HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

PEMDA SINTANG RENCANAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN BERBASIS RDTR


Pertemuan Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno dengan tim Eskpos Rencana Denah Tata Ruang di Komplek rumah dinas Bupati Sintang, Selasa (01/10/2019). Foto oleh. Humas


WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Sebuah kota tentu membutuhkan rencana tata ruang yang jelas dan terencana. Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, sedang giat-giatnya mengembangkan kawasan Kota Sintang sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), sekaligus menjadi kawasan strategis perkotaan dan kawasan prioritas. Pada Selasa (01/10/2019) pagi dilakukan pertemuan Ekspos Rencana Denah Tata Ruang (RDTR) di Pendopo komplek rumah dinas Bupati Sintang.

Pada pertemuan ini disampaikan pula Hasil kajian Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yaitu peningkatan fungsi jaringan jalan (Jl. Y.C. Oevang Oeray, Jl. Lintas Melawi dan Jl. MT. Haryono) arteri primer internal kota; pengembangan, pemanfaatan dan pengendalian zona perumahan perkotaan kepadatan tinggi; dan Sub BWP Prioritas Pengembangan Zona Perdagangan dan Jasa.


Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, menghadiri kegiatan tersebut usai memimpin upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Ia mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut yaitu untuk menjaga konsistensi pembangunan dan keserasian perkembangan kawasan strategis dengan RTRW Kabupaten.


Dijelaskan bahwa Penataan Bagian Wilayah Perencanaan (BWP) dibagi menjadi 3 Sub BWP, yaitu Sub BWP A, Sub BWP B dan Sub BWP C. Sub BWP A direncanakan menampung kegiatan utama berupa pusat pemukiman, cagar budaya dan, perdagangan dan jasa. Sub BWP B direncanakan menampung kegiatan utama berupa permukiman, perdagangan dan jasa, transportasi/pelayanan transportasi dan RTH. Sub BWP C direncanakan menampung kegiatan utama berupa pusat pemerintahan, perkantoran, perdagangan dan jasa, eko wisata, permukiman, serta pertahanan dan keamanan, konservasi dan RTH.


“Diharapkan dengan penataan BWP menjadi 3 sub BWP dapat menghidupkan kembali peradaban tepi sungai untuk menjaga keseimbangan ekologi sungai dengan memanfaatkan sempadan sungai tetap terjaga sebagai ruang terbuka hijau berbasis waterfront city,” ujar dr. Jarot usai pertemuan.


Pada kesempatan ini disampaikan juga beberapa isu permasalahan yang terkait angka kemiskinan yang masih tinggi, penyelenggaraan listrik yang belum maksimal, belum ada sinergi antara kehutanan dan pertanian, alih fungsi lahan pertanian untuk pembangunan, perkembangan kota yang tidak terkendali dan arahan pengembangan kota belum jelas dan tertata. (INA)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *