Kesehatan Sintang dan PMI Sintang menggelar kegiatan Donor darah dan sosialisasi Stunting di di Aula Ruai Kitai, Kantor Camat Binjai Hulu, Kecamatan Binjai Hulu Sintang, Rabu (02/01/2019). Kegiatan ini digagas dalam upaya menyediakan darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) RSUD A.M Djoen Sintang secara khusus bagi ibu melahirkan. Ini upaya bersama untuk menurunkan terjadinya angka kematian ibu melahirkan, nifas dan bayi/balita.

Bupati Sintang, Jarot Winarno yang turut hadir pada pelaksanaan kegiatan tersebut mengatakan bahwa donor darah memiliki filosofi untuk saling berbagi kehidupan kepada yang membutuhkan.
“donor darah merupakan berbagi dalam kehidupan yang paling mudah dilakukan, karena melalui donor darah menunjukkan bahwa kita hidup tidak membeda-bedakan siapa saja, karena dengan donor darah membagi kehidupan kepada semua orang yang membutuhkan, itu filosofinya”, kata Jarot.

Jarot, juga menambahkan bahwa kebutuhan akan darah sangatlah banyak. Untuk menjaga ketersediaan darah sangat diperlukan para pendonor dari mana saja.  Darah hasil donor itu sangat membantu masyarakat yang membutuhkan darah, bukan hanya orang Sintang saja, tetapi se-Kalbar. Jarot memberikan apresiasi kepada Kecamatan Binjai Hulu yang angka kematian ibu melahirkan terpantau, nihil.

“saya berikan apresiasi, karena Kecamatan ini luar biasa, kalau begini Pemkab semangat untuk membantu terus, karena angka kematian ibu melahirkan terpantau tidak ada, sehingga kedepannya perlu adanya dari pihak puskesmas ataupun pustu untuk terus bekerja secara door to door, kerumah-rumah warga untuk mengecek kesehatan,” puji Jarot.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh, meminta kepada pihak Kecamatan dan Puskesmas untuk mempertahankan Angka Kematian Ibu Melahirkan di Kecamatan Binjai. Ia juga mengungkapkan Puskesmas Mensiku Kecamatan Binjai Hulu ini merupakan satu-satunya Puskesmas yang sudah memiliki database tentang golongan darah.

“perlu diketahui, bahwa Angka Kematian Ibu Melahirkan di Kecamatan Binjai Hulu ini masih nol, tolong dipertahankan”, kata dr.Sinto. “Kedepannya mudah-mudahan bisa segera dibentuk tim sukarelawan donor darah, dan 19 Puskesmas lainnya saya minta untuk belajar dengan puskesmas Mensiku ini apa saja inovasinya”, ujarnya. (INA)

USAI ASAP, WASPADAI BANJIR

By On October 04, 2019

Anggota DPRD Sintang, Welbertus saat menghadiri acara launching program full day school di SMP Panca Setya 2 beberapa waktu lalu. Foto oleh Ina



WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Sudah seminggu ini Sibtang diguyur hujan dengan berbagai intensitas. Udara di kota Sintang sudah lebih leluasa untuk dihirup. Masyarakat telah berani keluar rumah tanpa mengenakan masker.

Namun, masyarakat tidak boleh terlena dengan situasi ini. Hal  tersebut diingatkan oleh Welbertus, anggota DPRD Sintang disela kesibukannya sebagai anggota dewan yang baru dilantik bulan lalu. Menurutnya, pasca dilanda bencana asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan akibat musim kemarau kini masyarakat dihadapkan dengan musim penghujan yang berpotensi mendatangkan banjir.

"Musimnya sudah memang begitu adanya, lepas musim kemarau ya musim hujan, " ujarnya sambil tersenyum. "bahkan tahun ini musim kemarau lebih panjang dibandingkan tahun lalu, maka kita merasakan asap yang cukup parah karna banyak lahan dan hutan yang terbakar akibat kering, panas berjaga-jaga, hujan pun tetap waspada," himbaunya.

Pria yang akrab disapa Bang Wel ini pun mengingatkan dari pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya memasuki pergantian musim sering kali diawali hujan yang disertai angin kencang dan petir. Selain itu, peralihan musim juga membawa sejumlah potensi penyakit bagi masyarakat.

