BIDAN-BIDAN TURUT SIAPKAN GENERASI EMAS SINTANG 2045

 on Sunday, November 3, 2019  


Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno membuka kegiatan Muscab IBI di Rumah Melayu Tepak Sirih Sintang, Sabtu (02/11/2019). Foto oleh Humas

WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Sabtu (02/11/2019), tampak keramaian terjadi di  Rumah Adat Melayu Tepak Sirih Sintang. Riuh para peserta acara puncak Musyawarah Cabang Ikatan Bidan Indonesia VII dan Peringatan Hari Ulang Tahun  IBI Ke 68 Tahun 2019 hadir memadati Jalan YC Oevang Oeray.

Hj. Uray Rosidana Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan Muscab merupakan forum tertinggi organisasi kita dan wadah komunikasi para anggota. “Kepada pengurus yang baru agar memberikan yang terbaik kepada anggota IBI di Sintang.  Kembangkan organisasi dengan baik. Jaga kekompakan anggota dengan baik. Saya juga minta agar pengurus mampu mengayomi anggota IBI dengan baik” pesan Hj. Uray Rosidana

Memi Sukaesih  Ketua IBI Sintang periode 2013-2018 menyampaikan  IBI Sintang sudah melaksanakan musyawarah cabang dan sudah memiliki kepengurusan yang baru. “IBI harus terus meningkatkan kemampuan anggota, bergerak membangun kesehatan ibu dan anak untuk mencapai derajat kesehatan. IBI berusaha melaksanakan tugas dengan baik. Kami juga sudah diterima oleh masyarakat dengan baik dan didukung banyak pihak. IBI di Sintang sudah berdiri sejak 1982. Dan sudah diakui oleh IBI Provinsi Kalimantan Barat. Terima kasih kepada bidan senior yang sudah mendirikan organisasi IBI di Sintang ini. Awalnya IBI hanya beranggotakan 50 orang saja, namun kini sudah 612 orang tersebar di pedalaman14 kecamatan. Sumber Daya Manusia bidan di Sintang akan terus ditingkatkan untuk menindaklanjuti pelaksanaan Undang-undang Kebidanan Nomor 4 Tahun 2019. Bidan harus meningkatkan jenjang pendidikan. Kami menargetkan 7 tahun kedepan seluruh anggota IBI Sintang harus sudah mengambil profesi atau sudah strata 1. Mohon dukungan Pemkab Sintang dan institusi pendidikan agar anggota IBI Sintang bisa mengambil pendidikan strata 1. Pemkab Sintang mohon permudah ijin belajar para bidan untuk melanjutkan studinya” harap Memi Sukaesih

Ketua Panitia Muscab dan Peringatan HUT IBI Kabupaten Sintang Nyemas Yuli Sri Ayu menyampaikan bahwa untuk memperingati HUT IBI Sintang, pihaknya sudah melaksanakan kegiatan seperti bakti sosial berupa pelayanan kesehatan, anjangsana ke rumah sesepuh, tabur bunga ke makam sesepuh, senam bersama, seminar pengembangan soft skill untuk menunjang profesi kebidanan dalam memberdayakan masyarakat. Kami juga sudah melaksanakan musyawarah cabang IBI Sintang. Peserta seminar dihadiri 384 anggota IBI Sintang” terang Nyemas Yuli Sri Ayu.

Peringatan Hari Ulang Tahun IBI Ke 68 Tahun 2019 mengambil tema Bidan Melindungi Hak Kesehatan Reproduksi Melalui Pemberdayaan Perempuan dan Optimalisasi  Pelayanan Kebidanan. Hadir  384 anggota IBI Kabupaten Sintang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr Harisinto Linoh,  dan Bupati Sintang dr H Jarot Winarno, pun turut menghadiri kegiatan tersebut.

Bupati Sintang dr H Jarot Winarno dihadapan anggota IBI Kabupaten Sintang menyampaikan peranan bidan sangat penting dari dulu hingga sekarang. “kita ini ingin menjadi bangsa yang besar tajun 2045 atau  tepat satu abad Indonesia merdeka asalkan dua hal kita harus kejar untuk bisa menjadi bangsa besar. Yang pertama adalah bangsa kita harus mampu memacu pertumbuhan ekonomi diatas 5 persen dengan  terus meningkatkan inovasi. Kita harus melakukan pekerjaan dan tugas kita dengan yang luar biasa bukan yang biasa-biasa saja. Kedua adalah dengan meacu pembangunan manusianya. Maka saya senang bidan terus menggaungkan pemberdayaan masyarakat” terang Bupati Sintang.

Data saat ini, kalau ada 1.000 ibu melahirkan maka 4 diantaranya meninggal. Ada 80 persen sudah ditangani bidan sisanya masih ke dukun beranak atau profesi diluar bidan. Data lainnya dari 1.000 anak balita. Maka 310 diantaranya tinggi badannya tidak sesuai umur atau stunting. Saat ini di Sintang masih ditemukan 31 persen angka stunting.

“Peranan bidan untuk menuju Indonesia emas sangat besar khususnya terkait  kesehatan. Pahala bidan sangat besar di pedalaman. Maka sejak saya menjadi Bupati, dari total 200 bidan yang magang, kita sudah angkat 100 menjadi kontrak. Pada penerimaan CPNS Tahun 2019 ini, kita buka 39 formasi untuk tenaga bidan. Tetapi tempatnya jauh.  Kalian harus berani ambil meskipun jauh. Bidan juga harus mampu menghadapi era 4.0. mau tidak mau, kalian harus hadapi. Misalkan  download aplikasi aplikasi kesehatan yang bisa membantu pekerjaan kalian” saran Bupati Sintang. “Secara global ada 3 tantangan yang harus dihadapi yakni tingginya angka kematian ibu, rendahnya toleransi tehadap HIV AIDS dan rendahnya pemahaman kesadaran  seksual serta program  Keluarga Berencana yang sudah mengalami kemunduran” tambahnya. (INA).
BIDAN-BIDAN TURUT SIAPKAN GENERASI EMAS SINTANG 2045 4.5 5 Marselina Sunday, November 3, 2019 Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno membuka kegiatan Muscab IBI di Rumah Melayu Tepak Sirih Sintang, Sabtu (02/11/2019). Foto oleh Humas ...


Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Contributors

Sports

Media

Contact Form

Name

Email *

Message *