JAROT HADIRI FORUM SDGs TALK DI JAKARTA

 on Wednesday, February 26, 2020  

Foto oleh Prokopim



WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Jarot Winarno, Bupati Sintang menghadiri sekaligus menjadi pembicara pada forum SDG (Sustainable Development Goals) Talks Vol. 10 di Greenhouse Coworking Space Multivision Tower Lantai 25, Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2020) siang. Pada perbincangan kali ini, panitia mengusung tema "saving our forest beyond forest state; indigenous communities and climate change”.

SDG talk merupakan ajang diskusi panel bulanan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals. Kegiatan kali ini merupakan bekerjasama dengan Kalfor Project UNDP Indonesia.

Bersama Jarot menjadi pembicara pada kegiatan ini yakni Bandi Apai Janggut yang kenal sebagai Tuai Rumah Betang Sungai Utik atau dari Komunitas Dayak Sungai Utik Kabupaten Kapuas Hulu yang juga penerima penghargaan Recipient of UNDP Equator Prize 2018 dari PBB beberapa waktu lalu. Dalam forum tersebut Jarot menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Sintang sendiri memiliki komitmen untuk menyelaraskan kebijakan guna melindungi hutan dan lingkungan bagi generasi masa depan melalui pembangunan yang berkelanjutan yaitu menjaga konservasi lingkungan, kemudian membangun ekonomi masyarakat dan  pembangunan sosial budaya termasuk adat istiadat.

"Saya sudah tinggal di hutan rimba kalimantan sudah 34 tahun, jadi menyaksikan dimana dulu waktu saya jadi dokter tu saya lewat riam-riam tepi sungai ada monyet-omyet klasi tu masih banyak. Biasa juga kalo saya pake motor trail itu biasa orang hutan turun nyegat saya, saya biasa bawa kacang apa kan kasi mereka dulu baru saya bisa lewat. Tapi itu dulu, sekarang habis semuanya," cerita Jarot. “Masyarakat adat itu hidup dari hasil hutan bukan kayu, kayu pun di gunakan nda boleh buat bisnis, tapi buat keperluan sendiri bikin rumah atau bikin apa gitu," jelasnya lagi.

Masih lanjut Jarot, guna mendukung pelestarian hutan, masyarakat adat dan komunitas masyarakat yang masih dalam kawasan hutan mengganggap bahwa hutan itu bapaknya, tanah itu ibunya dan air itu darahnya. Hal itu merupakan prinsip bahwa hidup dari hutan dan hidup juga dari hasil hutan. Oleh karena itulah menurut Jarot selaku generasi penerus harus memahami bahwa hutan itu kaya raya sehingga harus di jaga, harus menyerahkan kepada ahlinya untuk menjaga hutan tersebut yakni masyarakat setempat. (ina)

JAROT HADIRI FORUM SDGs TALK DI JAKARTA 4.5 5 Marselina Wednesday, February 26, 2020 Foto oleh Prokopim WWW.BERITAKAPUAS.COM||SINTANG. Jarot Winarno, Bupati Sintang menghadiri sekaligus menjadi pembicara pada forum ...


Search This Blog

Powered by Blogger.

Contributors

Sports

Media

Contact Form

Name

Email *

Message *