"Masyarakatnya kita harap tetap waspada dan jaga diri sebaik mungkin, kepada pemerintah kita harapkan dapat memberikan himbauan dan penyuluhan ke lapangan melalui para petugas serta kepala desa terkait upaya-upaya untuk menjaga kesehatan guna mengantisipasi kemungkinan serangan penyakit yang disebabkan sebagai dampak pergantian musim ini," pesan Bang Wel.

Kekawatiran serupa diungkapkan oleh Markus (57) salah seorang warga di Kelurahan Tanjung Puri. Pria yang sedang menjalani pengobatan ISPA akut akibat asap beberapa waktu lalu itu mengatakan, dirinya mencemaskan sakit batuknya akan berkepanjangan sebagai efek perubahan cuaca kali ini.

"Bisa jadi kena pilek juga ni nanti, maklum cuaca jadi dingin kena hujan," keluh Markus. (INA)

GUNAKAN TEKNOLAGI UNTUK PENGOLAHAN PERTANIAN

By On October 03, 2019

Bupati Sintang, dr Jarot Winarno lakukan kunjungan kerja bersama pengurus HKTI Pusat, Rabu (02/10/2019). Foto oleh Humas


WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Teknologi sangat berperan penting dalam banyak sendi kehidupan saat ini, termasuk disektor pertanian. Pemanfaatan teknologi dapat diterapkan mulai dari rekayasa genetika tanaman hingga pengolahan limbah sisa panen. 

Dewan Pakar DPN HKTI, Winston Pardamean Simanjutak pada kunjungannya di Sintang, Rabu (02/10/2019) mengatakan, sebagai contoh, kelapa sawit yang direplanting , selain dibakar dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar padat; Karet tidak hanya bisa di fungsikan untuk furniture saja, dengan teknologi canggih seperti saat ini diharapkan dapat dikelola menjadi energi.

“Dengan teknologi sekarang yang tinggi kita bisa bikin banyak hal, hanya saja memang diperlukan pemetaan dan uji kekuatan bahan-bahan itu,” kata Winston.

Pada kesempatan ini, setelah mendengarkan sejumlah hal yang di sampaikan oleh para petani, Winston meminta Pemerintah Kabupaten Sintang untuk membuat pemetaan dan perencanaan program bidang pertanian, agar HKTI pusat dapat membuat suatu program dalam rangka mendukung upaya dan kegiatan tersebut.

“sehingga kita siapkan sumberdaya pembimbing, nanti kita koordinasikan dengan menteri pertanian tentang pupuk dan bibit, saya minta pemetaan itu tergambarkan. Misal di Sintang ini buah-buahan yang bagus ini, produksinya sekian, sehingga nanti kita arahkan perusahaan apa yang mau mengembangkan ini, siapa-siapa yang mau mengambil dengan harga yang tentunya petani di untungkan, sehingga kestabilan harga itu terjaga”kata Winston.

Bupati Sintang Jarot Winarno menanggapi hal tersebut, terkait Sawit dan Karet, sawit yang paling tertua di Kabupaten Sintang ini di tanam 23 tahun yang lalu, 2 tahun lagi sudah harus di replanting atau sudah ditanam kembali. Saat ini sudah didata, ada 1.470 hektar siap untuk direplanting dengan menggunakan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), tinggal menunggu hasil peninjauan Departemen Pertanian dan Perkebunan.
Sementara untuk karet luasan perkebunan karet yang harus di replanting di Kabupaten Sintang ini kalau di total sekitar 9.000 hektar. Saat ini di Sintang, ada salah satu investor yang mau membangun pabrik finger joint dengan menggunakan bahan dari pohon karet yang tua.

Terkait pendampingan bagi para petani, Jarot mengatakan akan di lakukan melalui Dinas Pertanian dan perkebunan dan juga HKTI Kabupaten Sintang. Usai menghadiri kegiatan di Desa Ransi Kecamatan Sui Tebelian, Bupati Sintang bersama pengurus HKTI pusat melanjutkan kunjungan kerjanya ke Desa Pelimping, Kecamatan Kelam Permai, untuk melauching Langkau Tani “Centre Edukasi Petani Terpadu” (CEPT). Kemudian lanjut berdialog bersama para petani serta penanaman bibit teh oleh Bupati, pengurus HKTI dan Tim Solidaridad. Rombongan juga meninjau kebun pembibitan teh di komplek Rumah Kopi, Desa Kebong, Kelam Permai. (INA)

DORONG PENINGKATAN POTENSI TANANAM BUAH DI SINTANG, HKTI KUNJUNGI BEBERAPA SPOT TANAM DI SINTANG

By On October 03, 2019

Dialog bersama Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno dan pengurus HKTI Pusat, Rabu (02/10/2019). Foto oleh Humas



WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Sintang mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat di bidang pertanian. Rabu (02/10/2019) Pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pusat yang terdiri dari Dewan Pakar DPN HKTI Winston Pardamean Simanjutak, Wakil Sekretaris Jendral HKTI Arif Rahman serta Ketua HKTI Kalbar Edi Suyanto datang berkunjung.

Kehadiran para pengurus HKTI tersebut untuk menghadiri kegiatan launching buah lokal agropolitan Al Ma’rif di Kebun Jambu Kristal dan Belimbing Desa Ransi, Kecamatan Tebelian. Launching buah lokal agropolitan Al Ma’rif ini di tandai dengan pemetikan buah belimbing oleh Dewan Pakar HKTI Winston Pardamean Simanjutak. Kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit kurma oleh rombongan HKTI Pusat bersama Bupati Sintang.

Dalam kesempatan itu, rombongan menyempatkan diri berdialog bersama petani. Bupati Sintang dr. Jarot Winarno, memimpin langsung dialog tersebut. Dialog itu berlangsung sekitar 30 menit, sehingga menjadi kesempatan para petani untuk menyampaikan keluhan dan masalah yang di alami sebagai petani buah.

“kami sudah mendengar dan melihat besarnya potensi pertanian di Sintang ini, sehingga nanti coba kita siapkan sumberdaya pembimbing, kita koordinasikan juga dengan menteri pertanian tentang pupuk dan bibit, saya minta pemetaan itu tergambarkan,” kata Winston. “Nanti kita arahkan juga perusahaan apa yang mau mengembangkan ini, siapa-siapa yang mau mengambil dengan harga yang tentunya petani di untungkan, sehingga kestabilan harga itu terjaga” ujarnya lagi.

Wandi salah satu petani buah di Kecamatan Sui Tebelian mengatakan untuk buah jeruk dan langsat di Kabupaten Sintang ini harus mendatangkan dari Sambas dan Pontianak, padahal ia memiliki perkebunan jeruk yang cukup potensial karena jeruk yang ia tanam selama 2 tahun sudah menghasilkan buah, namun dirinya bingung untuk memasarkannya kemana, sehingga ia meminta pemerintah daerah untuk membantu proses pemasarannya, selain itu juga ia meminta bantuan pupuk dari pemerintah daerah.

“ini sebenarnya potensi di daerah kita pak, yang penting dari HKTI dan pemerintah daerah membimbing melalui pelatihan, proses pemasaranya seperti apa, dan juga mohon bantuan pupuk dan lainnya”ungkap Wandi.

Hal yang sama juga di ungkapkan Sugiarto salah satu pengurus Koperasi di Wilayah Tebelian dan Tempunak. Ia  menyampaikan bahwa perkebunan jambu kristal dan belimbing di kebun milik Al Ma’rif ini merupakan contoh, di desa lain juga banyak para petani buah, namun masih bingung untuk memasarkankannya. Menurutnya, kalau tidak ada pasar maka secara perlahan para petani akan mundur, tapi kalau ada pasar maka petani akan teransang untuk mengembangkan hasil pertanian atau perkebunannya, terlebih di Kabupaten Sintang ini banyak potensi yang bisa di kembangkan.

“kemudian petani-petani di sini juga menanam sawit dan karet, saya liat sawitnya sudah umur 22 tahun, karetnya kurang lebih udah 30 tahun, ini perlu peremajaan, mohon pemikirannya terutama dari HKTI untuk bisa menampung aspirasi petani, karena tidak lama lagi sawit dan karet itu akan di tebang dan di tanam kembali, otomatis akan terjadi penurunan ekonomi”ungkap Sugiarto.

Untuk itulah Sugiarto berharap pemerintah daerah bisa mengarahkan perbankan yang bisa menyalurkan modal kepada para petani atau menjadi mitra bagi petani agar perekonomian di wilayah pedesaan di Kabupaten Sintang umumnya bisa berjalan dengan lancar.

Mastur Efendy, petani hortikultura dan kakau dari Desa Merarai Satu menyampaikan bahwa untuk komoditi kakau sangat potensial untuk di kembangkan di Kabupaten Sintang. Komiditi ini dapat menjadi salah satu komiditi alternatif para petani di Desa Merarai Satu selain sawit dan karet.

“oleh karena itulah pak, kami meminta bantuan tentang pengetahuan budidaya kakau dan proses pengolahannya pasca panen dan juga butuh bantuan pendanaan bagi kelompok tani, karena sangat minim pendanaan”kata Mastur.

“Kita harap HKTI dapat membantu dan bermitra dengan organisasi tani lainnya melalui Dinas pertanian dan pekerbunan kita, ya,” kata dr. Jarot. “Sehingga kedepannya para petani Sintang ini dapat tertolong,” pesannya. (INA)

LAPANGAN SEPAK BOLA BUKAN HANYA UNTUK OLAHRAGA

By On October 03, 2019

Bupati Sintang serahkan plakat penghargaan kepada pemenang Garesma Cup II 2019 di Lapangan Masuka Sintang, Selasa (01/10/2019). Foto oleh Humas


WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. “Main bola itu selain untuk olahraga, juga untuk enjoy dan bersenang-senang”, ucap Jarot Winarno ketika menutup rangkaian kegiatan turnamen sepakbola Garesma CUP yang diselenggarakan di lapangan Sepakbola Masuka, Kelurahan Kapuas Kiri Hulu, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Selasa (01/10/2019) sore.

Bupati Sintang menyempatkan diri menonton langsung pertandingan final sepakbola Garesma CUP, yang mempertemukan kesebelasan Persista All Star melawan kesebelasan PSG dari Gandis Kecamatan Dedai. Pertandingan berlangsung selama 2x45 menit dengan pola permainan cukup sengit, skor dipimpin oleh kesebelasan Persista All Star dengan selisih 2 angka dari PSG, menjelang detik-detik akhir pertandingan, PSG mampu mengubah skor menjadi 1, setelah melalui pertandingan yang cukup sengit, akhirnya PSG harus takluk dari Persista All Star dengan Skor 2-1.

“Saya tadi dukung PSG, saya acungkan jempol kepada PSG Gandis karena berhasil membobol gawangnya Persista All Star yang dijaga ketat oleh kipar legendaris Persista tersebut”, kata Jarot dalam sambutannya. “Saya senang, inilah kebanggaan kita tim Garesma yang mampu membuat turnamen seperti ini, jaman dulu ada klub bola Gelora, Forti, Gapuma, dan Garesma, mudah-mudahanlah turnamen seperti ini bisa setiap tahun diselenggarakan”, ujarnya lagi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Tomi mengatakan bahwa kegiatan turnamen sepakbola Garesma CUP sudah dihelat semenjak bulan September 2019, “kegiatan ini sudah kita laksanakan sejak tanggal 7 September 2019 dan berakhir pada tanggal 1 Oktober 2019 ini, dengan diikuti sebanyak 40 klub sepakbola”, kata Tomi.

Seusai pertandingan, salah satu pemain sepakbola dari kesebelasan Persista All Star, Faisal Rizal yang berhasil mencetak satu gol untuk Persista All Star pada babak kedua di menit ke-60 mengaku bangga dapat menyumbangkan satu gol untuk Persista All Star, “ya cukup bangga ya bisa memberikan satu gol untuk Persista All Star, permainan cukup asik, saling belawanlah dengan PSG, saya rasa pertandingan seperti ini harus terus diselenggarakan”, ucap Faisal. (INA).

PKK MITRA STATEGIS PEMDA DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT

By On October 03, 2019

Wakil Bupati Sintang, Askiman berfoto bersama para pengurus PKK se-Kabupaten Sintang di Balai Pegodai, Rabu (02/10/2019). Foto oleh INA




WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. TP PKK Sintang adakan rapat koordinasi (Rakor) Tim Penggerak PKK kecamatan se-kabupaten Sintang tahun 2019 di Balai Pegodai kompleks rumah dinas Wakil Bupati Sintang, Rabu (02/10/2019). Ketua panitia rakor, Siti Masitah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menindaklanjuti rakor tingkat provinsi yang sudah disampaikan beberapa bulan lalu.

Rapat ini juga dilakukan untuk mensinergikan kegiatan PKK dengan program pemerintah daerah. Peserta rapat 60 orang terdiri dari ketua dan sekretaris tim penggerak PKK dari masing-masing kecamatan ditambah beberapa perwakilan dari TP PKK desa.

"Kegiatan ini juga mendatangkan narasumber dari BKKBN provinsi Kalimantan Barat," ungkap Siti.

Hadir pada acara tersebut, Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman, MM. Menurut Askiman, Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang hendak menginisiasi perlombaan implementasi 10 pokok program PKK antar kecamatan ditingkat kabupaten. Semangat gotong royong, kesejahteraan, ketahanan pangan sebagai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan tata laksana para pengurus PKK.

"PKK dengan program pokoknya sudah sangat mendukung program kerja Pemerintah," kata Askiman. "Hanya saja pelaksanaannya belum optimal," ungkapnya lagi.

Askiman mengatakan ada banyak kendala dalam proses pelaksanaan program kerja PKK namun ada banyak solusi yang ada di sekitar.

"Dalam hal pendidikan, kita tidak perlu harus semua orang sekolah tinggi, pengetahuan juga tidak selalu harus datang dari pelatihan dan pendidikan non formal namun dari kumpulan pengalaman hidup sehari-hari," kata Askiman. "Kita hanya perlu duduk bersama untuk sharing pengalaman dari yang senior kepada yang junior khususnya dalam organisasi PKK," tambahnya.

Wakil bupati juga memberikan himbauan kepada para pengurus tim penggerak PKK agar memperhatikan hal-hal kecil yang terjadi dilingkungan masing-masing. Ia memberikan berbagai contoh yang ditemuinya pada saat kunjungan kerja ke desa-desa.

Rakor kali ini mengusung tema, 'tingkatkan kinerja gerakan PKK selaras program pemerintah'. Rakor ini menginginkan adanya peningkatan komitmen pengurus dalam mewujudkan program kerja TP PKK disemua tingkat kepengurusan. (INA)

AGROFORSTRY JADI BENTUK ALTERNATIF ATASI KARHUTLA

By On October 02, 2019


Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno menerima plakat ucapan terima kasih atas supportnya pada kegiatan pengembangan agroforestri dari Solidaridad Indonesia di Aula CU Keling Kumang Sintang, Selasa (01/10/2019). Foto oleh Ina

WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Pemda Sintang bekerjasama dengan Solidaridad mengadakan acara workshop pengembangan agroforestry pada area penggunaan lain (APL) sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sintang, di Aula CU Keling Kumang Sintang, Selasa (01/10/2019).

Kegiatan ini dilatar belakangi oleh bencana asap yang meluas pada tahun 2019. Perlu adanya kolaborasi pemerintah, organisasi non pemerintah dan masyarakat, salah satunya dengan melakukan penerapan agroforestri berbasis masyarakat. Parahnya kabut asap yang melanda Sintang beberapa pekan lalu cukup menggerakkan banyak elemen masyarakat untuk berembuk mencari cara menangani dan mengantisipasinya dimasa depan.

Kegiatan ini merupakan pengelolaan penanaman beragam pepohonan di suatu kawasan. Kegiatan ini bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai program agroforestri yang akan dilakukan tahun 2020. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sintang dengan Solidaridad.

Peserta terdiri dari perwakilan 16 desa, 10 kelompok, dari 5 kecamatan. Ada Kecamatan Kelam Permai, Dedai, Kayan Hilir, Tempunak dan Sepauk.

Kegiatan ini merupakan pengelolaan penanaman beragam pepohonan di suatu kawasan. Kegiatan ini bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai program agroforestri yang akan dilakukan tahun 2020. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sintang dengan Solidaridad.

“solidaridad Indonesia telah membangun dan menjalankan beberapa kemitraan di Sintang, salah satunya ialah program Insiatif Pemerintah untuk petani berkelanjutan dan ramah iklim atau yang kita sebut NISCOPS,” kata Billy selaku pimpinan program Solidaridad di Kabupaten Sintang. “dalam program ini kami berorientasi pada proses menciptakan ekonomi berkelanjutan dan inklusif untuk memberikan manfaat sebesarnya terhadap masyarakat lokal tanpa mengabaikan aspek berkelanjutan lingkungan,” tambahnya.

Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.PH juga turut hadir dalam acara tersebut. Bupati menyampaikan pemikirannya bahwa pembangunan berkelanjutan itu adalah menyeimbangkan antara ekonomi, adat budaya dan lingkungan hidup.

"Tahun ini harus kita akui bahwa kita lalai, sehingga kegiatan membakar ladang sudah tidak mengikuti aturan yang kita buat. Hutan kita tidak mungkin habis dibakar untuk ladang," papar dr. Jarot.

Di Sintang, ada beberapa zona hutan yang mengalami kondisi kritis misalnya di Bukit Bang dan di Kempas Raya. Hal yang menjadi kekawatiran besar pemerintah ialah apabila pengerjaan ladang berpindah yang tidak sesuai aturan akan memproduksi asap yang luar biasa sehingga berdampak pada khalayak ramai.

"Kitai tuk bah dah dipulah aturan, kalau kitai mengikuti dengan baik,kita madah petugas lalu tidak membakar lebih dari 10 Hektar dalam sehari, pasti kejadian seperti kemarik yak nda terjadi bah ," kata dr. Jarot lagi dengan bahasa dan dialek D├ęsa. Para peserta terlihat mengangguk-angguk tanda setuju.

Menurut Bupati tata cara alternatif yang disampaikan oleh pemerintah masih kurang contoh nyata sehingga minat masyarakat untuk merubah cara tanam belum tinggi. Selain itu ada model agroforestri menjadi alternatif lain untuk menunjang hidup masyarakat. Supaya masyarakat dapat menggantungkan kehidupannya dari hasil hutan non kayu.

"Supaya kita bisa harmoni hidup dengan alam kita, hutan terjaga, hidup terjamin," tegas dr. Jarot. (INA).

JADIKAN PANCASILA SEBAGAI LANDASAN BERSIKAP DAN BERTINDAK

By On October 02, 2019

Anggota DPRD Sintang, Agrianus mengunjungi masyarakat yang terkena kebakaran di Sungai Durian beberapa waktu lalu. Foto oleh Ina


WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila identik dengan mengingat peristiwa pemberontakan G 30 S/PKI. Kisah pilu sejarah Bangsa Indonesia tersebut menjadi tonggak untuk mengingatkan kepada seluruh bangsa mengenai perjuangan mempertahankan ideologi bangsa. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak cukup hanya didengungkan saja, tetapi harus dihayati sampai pada tingkatan rasa dan akal agar menjadi landasan untuk bersikap dan bertindak segenap rakyat Indonesia, demikian disampaikan oleh Agrianus, anggota DPRD Sintang beberapa waktu lalu.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, setiap 1 Oktober hendaknya dijadikan momen kebangkitan bagi kita semua untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang saat ini cenderung meluntur seiring muncul dan berkembangnya kelompok fundamentalisme dan radikalisme di tengah masyarakat,” kata Agri.

Menurut wakil rakyat dari Dapil Tempunak-Sepauk itu, sebagai negara yang bersifat multikultur, Pancasila, dasar Negara Indonesia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika telah mengajarkan perbedaan berguna untuk saling melengkapi bukan utk saling memusuhi. Pancasila merupakan pedoman cara pandang dan dasar negara yang tidak dapat dan tidak boleh diubah oleh siapapun atau kelompok mana pun.

“Founding Fathers negara ini sudah mengkaji secara mendalam saat mereka merumuskan dasar Negara bagi bangsa dan masyarakat Indonesia. Kesaktian Pancasila itu memiliki makna penting bagi seluruh warga negara Indonesia, sehingga segala tingkah laku kita sehari-hari hendaknya berlandasakan nilai-nilai dan semangat Pancasila, mulai dari Ketuhanan yang Maha Esa hingga Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pesan Agri.

Dominik Gustin, salah seorang pelajar SMK N 1 Ketungau Tengah yang mengikuti upacara peringatan HAri Kesaktian Pancasila di Sintang, menyampaikan bahwa saat ini pelajaran mengenai Pancasila dirasa kurang karna hanya didapat sekilas pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

“saya sih berharap bisa ada lebih banyak kegiatan yang menanamkan semangat Pancasila untuk diikuti kami yang masih muda ini,” kata Dominik. (INA).

KESAKTIAN PANCASILA, JADI DASAR PENGUATAN KARAKTER BANGSA

By On October 02, 2019

Suasana upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Bupati Sintang, Selasa (01/10/2019). Foto oleh Humas

.

WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. “Pancasila sebagai dasar penguatan karakter bangsa menuju Indonesia maju dan bahagia,” kata dr. Jarot Winarno, Bupati Sintang dalam sambutannya, Selasa (01/10/2019) pagi di Halaman Kantor Bupati Sintang. Ia juga bertindak sebagai inspektur upacara pada upacara untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila tersebut.


Pemerintah Kabupaten Sintang mengundang Forkopimda, TNI, Polri, Damkar, , Ibu-Ibu Darma Wanita, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang serta  perwakilan mahasiswa dan pelajar yang ada di Kota Sintang. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan suatu moment bersejarah bangsa, dimana terjadi peristiwa yang menandakan bahwa upaya mengantikan ideologi Pancasila pada akhirnya selalu gagal.


Pada peringatan yang dilakukan setiap tahun itu kali ini disisipkan pula ungkapan syukur atas berakhirnya bencana kabut asap di Sintang. Upacara berlangsung dalam kondisi cuaca cerah. Bupati Sintang dalam amanatnya menyampaikan bahwa setiap tanggal 1 oktober kita senantiasa memperingati hari kesaktian pancasila., sehingga kita tetap memiliki pancasila sebagai alat pemersatu bangsa. kita harus bangga mengatakan pancasila sakti, karena ia memiliki daya kekuatan yang sangat tinggi untuk terus bertahan sebagai kumpulan nilai-nilai penting dan luhur dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara kita.


“mari kita terus memahami, menjaga, merawat dan mengamalkan nilai-nilai pancasila sebagai ideologi bangsa dan jati diri bangsa kita” pesan Bupati Sintang mengakhiri amanatnya.


Drs. Marchues Afen, M. Si, Sekretaris DPRD Sintang yang membacakan ikrar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengatakan bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara; namun dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai Iuhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. (INA)

PEMDA SINTANG RENCANAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN BERBASIS RDTR

By On October 02, 2019


Pertemuan Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno dengan tim Eskpos Rencana Denah Tata Ruang di Komplek rumah dinas Bupati Sintang, Selasa (01/10/2019). Foto oleh. Humas


WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Sebuah kota tentu membutuhkan rencana tata ruang yang jelas dan terencana. Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, sedang giat-giatnya mengembangkan kawasan Kota Sintang sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), sekaligus menjadi kawasan strategis perkotaan dan kawasan prioritas. Pada Selasa (01/10/2019) pagi dilakukan pertemuan Ekspos Rencana Denah Tata Ruang (RDTR) di Pendopo komplek rumah dinas Bupati Sintang.

Pada pertemuan ini disampaikan pula Hasil kajian Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yaitu peningkatan fungsi jaringan jalan (Jl. Y.C. Oevang Oeray, Jl. Lintas Melawi dan Jl. MT. Haryono) arteri primer internal kota; pengembangan, pemanfaatan dan pengendalian zona perumahan perkotaan kepadatan tinggi; dan Sub BWP Prioritas Pengembangan Zona Perdagangan dan Jasa.


Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, menghadiri kegiatan tersebut usai memimpin upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Ia mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut yaitu untuk menjaga konsistensi pembangunan dan keserasian perkembangan kawasan strategis dengan RTRW Kabupaten.


Dijelaskan bahwa Penataan Bagian Wilayah Perencanaan (BWP) dibagi menjadi 3 Sub BWP, yaitu Sub BWP A, Sub BWP B dan Sub BWP C. Sub BWP A direncanakan menampung kegiatan utama berupa pusat pemukiman, cagar budaya dan, perdagangan dan jasa. Sub BWP B direncanakan menampung kegiatan utama berupa permukiman, perdagangan dan jasa, transportasi/pelayanan transportasi dan RTH. Sub BWP C direncanakan menampung kegiatan utama berupa pusat pemerintahan, perkantoran, perdagangan dan jasa, eko wisata, permukiman, serta pertahanan dan keamanan, konservasi dan RTH.


“Diharapkan dengan penataan BWP menjadi 3 sub BWP dapat menghidupkan kembali peradaban tepi sungai untuk menjaga keseimbangan ekologi sungai dengan memanfaatkan sempadan sungai tetap terjaga sebagai ruang terbuka hijau berbasis waterfront city,” ujar dr. Jarot usai pertemuan.


Pada kesempatan ini disampaikan juga beberapa isu permasalahan yang terkait angka kemiskinan yang masih tinggi, penyelenggaraan listrik yang belum maksimal, belum ada sinergi antara kehutanan dan pertanian, alih fungsi lahan pertanian untuk pembangunan, perkembangan kota yang tidak terkendali dan arahan pengembangan kota belum jelas dan tertata. (INA)

Contact Form

Name

Email *

Message *